Kehidupan Dari Komponis Mikis Theodorakis

Sebagai seorang musisi musik klasik rupanya kehidupan Mikis Theodorakis tdak hanya berkutat di bidang seni. Theodorakis lahir di Yunani pada 29 Juli 1925 ta luput dari berbagai macam gerakan dan kejadian yang berhubungan dengan kehidupan politi yang kejam. Namun semua itu tidak membuat Theodorakis melupakan nuraninya di bidang seni musik klasik.

Sebagai seorang pemuda Mikis Theodorakis mulai menyukai musik klasik sejak masa kanak-kanaknya. Ia belajar secara otodidak tanpa akses alat music. Ia suka mengarang-ngarang lagunya sendiri dan mengelola semua ide yang ada di kepalanya. Pertama kali ia memperoleh pelajaran musiknya adalah dari Tripolis dan dari Peloponnese. Di sana kabarnya Mikis Theodorakis membentuk sebuah paduan suara dan mempersembahkan sebuah konser pertamanya di usianya yang masih belia yakni 17 tahun.

Seperti yang tadi sudah disebutkan. Mikis Thederakis tidak hanya aktif di dunia music klasik saja namun juga di dunia politik. Ia hidup di jaman perang dunia masih berkecamuk sehingga ia juga aktif terjun langsung dalam perang. Mikis Thodorakis menghabiskan masa anak-anaknya dengan hidup tidak menetap. Ia terus berpindah-pindah dari Pygros ke Patras tempat ia mendapatkan pelajaran musiknya juga.

Kemudian pada Perang Dunia II Mikis Theodorakis dengan penuh semangat memberikan pergerakan perlawanan terhadap tentara kependudukan Italia dan Jerman Fasis. Hatinya tergerak untuk menolong anak ┬ĘC anak yang tengah dilanda kelaparan dan para pengungsi dari Yahudi.

Justru tindakannya Itulah yang membawanya ditangkap dan diseret untuk disiksa di Tripolis pada tahun 1942 kemudian di Athena pada tahun 1943 hingga 1944. Tidak sampai di situ saja pada Perang Saudara Yunani Mikis Theodorakis malah dibuang ke Pulau Ikaria dan juga Makronissos. Di sana kabarnya ia dipukuli habis-habisan hingga dikubur hidup-hidup dua kali.

Akhirnya setelah keadaan semakin membaik Mikis Theodorakis kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar di Konservatorium Athena langsung di bawah asuhan Philoktitis Economidis, serta di Konservatorium Paris. Di sanalah kemudian ia mendapatkan pelajaran tentang analisis musik di bawah Olivier Messisaen. Kemudian belajar pula tentang direksi di bawah Eugene Bigot.

Theodorakis masih aktif menelurkan karyanya seperti dalam bentuk simfoni sebuah piano concerto. Suite yang pertama serta menjadi simfoninya yang pertama rupanya menarik perhatian hingga kancah internasional dan diapresiasi oleh agen bola dengan pujian yang cukup membanggakan. Tahun 1954 hingga tahun 1959 merupakan tahun dimana ia dianggap dapat menciptakan music artistic yang paling intensif namun hingga kini ia masih berkiprah langsung di dunia seni.

Akhirnya, Pada tahun 1957 Mikis Theodorakis berhasil untuk mendapatkan medali emas kemenangan pada sebuah festival music Moskwa, yang menjadi sebuah motivasi terbaiknya. Kemudian Darius Milhaud mengajukan namanya untuk penghargaan music selanjutnya.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *