Awal Mula Mikis Theodorakis menjadi Komponis

Awal Mula Mikis Theodorakis menjadi Komponis – Perjalanan hidup seorang komponis legendaris Mikis Theodorakis dibilang tidaklah mudah. Karena sejak masa kanak-kanaknya terpaksa tidak dapat hidup menetap karena pekerjaan sang ayah sebagai pengacara membuatnya harus memboyong seluruh keluarga hidup berpindah-pindah tempat. Namun meski terlahir bukan dari keluarga seniman, darah seni dan kejeniusan yang kental mengalir dalam diri Mikis Theodorakis.

Sebuah bakat langka ditunjukkannya ketika masih kecil bagaimana dengan hebatnya ia berhasil menggubah sebuah lagu bahkan tanpa menggunaka sebuah alat instrument musik. Kedua orang tuanya yang mengetahui akan hal tersebut langsung mendaftarkan Theodorakis kecil ke sekolah musik. Mereka memberi ddukungan pada putra semata wayang mereka mempelajari apa yang menjadi minat dan bakatnya di kemudian hari.

Kemudian saat terjadi Perang Dunia ke II membangunkan sisi patriotism dan nasionalis dalam diri Theodorakis membuatnya menjadi terinspirasi dalam membuat berbagai jenis lagu dan beribu-ribu konser yang didedikasikan sebagai kontribusi variasi akan budaya dan seni negara Yunani dan bentuk pergerakan demokratis atas negara tersebut.

Ia sempat mengalami kejadian tidak menyenangkan karena aksinya membantu anak-anak kelaparan dan pengungsi asal Yahudi membuat sosok musisi saat muda itu ditangkap dan di seret ke dua kota yang berakhir di Ibukota Yunani, Athena. Ia sempat dianiaya dan disiksa hingga mengalami kejadian antara hidup dan mati. Ia dikubur hdup-hidup sebanyak dua kali namuan berhasil selamat.

Untungnya ia berhasil mendapatkan kesempatan di Athena untuk kembali belajar musik bahkan melanjutkannya ke Paris, Perancis untuk belajar tentang direksi. Di sanalah bakatnya semakin ditepa dan mendapatkan ilmu yang sangat membantu kejeniusannya dalam bidang composer musik. Kemudian semuanya itu ia wujudkan dalam aksi berkeliling dunia dan mengadakan ribuan konser serta bekerja sama dengan berbagai orang untuk mewujudkan keinginannya melakukan gerakan demokratis atas negara Yunani.

Awal Mula Mikis Theodorakis menjadi Komponis

Selain itu Mikis Theodorakis juga sempat mengalami masa pembuangan yang sangat menyedihkan. Bahkan di saat terpuruk seperti itu ia masih terus membuat karya bekerja sama dengan berbagai seniman dan musisi. Mereka menciptakan berbagai lagu yang menceritakan tentang betapa pahitnya hidup yang dialami oleh warga Yunani dan tentang kesedihan perang pasca Perang Dunia.

Sebenarnya selain menjadi composer, Mikis Theodorokis sempat didaulat sebagai salah satu calon presiden Yunani. Namun ia menolak dan lebih memilih menekuni bidang musik. Bahkan ada sebuah pembunuhan yang sempat marak saat itu juga melibatkan sosok Mikis Theodorokis. Meskipun hubungannya memang masih samar samar.

Selain bermusik, dia juga salah satu pengemar game di situs judi bola dan setiap ada waktu luang dia menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game kesukaannya itu.

Selain itu, musik yang di ciptakannya banyak digunakan dalam film dan pertunjukan panggung, music Theodorokis juga dijadikan dalam bentuk drama panggung. Bahkan salah satu dari ribuan music Mikis Theodorokis adalah hasil yang terinspirasi dari seni tari tradisional asal Ayahnya yakni dari Kreta.

Sejarah Opera di Amerika Latin
Blog Informasi

Sejarah Opera di Amerika Latin

Sejarah Opera di Amerika Latin – Asal usul dari opera di Amerika Latin bertepatan pada kembali ke paling tidak dini era ke- 18. Opera datang di Amerika Latin selaku akibat dari kolonialisme Eropa. Pada bertepatan pada 19 Oktober 1701, La púrpura de la rosa disiarkan kesatu di 5 di Viceroyalty of Peru, opera awal yang dikarang serta dipertunjukkan di Amerika. Ini merupakan opera dalam satu sesi Orang Spanyol komposer Tomás de Torrejón y Velasco dengan libretto oleh Pedro Calderon de la Barca, serta ialah salah satunya opera yang sedang hidup oleh Torrejón y Velasco. Ini menggambarkan dongeng cinta Venus serta Adonis, yang mengompori kecemburuan Marikh serta ambisinya buat membalas marah. Opera pementasan dicoba pula di negeri Mexico. Di dalam negeri seperti itu komposer opera pribumi awal Amerika Latin timbul, dengan Manuel de Zumaya( c. 1678–1755) dikira selaku komposer opera dini awal serta terutama. Di luar Perú serta Meksiko, opera lebih lelet memperoleh injakan, serta terkini pada dini sampai medio era ke- 19 negara- negara lain di Amerika Latin mulai memproduksi komposer opera mereka sendiri. Banyak dari opera era ke- 19 ini berpusat pada bentrokan historis antara orang Eropa serta warga adat serta dipengaruhi oleh zarzuela, wujud dari Opera Spanyol.

Sejarah Opera di Amerika Latin

opera Partenope

mikis-theodorakis – Pada era ke- 20, banyak opera patriot digubah di semua Amerika Latin, dengan segmen opera yang bertumbuh cepat di Meksiko, Argentina, serta Brasil. Dikala ini, terdapat banyak bangunan opera aktif di semua Amerika Latin serta komposer lalu menulis opera terkini. Kita pula mempunyai badan semacam Industri Opera Global Brasil( IBOC) serta Opera Hispanica yang mengiklankan repertoar opera Amerika Latin terkini dengan cara global.

Baca juga : Komposer, produser, serta vokalis Lisa Bielawa

Opera era ke- 18

Pada 1711, opera Partenope disiarkan di kota Meksiko. Musiknya telah melalui Manuel de Zumaya, komposer barok Meksiko terutama. Opera ini amat berarti sebab ialah opera awal yang digubah di Amerika Utara serta opera awal yang digubah di Amerika oleh seorang dari Amerika.

Opera era ke- 19

Opera awal yang terbuat serta disiarkan di Brasil merupakan José Maurício Nunes Garcias Aku Sebab Gemelli; bacaan itu sudah lenyap. A Noite de São João bisa dikira selaku opera Brasil awal yang sebetulnya, dengan bacaan dalam bahasa Portugis oleh EliasÁlvares Lobo. Komposer Brasil sangat populer merupakan Antônio Carlos Gomes. Banyak dari operanya disiarkan kesatu di Italia, dengan bacaan dalam bahasa Italia. Tetapi, Gomes kerap memakai tema khas Brasil dalam ciptaannya, semacam dalam opera- operanya Il Guarany serta Lo schiavo.

Opera era kesembilan simpati Guatimotzin oleh komposer Meksiko Aniceto Ortega merupakan usaha siuman awal buat memasukkan bagian pra- Hispanik ke dalam karakter resmi opera. Opera Meksiko berarti era ke- 19 yang lain merupakan Agorante, rey de la Nubia oleh Miguel Meneses( disiarkan sepanjang keramaian peringatan balik tahun Kaisar Maximilian I dari Meksiko), Pirro de Aragón oleh Leonardo Canales, serta Keofar oleh Felipe Villanueva. Buatan opera Melesio Morales merupakan yang sangat berarti di Meksiko pada era ke- 19. Opera- nya Romeo y Julieta, Ildegonda, Gino Corsini, serta Cleopatra amat berhasil di antara khalayak Mexico City, serta disiarkan kesatu di Eropa. Opera terakhir oleh Melesio Morales, Anita, yang terbuat pada tahun 1908, tidak tayang kesatu sampai tahun 2000.

Rentang waktu terakhir aransemen Morales bersamaan dengan invensi opera di Meksiko oleh putranya Julio Morales, serta opera Felipe Villanueva, Ricardo Castro, serta Gustavo E. Campa. Buatan Ricardo Castro merupakan bagian dari adat- istiadat memiliki, opera patriot, semacam Guatimotzin oleh Aniceto Ortega, Il Guarany oleh Antônio Carlos Gomes, Ollanta serta Atahualpa oleh José María Valle Riestra, Huémac oleh Pascual de Rogatis, serta Quiché Vinak oleh Jesús Castillo. Adat- istiadat ini ialah bagian dari aksi opera pergantian era, di mana tokoh- tokoh berarti yang lain tercantum José María Ponce de León( Kolumbia), Eliodoro Ortiz de Zárate( Chili), León Ribeiro( Uruguay), Miguel Rojas( Argentina), Augusto Azzali( Kolumbia), Edoardo Torrens( Argentina) serta Francisco Hargreaves( Argentina).

Opera Venezuela awal merupakan El ahli Rufo Zapatero, suatu penggemar opera disusun oleh José María Osorio pada tahun 1847.( Tetapi, banyak yang sudah menelepon Virginia, oleh JoséÁngel Montero, Opera Venezuela awal, walaupun disiarkan kesatu pada tahun 1877 di dasar lindungan kepala negara Antonio Guzmán Blanco). Tadinya, beraneka ragam zarzuelas sudah disusun, namun yang awal buat pemutaran kesatu dipercayai Los alemanes en Italia oleh JoséÁngel Montero pada tahun 1860- an. Montero pula menunjukkan zarzuelas satu sesi El Cumpleaños de Leonor, El Charlatán Mudo, La Modista, serta banyak lagi. Komposer besar Venezuela yang lain merupakan Reynaldo Hahn, opera tercantum Le Merchand de Venise serta Ciboulette. Profesi Hahn amat dipengaruhi oleh gurunya Jules Massenet. Di zarzuela, figur berarti yang lain merupakan Pedro Elías Gutiérrez, yang memasukkan irama khas Venezuela ke dalam ciptaannya.

Tomás Giribaldis La Parisina dikira selaku opera Uruguay awal. Pementasan kesatu pada bulan September 1878. Buatan itu amat berhasil serta membangkitkan atensi khalayak pada opera yang ditulis oleh komposer Uruguay. Sebab keberhasilan ini, player Uruguay itu Oscar Camps y Soler menulis opera nya Esmeralda, la gitana, bersumber pada Victor Hugo roman Sang Bungkuk dari Notre Dame; opera disiarkan di Montevideo pada tahun 1879. Komponis Uruguay yang lain yang menulis opera di masa ini, dilatarbelakangi oleh keberhasilan La Parisina, tercantum León Ribeiro serta Alfonso Broqua. León Ribeiro menayangkan opera- nya Usus besar pada tahun 1892 dikala keramaian balik tahun ke- 400 temuan Amerika. Alfonso Broqua menulis satu opera, Tabaré, bersumber pada syair eponymous 1888 oleh José Zorrilla de San Martín.

Pada era ke- 19 serta ke- 20, beberapa opera dibuat di Amerika Latin dengan tema bentrokan antara orang Eropa serta warga adat. Di antara opera terutama dari tipe ini merupakan Liropeya oleh León Ribeiro( Uruguay); Guatimotzin oleh Aniceto Ortega( Meksiko); Il Guarany oleh Antonio Carlos Gomes( 1836–1896), bersumber pada roman buatan Brasil José Martiniano de Alencar; Atzimba oleh Ricardo Castro( Meksiko, 1864–1907); 3 opera eponim bersumber pada Tabaré oleh José Zorrilla de San Martín, ditulis, tiap- tiap, oleh Arturo Cosgaya Ceballos( Meksiko, 1869–1937), Heliodoro Oseguera( Meksiko), serta Alfonso Broqua( Uruguay); Los Martirios de Colon ditulis oleh Federico Ruiz( Venezuela) serta 3 opera Ekuador bersumber pada roman Cumandá o un drama entre salvajes oleh Juan León Mera, ialah Cumandá oleh Luis H. Salgado( 1903–1977), Cumandá o la virgen de las selvas oleh Pedro Pablo Traversari Salazar( 1874–1956), serta Cumandá oleh Sixto María Durán Cárdenas( 1875–1947).

Era ke- 20 serta opera kontemporer

Argentina

Di Argentina, opera bertumbuh dengan imigrasi megah Eropa( paling utama Italia) pada dini era ini serta dengan awal Teatro Colón pada tahun 1908 di mana beberapa besar pemutaran kesatu bumi itu berjalan. Tercantum komposer opera Argentina yang sangat mempengaruhi Ettore Panizza( opera siapa Aurora ditugaskan buat masa kesatu Colón serta Bizancio dari 1939), Felipe Boero( El Matrero dari tahun 1929 pula opera sangat terkenalnya Tucumán 1918, Ariana y Dyonisos, 1920, Raquela, 1923 serta Siripo, 1937), Juan José Castro( komposer dari Bodas de sangre serta La zapatera prodigiosa, keduanya sehabis Federico Garcia Lorcadrama serta Proserpina y el extranjero, 1952), Carlos López Buchardo( El sueño de Alma, 1914), Pascual De Rogatis( Huemac, 1916 serta La novia del hereje, 1934), Eduardo Garcia Mansilla( La malaikat manuelita, 1917), Constantino Gaito( Petronio, 1919; Ollantay, 1926, La sangre de las guitarras), 1927, Floro Ugarte( Saika, 1920), Gilardo Gilardi( Ilse, 1923; La leyenda del urutaú, 1934), Athos Palma( Nazdah, 1924), Hector Iglesias Villoud( El Oro del Inca, 1953), Virtú Maragno serta Alberto Ginastera komposer dari Don Rodrigo, Beatrix Cenci serta Bomarzo.

Dalam sebagian tahun terakhir, komposer opera Argentina yang lain tercantum Roberto Garcia Morillo( El caso Maillard, 1977) Mario Perusso( La voz del silencio), Claudio Guidi- Drei( Medea, 1973), Juan Carlos Zorzi( Antigona Velez, 1991 serta Don Juan, 1993), Barak Pompeyo( La hacienda, 1987, Maraton, 1990 serta La oscuridad de la razón, 1996), Gerardo Gandini( La ciudad ausente, 1995 serta Liederkreis, 2000),Ástor Piazzolla( Maria de Buenos Aires) serta Osvaldo Golijov( Ainadamar’). Pada tahun 2006 Center for Experimentation( CETC) dari Teatro Colón, menganjurkan penyair nasional itu Rodolfo Enrique Fogwill bertugas dengan komposer pilihannya. Ia memilah Oscar Edelstein yang setelah itu membuat dokumen buat” Eterna flotación: Los Monstruito” dari 2 syair Fogwill,” Contra el Cristal de La Pecera de Acuario”( Melawan Kaca Akuarium)” serta” El Antes de los Monstruito” dari novel” Lo Dado”, buat mengubahnya jadi artikel berkepanjangan yang berperan selaku bacaan menggemparkan. Opera berhubungan dengan kepresidenan Menem serta masa degenerasi, yang membidik ke judul penting oleh komentator nada, Juan Carlos Montero,” The Poetic versus Demosi Sosial.”

Baca juga : Perkembang Seni Theater Modern Di Indonesia

Brazil

Komposer opera Brasil yang berarti di catok awal era ke- 20 tercantum Heitor Villa- Lobos, komposer opera semacam Izath, Yerma, serta Aglaia; serta Camargo Guarnieri, komposer dari Um Homem Só serta Pedro Malazarte. Opera kontemporer Brasil meneruskan kecondongan avant- garde ini, semacam perihalnya dengan buatan semacam Olga oleh Jorge Antunes, A Tempestade oleh Ronaldo Miranda, O Cientista oleh Silvio Barbato, serta” Tamanduá( The Anteater)- A Brazilian Opera” oleh Joao MacDowell, penggagas Industri Opera Global Brasil( IBOC), suatu badan nirlaba yang berplatform di New York dengan tujuan buat membuat repertoar terkini bersumber pada kerja sama artis Brasil serta global.

Kuba

Postingan penting: Opera di Kuba. Opera sudah muncul di Kuba semenjak catok terakhir era ke- 18.

Ekuador

Opera Ekuador terkini tercantum Los Enemigos oleh Mesías Maiguashca, bersumber pada narasi Mukjizat Rahasia oleh Jorge Luis Borges; Manuela y Bolívar oleh Diego Luzuriaga; serta opera instrumental Elárbol de los pájaros oleh Arturo Rodas.

Mexico

Golongan menarik yang lain merupakan para komposer yang berupaya meningkatkan a Yucatecan adat- istiadat opera bersumber pada hikayat Maya. Komposer ini umumnya bertugas di Mérida, Yucatán, serta sudah dicemooh oleh ahli sejarah patriot Meksiko. Komposer ini tercantum Cosgaya Ceballos, Ríos Escalante, Ricalde Moguel, Rivera Velador, Cárdenas Samada, serta Jebe Halfdan. Pada catok awal era ke- 20, komposer Julián Carrillo merupakan figur berarti dalam opera Meksiko, bersama dengan komposer yang mendekati dengannya, tercantum Antonio Gomezanda, Juan León Mariscal, Julia Alonso, Sofía Cancino de Cuevas, José F. Vásquez, Arnulfo Miramontes, Rafael J. Tello, Francisco Camacho Vega, serta Efraín Pérez Cámara. Seluruh komposer ini sudah diturunkan oleh historiografi nada sah, yang cuma membenarkan buatan komposer patriot. Semenjak akhir era ke- 20 di Meksiko( serta di semua Amerika Latin), para komposer terus menjadi terpikat buat menulis opera.

Venezuela

Postingan penting: Opera di Venezuela

Di Venezuela kontemporer, terdapat komposer liris hebat, tercantum María Luisa Escobar, yang ciptaannya tercantum Kanaime, Orquídeas Azules, serta Princesa Girasol. Komposer berarti yang lain tercantum Hector Pellegatti( pengarang verismo opera El Negro Miguel dengan melirik oleh Pedro Blanco Vilariño), Alexis Rago( pengarang El Páramo, Miranda, serta Froilán el Infausto), serta Federico Ruíz( pengarang penggemar opera populer Los Martirios de Colón, dengan libretto oleh Aquiles Nazoa). Dikala ini, beberapa besar kegiatan opera di Venezuela berjalan di Teatro Teresa Carreño. Di mari, opera semacam El Páramo oleh Alexis Rago serta Los martirios de Colón oleh Federico Ruiz baru- baru ini disiarkan kesatu.

Penayangan kesatu terkini yang lain tercantum opera Gertrudis oleh Gerardo Gerulewicz, dengan libretto oleh Xiomara Moreno, Bertugas kesatu dalam konser serta penciptaan pentas penuh di Caracas, Venezuela.

Komposer Venezuela- Amerika Sylvia Constantinidis yang sudah menulis keduanya, nada serta libretto buat sebagian buatan liris: 2 Opera Kontemporer Menggemparkan, Araminta serta Afrodita; satu Opera Pendek Eksperimental, Aurora; serta 3 Opera Anak, Lincoln, Ponce de Leon, serta Dapat Kasih Awal. Sebagian segmen dari Araminta disiarkan kesatu di Concert in England 2017. Afrodita, disiarkan kesatu di konser di Inggris 2015 serta di Miami, AS pula pada 2015. Aurora, Opera Pendek Eksperimental, disiarkan kesatu di Inggris pada tahun 2011. 3 Opera Anak: Lincoln, Ponce de Leon, serta Dapat Kasih Awal; seluruhnya disiarkan kesatu di Florida, AS pada tahun 2001, 2002, serta 2003. Buat ketiga Opera Anak ini, Constantinidis menyambut” Educator of Note Award 2003″ oleh” Ethel and W. George Kennedy Family Foundation”, serta Young Patronesses of the Opera, Florida Grand Opera.

Perú

Pada November 2012 ruang opera” Secreto”,” La Bukti”,” Post Mortem”,” María Fernanda se reb( v) ela” serta” Sacrificio” oleh komposer Clara Petrozzi, Gonzalo Garrido Lecca, Sadiel Cuentas, Rafael Leonardo Junchaya serta Alvaro Zúñiga disiarkan kesatu di Pentas Federasi Prancis. Kelima opera mempunyai libretto Maritza Núñez. Pada Desember 2012 Nilo VelardeOpera” Akas Kas”, dengan libretto oleh Celeste Viale serta ditugaskan oleh Departemen Kultur Perú, disiarkan kesatu di Pentas Nasional Besar Peru oleh Orkestra Nasional Peru, Balet Nasional, Ensamble Narasi Orang Nasional, Paduan Suara Nasional serta Paduan Suara Kanak- kanak Nasional. Pada bulan Oktober 2013, Opera Nilo Velarde” La Ciudad Bajo el Mar”, dengan libretto oleh Maritza Núñez, disiarkan kesatu di Grand National Theatre Perú oleh National Children Chorus. Pada bulan Desember 2015 Jimmy Lopezs” Alarm Canto”, dengan libretto oleh Nilo Cruz serta ditugaskan oleh Melirik Opera of Chicago, disiarkan di Pentas Ardis Krainik dari Bangunan Opera Civic, Chicago. Pada Mei 2016,” Ger Kegandrungan” Alvaro Zuñiga, dengan libretto oleh Maritza Núñez, disiarkan kesatu di Helsinki, Finlandia.

Komposer, produser, serta vokalis Lisa Bielawa
Blog Informasi Musik

Komposer, produser, serta vokalis Lisa Bielawa

Komposer, produser, serta vokalis Lisa Bielawa – Komposer, produser, dan vokalis Lisa Bielawa (lahir 1968) adalah pemenang Hadiah Roma dalam Komposisi Musik. Dia mengambil inspirasi untuk karyanya dari sumber-sumber sastra dan kolaborasi artistik yang erat. Gramophone melaporkan, “Bielawa mendapatkan kekuatan besar sebagai seorang komposer, menghasilkan karya-karya tanpa cela yang sekaligus membangkitkan presisi berlapis Vermeer dan kecerobohan Jackson Pollock.” Musiknya telah digambarkan sebagai “ruminatif, pointillistic dan harmoni sedikit asam,” oleh The New York Times, dan “cair dan menawan … sekaligus dramatis dan menyelidik,” oleh San Francisco Chronicle. Dia adalah penerima Penghargaan Musik 2017 dari American Academy of Arts & Letters dan Discovery Grant 2020 dari OPERA America’s Opera Grants for Female Composers. Dia dinobatkan sebagai William Randolph Hearst Visiting Artist Fellow di American Antiquarian Society untuk 2018 dan Artis-in-Residence di Kaufman Music Center di New York untuk musim 2020-2021.

Komposer, produser, serta vokalis Lisa Bielawa

Lisa Bielawa
pbs.org

mikis-theodorakis – Bielawa telah memantapkan dirinya sebagai salah satu komposer dan pemain terkemuka saat ini, yang secara konsisten melakukan pekerjaan yang menggabungkan komunitas sebagai bagian dari visi artistiknya. Dia telah menciptakan musik untuk ruang publik di Lower Manhattan, tepi Sungai Tiber di Roma, di lokasi bekas lapangan terbang di Berlin di San Francisco, dan untuk menandai peringatan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin; dia telah menyusun dan memproduksi opera dua belas episode, dibuat untuk TV yang menampilkan lebih dari 350 musisi dan difilmkan di lokasi di seluruh negeri; dia adalah salah satu pendiri Festival MATA pada tahun 1997 yang terus mendukung komposer muda; dan selama lima tahun dia adalah direktur artistik San Francisco Girls Chorus, membawa paduan suara ke NY PHIL BIENNIAL dan memperkenalkan para pemain muda ke musik hari ini melalui berbagai pemutaran perdana dan komisi dari komposer terkemuka.

Baca juga : Komposer muda berbakat Missy Mazzoli

Dalam sebuah artikel yang mencap Bielawa sebagai “pemula api,” New Music Box melaporkan, “Sulit untuk berdiri di dekat komposer dan vokalis Lisa Bielawa dan tidak merasa bersemangat karena kedekatan. . . Sebagai seorang ekstrovert pada intinya, Bielawa mengakui bahwa sifat sosialnya yang tinggi telah membawanya ke beberapa arah tertentu baik sebagai komposer maupun sebagai warga musik. Membangun komunitas dan kolaborasi yang erat dengan artis-artis pertunjukan seringkali menjadi inti dari proses komposisinya.”

Karya partisipatif skala besar baru-baru ini dan yang akan datang meliputi Siaran dari Rumah, Siaran Pemilih, dan Siaran Brickyard. Digambarkan oleh The Washington Post sebagai “mempesona,” Siaran dari Rumah telah direalisasikan secara online selama periode penguncian virus corona, menampilkan lebih dari 500 kesaksian yang dikirimkan dan rekaman suara dari enam benua. Misi Voters’ Broadcast adalah untuk merangsang keterlibatan pemilih, kesadaran politik, dan partisipasi masyarakat dalam kondisi penguncian yang menantang, melalui tindakan menyuarakan keprihatinan sesama warga, menjelang pemilihan Presiden 2020. Itu ditugaskan sebagai bagian dari semester tema Demokrasi & Debat oleh University of Michigan, Ann Arbor dengan dukungan dari School of Music, Theatre & Dance, dan dikembangkan dalam kemitraan dengan Kaufman Music Center di New York. Brickyard Broadcast adalah karya spasial untuk ratusan musisi yang ditugaskan oleh North Carolina State University yang akan ditayangkan perdana di dunia dalam lingkungan Virtual Reality (VR) yang dirancang oleh tim media digital di NC State University Libraries pada November 2020.

Proyek Broadcast sebelumnya termasuk Airfield Broadcasts, sebuah karya besar selama 60 menit untuk ratusan musisi yang ditayangkan perdana di landasan bekas Bandara Tempelhof di Berlin (Tempelhof Broadcast, Mei 2013) dan di Crissy Field di San Francisco (Crissy Broadcast, Oktober 2013 ). Bielawa mengubah bekas lapangan terbang ini menjadi kanvas musik yang luas, saat musisi profesional, amatir, dan mahasiswa memainkan simfoni spasial. Karyanya Mauer Broadcast adalah serangkaian pertunjukan paduan suara pop-up di lokasi termasuk Gerbang Brandenburg dan Alexanderplatz untuk peringatan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin pada November 2019. Chance Encounter Bielawa adalah karya yang terdiri dari lagu dan aria yang dibangun dari pidato yang didengar di ruang publik sementara, yang dibawakan oleh penyanyi soprano Susan Narucki dan The Knights di Seward Park di Lower Manhattan. Sebuah proyek dari Creative Capital, karya 35 menit untuk sopran keliling dan ansambel kamar sejak itu telah dilakukan di Museum Seni Amerika Whitney di New York, di Vancouver, Venesia, dan di Roma di tepi Sungai Tiber dalam kemitraan dengan placemaker perkotaan Robert Hammond, pendiri The High Line di New York.

Lisa Bielawa menerima nominasi Los Angeles Area Emmy 2018 untuk opera Vireo: The Spiritual Biography of a Witch’s Accuser yang belum pernah terjadi sebelumnya, dibuat untuk TV dan online, dibuat dengan pustakawan Erik Ehn dan sutradara Charles Otte. Opera terobosan difilmkan dalam dua belas bagian di lokasi di seluruh negeri – Pulau Alcatraz, sebuah biara di Sungai Hudson, sebuah studio di Downtown LA, stasiun kereta yang ditinggalkan di Oakland, dan California Redwoods – dan menampilkan banyak solois dan ansambel terkemuka di dukungan dari pemain inti, termasuk soprano Deborah Voigt, Kronos Quartet, pemain biola Jennifer Koh, San Francisco Girls Chorus, pemain cello Joshua Roman, Alarm Will Sound, PRISM Saxophone Quartet, American Contemporary Music Ensemble (ACME), dan banyak lainnya. Semua dua belas episode disiarkan di seri seni dan budaya pemenang Penghargaan Emmy KCETLink Artbound, serta online gratis, streaming sesuai permintaan. The Los Angeles Times menyebut Vireo sebuah opera, “tidak seperti yang pernah Anda lihat sebelumnya, dalam konten dan bentuk,” dan San Francisco Classical Voice menggambarkannya sebagai, “puitis dan fantastik, menakjubkan secara visual dan abstrak tanpa henti.” Vireo diproduksi sebagai bagian dari residensi seniman Bielawa di Grand Central Art Center di Santa Ana, California dan dalam kemitraan dengan KCETLink dan Single Cel. Pada Februari 2019, Vireo dirilis sebagai dua set kotak CD + DVD di Orange Mountain Music, menampilkan semua musik dan episode.

Bielawa menjadi Komposer-in-Residence perdana dan Kepala Kurator di Institut Philip Glass (PGI) baru di Sekolah Tinggi Seni Pertunjukan The New School pada tahun 2019. PGI adalah kemitraan penting antara The New School, Philip Glass Ensemble (PGE ), dan Bielawa, yang telah menjadi vokalis dengan Ensemble sejak 1992. Membangun kontribusi abadi Glass untuk budaya modern, PGI menawarkan kesempatan kepada mahasiswa, fakultas, dan publik untuk membenamkan diri dalam komposisinya, artis penting lainnya dalam karyanya. lingkaran, dan karya PGE yang ikonik.

Baca juga : Sosok Freddie Mercury Yang Tidak Tergantikan Di Band Rock Queen

Musik Lisa Bielawa sering ditampilkan di seluruh AS dan luar negeri. Karyanya baru-baru ini telah ditayangkan perdana di NY PHIL BIENNIAL, Lincoln Center, Carnegie Hall, The Kennedy Center, SHIFT Festival, Town Hall Seattle, Seri Musim Panas Konser Orkestra Naumburg di Central Park New York, National Sawdust, Le Poisson Rouge, di antara banyak lainnya tempat-tempat utama. Orkestra yang telah memperjuangkan musiknya termasuk The Knights, Boston Modern Orchestra Project, American Composers Orchestra, dan Orlando Philharmonic; dia juga menulis untuk pasukan gabungan The Knights, San Francisco Girls Chorus, dan Brooklyn Youth Chorus. Penayangan perdana karyanya telah dipesan dan dipresentasikan oleh ansambel dan organisasi terkemuka termasuk Chamber Music Society of Lincoln Center, Miami String Quartet, Brooklyn Rider, Seattle Chamber Music Society, American Guild of Organists, American Pianists Association, California Music Center, Akademiska Sångföreningen (Helsinki), Paul Dresher Ensemble, SOLI Chamber Ensemble, Washington dan PRISM Saxophone Quartet, Ensemble Variances (ditugaskan oleh Radio France), dan banyak lagi.

Karya Bielawa baru-baru ini dan saat ini termasuk konser untuk pemain biola Jennifer Koh dan pemain cello Joshua Roman dan siklus lagu orkestra untuk mezzo-soprano Laurie Rubin, yang bersama-sama membentuk trilogi yang terinspirasi oleh suara-suara Amerika yang ia temukan selama persekutuan 2018 di American Antiquarian Society. Siklus lagu untuk Rubin, Centuries in the Hours, mengambil teksnya dari kumpulan buku harian wanita Amerika abad 18-20 yang keadaan hidupnya membuat mereka tidak terlihat secara historis. Itu ditayangkan perdana oleh ROCO (River Oaks Chamber Orchestra) pada September 2019. Konser untuk Koh, berjudul Sanctuary, memiliki premier dunianya pada Januari 2020 dengan Orlando Philharmonic dan ditugaskan bersama oleh Carnegie Hall, American Composers Orchestra, dan Boston Proyek Orkestra Modern. Bielawa juga baru saja menyelesaikan Voters’ Litany, sebuah komisi dari Cathedral Choral Society yang menandai seratus tahun Amandemen ke-19, yang akan ditayangkan perdana di National Cathedral di Washington, DC.

Selain tampil sebagai vokalis di Philip Glass Ensemble, Bielawa tampil di banyak karyanya sendiri serta musik John Zorn, Anthony Braxton, Michael Gordon, dan lainnya. Dia akan menjalani residensi ketiganya sebagai pemain/komposer di venue Zorn The Stone pada April 2021. Dia baru-baru ini melakukan debut memimpin orkestra memimpin Mannes String Orchestra dalam presentasi khusus oleh Philip Glass Institute yang menampilkan musiknya, musik oleh Jon Gibson dan David T. Little, dan Simfoni Philip Glass No. 3.

Album terbaru Bielawa adalah Blueprints I, yang menampilkan musik yang akan diputar perdana di residensinya di The Stone milik John Zorn, dijadwalkan untuk minggu di bulan Maret 2020 saat New York City dikunci, direkam oleh para pemain di rumah. Selain opera lengkap Vireo (Musik Orange Mountain), Bielawa’s My Outstretched Hand for the San Francisco Girls Chorus and The Knights juga dirilis pada 2019 (Supertrain Records), serta Sanctuary Songs, yang direkamnya bersama pemain biola Jennifer Koh di album Tanpa Batas (Cedille Records). Diskografinya termasuk The Lay of the Love (Innova), “Opening: Forest” dari Vireo di album Final Answer yang dibawakan oleh San Francisco Girls Chorus dan Kronos Quartet (Orange Mountain Music); Segenggam Dunia (Tzadik); Wanita Trojan pada disk berjudul First Takes (TROY); Hildegurls: Ordo Virtutum Listrik, (Innova); Trojan Women dalam versi kuartet gesek yang dibawakan oleh Miami String Quartet di The NYFA Collection (Innova); In medias res (BMOP/sound), kumpulan double-disc dari karya solo dan orkestra Bielawa; rekaman perdana dunia Chance Encounter (Orange Mountain Music); dan Elegy-Portrait di album pianis Bruce Levingston, Heart Shadow (Sono Luminus).

Lahir di San Francisco dalam keluarga musik, Lisa Bielawa memainkan biola dan piano, menyanyi, dan menulis musik sejak kecil. Dia pindah ke New York dua minggu setelah menerima gelar B.A. dalam Sastra pada tahun 1990 dari Universitas Yale, dan menjadi peserta aktif dalam kehidupan musik New York.

Komposer muda berbakat Missy Mazzoli
Band Blog Informasi

Komposer muda berbakat Missy Mazzoli

Komposer muda berbakat Missy Mazzoli – Missy Mazzoli( lahir 27 Oktober 1980) merupakan seseorang komposer serta pianis Amerika yang ialah badan fakultas aransemen di Sekolah Besar Nada Mannes. Ia sudah menyambut aplaus kritis buat ruangannya, buatan orkestra serta operasinya. Pada 2018 beliau jadi salah satu dari 2 perempuan awal yang menyambut komisi dari Kota besar Opera House. Ia merupakan penggagas serta keyboardist Victoire, suatu band elektro- akustik yang didedikasikan buat menunjukkan musiknya. Dari 2012- 2015 ia merupakan komposer- in- residence di Industri Opera Philadelphia, berkolaborasi dengan Gotham Chamber Opera serta Tim Teater- Musik. Musiknya diterbitkan oleh Gram. Schirmer. Mazzoli menyambut 2015 Yayasan Seni Kontemporer Grants to Artists Award, Fulbright Grant to the Netherlands, serta pada 2018 dinominasikan buat Grammy Award dalam jenis Aransemen Klasik Terbaik. Pada 2018, Mazzoli dinobatkan buat era 2 masa selaku Mead Composer- in- Residence bersama Orkestra Simfoni Chicago.

Komposer muda berbakat Missy Mazzoli

Missy Mazzoli
twitter.com

mikis-theodorakis – Pendidikan, Mazzoli lahir Lansdale, Pennsylvania. Ia menyambut titel ahli dari Universitas Bostons Sekolah Besar Seni Muka, titel ahli dari Sekolah Nada Yale pada tahun 2006, serta selaku bonus berlatih di Royal Conservatory of the Hague. Gurunya tercantum David Lang, Louis Andriessen, Aaron Jay Kernis, Martin Bresnick, Martijn Padding, serta John Harbison.

Baca juga : Terrence Mitchell Riley Komposer Dengan Aransemen Minimalis

Pada tahun 2006 Mazzoli membimbing aransemen di bidang nada Universitas Yale, serta pada 2013 jadi dosen pengunjung di Universitas New York. Dari tahun 2007 sampai 2010 berprofesi selaku ketua administrator Pergelaran MATA di New York City, suatu badan yang didedikasikan buat mengiklankan buatan komposer belia.

Buatan serta rekaman konser

Nada Mazzoli dibawakan oleh Kuartet Kronos, burung gelap kedelapan, itu Minnesota Orchestra, player biola Jennifer Koh, player cello Maya Beiser, pianis Emmanuel Axe, Saat ini Ensemble, Cincinnati Opera, Los Angeles Opera, itu Chicago Symphony, itu Los Angeles Philharmonic, itu South Carolina Philharmonic, itu Orkestra Komposer Amerika, Dublin Crash Ensemble, ETHEL serta banyak yang lain di tempat- tempat tercantum Carnegie Hall serta Bangunan opera Sydney. Dari 2012- 2015 ia merupakan komposer- in- residence dengan Industri Opera Philadelphia, Gotham Chamber Opera serta Music Theater- Group, serta pada tahun 2011 atau 12 merupakan komposer atau pengajar yang bermukim bersama The Albany Symphony.

Mazzoli sudah mengeluarkan 3 album musiknya hingga dikala ini: Kota Basilika, ditulis buat bandnya Victoire( 2010), Lagu dari Uproar, rekaman aktor asli opera pertamanya( 2012), serta Vesper buat Era Kemalaman Terkini( 2015), suatu buatan buat bandnya Victoire bertugas serupa dengan perkusi Glenn Kotche( dari Wilco) serta vokalis Martha Cluver, Melissa Hughes serta Virginia Kelsey. Vesper buat Era Kemalaman Terkini ditugaskan oleh Carnegie Hall serta disiarkan kesatu di situ pada Februari 2014. Seluruh rekaman Mazzoli diluncurkan pada merek yang berplatform di Brooklyn Rekor Amsterdam Terkini.

Profesi operasional

GARAM

Menggambarkan kembali cerita sepanjang 20 menit Istri Lot buat suara, cello serta elektronik, GARAM dicoba di 2012 BAM Next Wave Pergelaran di Brooklyn serta di Busut Kapel UNC. Disusun buat player cello Maya Beiser serta vokalis Helga Davis, GARAM disutradarai oleh Robert Woodruff serta melibatkan bacaan oleh Erin Cressida Wilson.

Lagu dari Uproar

Opera awal Mazzoli, Lagu dari Ketegangan: Kehidupan serta Kematian Isabelle Eberhardt, bersumber pada kehidupan pengembara serta pengarang Swiss Isabelle Eberhardt, Disiarkan kesatu di tempat New York Dapur pada Maret 2012. Buatan itu terbuat bertugas serupa dengan pustakawan Royce Vavrek, kreator film Stephen Taylor serta sutradara Gia Forakis. The Wall Street Journal mengatakan buatan ini” kokoh serta terkini” serta The New York Times berkata kalau” dalam gelombang listrik dari angka Nona Mazzoli Kamu merasakan kebahagiaan, resiko, serta kemampuan tidak terbatas dari jiwa leluasa yang tidak terikat.”

Pada 13 November 2012, rekaman aktor asli Lagu dari Uproar diluncurkan pada Rekor Amsterdam Terkini.[16] Pada Oktober 2015 LA Opera menyampaikan penciptaan penuh kedua selaku bagian dari seri” Off Grand” mereka di REDCAT.

Baca juga : Sosok Freddie Mercury Yang Tidak Tergantikan Di Band Rock Queen

Membagi Gelombang

Opera Mazzoli Membagi Gelombang, suatu menyesuaikan diri dari Lars von Triertahun 1996 Grand Prix Cannesfilm juara Membagi Gelombang, dengan libretto oleh Royce Vavrek, ditugaskan oleh Opera Philadelphia serta Beth Morrison Cetak biru. Opera disiarkan kesatu di Philadelphia pada 22 September 2016 memperoleh banyak keterangan positif. Informasi Opera menulis itu” Membagi Gelombang berdiri di antara opera Amerika era ke- 21 terbaik yang sempat dibuat.”. Heidi Waleson dalam keterangannya buat The Wall Street Journal menulis:” libretto Mr. Vavrek yang lancar mencadangkan ruang yang lumayan untuk nada Ms. Mazzoli buat membuat potret lingkungan Bess serta lingkungannya yang keras…. Angka Ms. Mazzoli dengan cekatan menyamakan arias yang runcing dengan orkestrasi kaleidoskopik yang susunan serta rupanya membuktikan Messiaen, Britten serta Janáček, namun kesimpulannya jadi kepunyaannya sendiri.” Opera dinominasikan buat Apresiasi Opera Global 2017 buat Penayangan Kesatu Bumi Terbaik, serta memenangkan pengukuhannya Apresiasi Federasi Komentator Nada Amerika Utara buat Opera Terkini Terbaik di tahun 2017. Di 2019 Opera Skotlandia memublikasikan hendak mempertunjukkan Breaking the Waves dalam rekreasi bumi yang diawali pada 2019 Pergelaran Global Edinburgh, dalam penciptaan terkini yang disutradarai oleh Tom Morris.

Membuktikan

Pada 2018, Mazzoli tampak kesatu Meyakinkan, opera ketiganya dengan pustakawan Royce Vavrek, suatu menyesuaikan diri dari Karen Russellcerita pendek dengan kepala karangan yang serupa. Profesi itu ditugaskan oleh Opera Nasional Washington, Opera Omaha serta Pentas Miller. serta ditulis buat bariton John Moore serta Grammysopran- nominasi Talise Trevigne. Opera itu diucap” seram… kokoh… opera asli di era kita” oleh Washington Post serta” cemerlang” oleh Musical America. Ini hendak dicoba di Melirik Opera of ChicagoMusim 2021- 2022.

Film serta televisi

Mazzoli menulis serta mengantarkan sebagian lagu buat soundtrack demonstrasi nada klasik yang populer, Mozart di Hutan, paling utama” Impromptu”, serta buatan lain yang dihidangkan dalam kelangsungan pementasan oleh kepribadian Thomas Pembridge, purnakaryawan konduktor( fantasi) New York Symphony.

Pendapatan kritis

Mazzoli dipaparkan oleh The New York Times selaku” salah satu komposer yang dengan cara tidak berubah- ubah imajinatif serta mencengangkan yang saat ini bertugas di New York”, serta oleh Time Out New York selaku” Mozart pasca- milenial Brooklyn”. Pada bertepatan pada 23 November 2012 serta 28 Maret 2015, Mazzoli jadi pengunjung di NPRs Seluruh perihal dipikirkan.

Mazzoli merupakan akseptor 4 ASCAP Apresiasi Komposer Belia,[kutipan diperlukan] Suatu Fulbright Sumbangan ke Belanda,[kutipan diperlukan] Apresiasi Elaine Lebenbom dari Detroit Symphony, serta sumbangan dari Jerome Foundation, Pusat Nada Amerika, serta Barlow Endowment.

Sehabis pemutaran kesatu opera pertamanya di LA, Lagu dari Uproar, Mark Swed dari Los Angeles Times menulis kalau” Skornya yang luar lazim menggoda, kondictionarylatif, susah dimengerti dengan cara kebatinan, serta menyeleweng. Dengannya, kita bisa menyongsong alam terkini buat wujud seni.”

Terrence Mitchell Riley Komposer Dengan Aransemen Minimalis
Blog Informasi

Terrence Mitchell Riley Komposer Dengan Aransemen Minimalis

Terrence Mitchell Riley Komposer Dengan Aransemen Minimalis – Terrence Mitchell Riley( lahir 24 Juni 1935) merupakan seseorang komposer serta musisi pementasan Amerika yang sangat diketahui selaku pelopor sekolah aransemen minimalis. Dipengaruhi oleh jazz serta nada klasik India, musiknya jadi populer sebab pemakaian repetisi, metode nada tape, serta sistem janji yang inovatif. Ia menciptakan karya- karyanya yang sangat populer pada 1960- an: aransemen 1964 In C serta 1969 LP A Rainbow in Curved Air, keduanya dikira selaku landmark minimalis serta akibat berarti pada nada eksperimental, rock, serta elektronik kontemporer.

Terrence Mitchell Riley Komposer Dengan Aransemen Minimalis

Terrence Mitchell Riley Komposer Dengan Aransemen Minimalis
segundasculturais.com

mikis-theodorakis – Dibesarkan di California, Riley mulai menekuni aransemen serta memainkan piano solo pada 1950- an. Ia bersahabat serta bekerja sama dengan komposer La Monte Young, serta setelah itu ikut serta dengan San Francisco Tape Music Center. Perjanjian 2 rekaman dengan CBS pada akhir 1960- an, menciptakan rekaman LP In C( 1968) serta A Rainbow in Curved Air( 1969), bawa ciptaannya ke khalayak yang lebih besar. Pada 1970- an, beliau mengawali riset intensif dengan biduan Hindustan Pandit Pran Nath. Ia sudah kerap bekerja sama sejauh pekerjaannya, sangat besar dengan ansambel kamar Kronos Quartet serta putranya, gitaris Gyan Riley.

Baca juga : Komposer Klasik California Yang Harus Anda Ketahui

Lahir di Colfax, California pada tahun 1935, Riley mulai tampak selaku pianis solo sepanjang tahun 1950- an. Sepanjang dasawarsa itu, beliau berlatih aransemen di San Francisco State University, San Francisco Conservatory, serta University of California, Berkeley, berlatih dengan Seymour Shifrin serta Robert Erickson. Ia bersahabat dengan komposer La Monte Young, yang aransemen minimalis dini memakai bunyi berkepanjangan merupakan akibat; bersama- sama, Young serta Riley menunjukkan aransemen improvisasi Riley Concert for Two Pianists and Tape Recorders pada tahun 1959–60. Riley setelah itu ikut serta dalam eksperimental San Francisco Tape Music Center, bertugas dengan Morton Subotnick, Steve Reich, Pauline Oliveros, serta Ramon Sender. Sejauh tahun 1960- an beliau pula kerap berjalan di Eropa, mengutip akibat nada serta mensupport dirinya sendiri dengan main di kafe piano. Ia pula tampak sesaat dengan Theatre of Eternal Music di New York.

Gurunya yang sangat mempengaruhi merupakan Pandit Pran Nath( 1918–1996), seseorang ahli suara klasik India yang pula membimbing La Monte Young, Marian Zazeela, serta Michael Harrison. Riley melaksanakan banyak ekspedisi ke India sepanjang federasi mereka buat berlatih serta menemaninya di tabla, tambura, serta suara. Pada tahun 1971 beliau berasosiasi dengan fakultas Mills College buat membimbing nada klasik India. Riley pula mengambil John Cage serta” tim nada kamar yang amat hebat dari John Coltrane serta Miles Davis, Charles Mingus, Bill Evans, serta Gil Evans” selaku akibat pada ciptaannya. Ia dianugerahi titel Ahli Martabat di aspek Nada di Universitas Chapman pada tahun 2007.

Riley mengawali ikatan waktu panjangnya dengan Kronos Quartet kala ia berjumpa dengan penggagas mereka David Harrington dikala di Mills. Sepanjang pekerjaannya, Riley menata 13 kuartet menggosok buat ansambel, di sisi karya- karya lain. Ia menulis buatan orkestra pertamanya, Jade Palace, pada tahun 1991, serta lalu mengejar jalur itu, dengan sebagian aransemen orkestra yang ditugaskan menyusul. Ia pula dikala ini tampak serta membimbing bagus selaku vokalis badan India serta selaku pianis solo.

Riley lalu tampak live, serta ialah bagian dari pergelaran All Tomorrows Party pada Mei 2011.

Nada Riley umumnya didasarkan pada improvisasi lewat serangkaian bentuk modal dengan jauh yang berlainan. Karya- karya semacam In C( 1964) serta Keyboard Studies( 1964–1966) mendemonstrasikan metode ini. Performa awal In C dibawakan oleh Steve Reich, Jon Gibson, Pauline Oliveros serta Morton Subotnick. Wujudnya merupakan suatu inovasi: Buatan ini terdiri dari 53 materi terpisah dengan kurang lebih satu dosis tiap- tiap, tiap- tiap bermuatan pola nada yang berlainan namun tiap- tiap, semacam judulnya, dalam kunci C. Satu player melayangkan bunyi Cs yang normal pada piano buat melindungi tempo. Yang lain, dalam jumlah berapa juga serta pada instrumen apa juga, menunjukkan materi nada ini dengan menjajaki sebagian bimbingan longgar, dengan materi nada yang berlainan silih terpaut dengan bermacam metode bersamaan berjalannya durasi.

Baca juga : Sosok Freddie Mercury Yang Tidak Tergantikan Di Band Rock Queen

Pada 1950- an Riley telah bertugas dengan loop tape, suatu teknologi yang sedang dalam era perkembangan pada dikala itu; ia setelah itu, dengan dorongan seseorang insinyur suara, menghasilkan apa yang ia ucap” akumulator sela waktu durasi”. Ia lalu memalsukan kaset buat dampak nada, di sanggar serta dalam pementasan langsung sejauh pekerjaannya. Sebagian rekaman dini bertajuk Music for the Gift( 1963) menunjukkan game terompet dari Chet Baker. Sepanjang durasi Riley di Paris, dikala menata bagian ini, ia mempertimbangkan serta menghasilkan metode akumulator sela waktu durasi. Ia sudah menata cuma memakai aksen dan mikroton. Di New York City pada medio 1960- an beliau main dengan sahabat lamanya La Monte Young, dan dengan John Cale serta player tabla Angus MacLise, yang ialah badan penggagas The Velvet Underground. Riley dikreditkan selaku gagasan bagian keyboard Cale pada aransemen Lou Reed” All Tomorrows Party”, yang dinyanyikan oleh aktris Jerman Nico serta tercantum dalam album The Velvet Underground serta Nico, yang direkam pada tahun 1966.

Album elektronik overdub populer Riley A Rainbow in Curved Air( direkam 1968, diluncurkan 1969) mengilhami banyak kemajuan berikutnya dalam nada elektronik. Ini tercantum bagian alat Pete Townshend di The World Health Organization” Wont Get Fooled Again” serta” Baba ORiley”, yang terakhir dipanggil selaku hidmat pada Riley dan Meher Baba. Charles Hazlewood, dalam dokumenter BBC mengenai Minimalism( Bagian 1) membuktikan kalau album Tubular Bells oleh Mike Oldfield pula termotivasi oleh ilustrasi Riley.

Kolega Riley tercantum Rova Saxophone Quartet, Pauline Oliveros, ARTE Quartett, serta, begitu juga dituturkan, Kronos Quartet. Rekaman Konser Lisbon 1995- nya menunjukkan ia dalam bentuk piano solo, berimprovisasi pada ciptaannya sendiri. Dalam memo liner Riley mengambil Art Tatum, Bud Powell serta Bill Evans selaku” bahadur” pianonya, yang melukiskan berartinya jazz buat konsepsinya.

Kehidupan pribadi

Ia mempunyai 3 anak: satu gadis, Colleen, serta 2 putra, Gyan, yang ialah gitaris, serta Shahn. Ia menikah dengan Ann Riley hingga kepergiannya pada tahun 2015.

Diskografi

  • – 1963: Nada buat Hadiah( Alat of Corti 1, 1963)
  • – 1965: Reed Streams, Mass Art Inc. M- 131
  • – 1967: Youre Nomor Good, direkam pada tahun 1967 namun belum diluncurkan sampai tahun 2000( Cortical Foundation atau Alat of Corti, 2000)
  • – 1968: Germ, dengan Gérard Frémy& Martine Joste( Spalax CD 14542, 1998). Tercantum jalan Pierre Mariétan.
  • – 1968: Di C, Columbia MS7178
  • – 1969: Pelangi di Hawa Membengkok, CBS 64564
  • – 1971: Gereja Anthrax, dengan John Cale( CBS)
  • – 1972: Happy Ending( soundtrack film Bimbingan Yeux Fermés), Warner Bros. Records France 46125; Bimbingan Yeux Fermés& Lifespan, buat alat listrik tunggal; 2 soundtrack( 2007 diterbitkan balik)
  • – 1972: Darwis Operasi Persia, Shanti 83502
  • – 1975: Le Secret de la Vie( soundtrack film Lifespan), Philips France 9120 037
  • – 1975: Descending Moonshine Darvishes, Kuckuck Records
  • – 1978: Shri Camel, CBS Masterworks M3519, buat alat elektronik solo yang disetel cuma dengan aksen serta dimodifikasi dengan janji digital
  • – 1983: Lagu buat 10 Suara 2 Rasul, buat 2 synthesizer Prophet 5, Kuckuck Records
  • – 1984: Terry Riley: Cadenza on the Night Plain, suatu kerja sama dengan Kronos Quartet
  • – 1984: Terry Riley serta Krishna Bhatt: Terry Riley serta Krishna Bhatt Duo, kerja sama dengan Krishna Bhatt
  • – 1985: Nomor Mans Land
  • – 1986: The Harp of New Albion, buat piano yang disetel cuma dengan intonasi
  • – 1987: Lantunan Sinar Pemikiran ke Depan, dengan Aksen Saxophone Rova Quartet
  • – 1989: Salome Dances for Peace, buat Kronos Quartet
  • – 1995: Lisbon Concert, konser piano solo, direkam langsung 16 Juli 1995 Pergelaran dos Capuchos, Teatro São Luis, Lisbon, Portugal., New Albion Records
  • – 1997: Petang Berat kaki Di Antara Buaya, album eksperimental direkam dengan kontrabass Stefano Scodanibbio.
  • – 1998: Nada Piano John Adams serta Terry Riley, dibawakan oleh Gloria Cheng
  • – 2001: Moscow Conservatory Solo Piano Concert, rekaman pementasan langsung pada 18 April 2000
  • – 2002: Sun Rings buat Kronos Quartet
  • – 2002: Atlantis Nath, versi berbekas tangan 1000 eksemplar
  • – 2004: The Cusp of Magic, dengan Kronos Quartet, yang digubah buat balik tahunnya yang ketujuh puluh, suatu ode buat ritus Midsummer Eve
  • – 2008: Banana Humberto, konser piano dengan Paul Dresher Ensemble
  • – 2008: Gamal Terakhir di Paris, pementasan alat listrik solo di Paris, 1978
  • – 2010: Two Early Works, rekaman awal dari 2 aransemen dini Riley, dibawakan oleh Calder Quartet
  • – 2012: Aleph
  • – 2015: Gram Song, Kronos Quartet, buat meluhurkan balik tahunnya yang kedelapan puluh
  • – 2019: Singgasana Raja hutan, dengan biduan Amelia Cuni, direkam dengan cara langsung( Nada Sri Moonshine, SMM008)
Komposer Klasik California Yang Harus Anda Ketahui
Blog Informasi Musik

Komposer Klasik California Yang Harus Anda Ketahui

Komposer Klasik California Yang Harus Anda Ketahui – Dunia musik klasik Pantai Barat mungkin lebih muda dari Pantai Timur, tetapi dengan kemudaan datanglah vitalitas. Kelima komposer hidup ini telah mengubah keadaan musik baru tidak hanya di California, tetapi di seluruh negeri.

Komposer Klasik California Yang Harus Anda Ketahui

Terry_Riley
chamber-music.org

mikis-theodorakis – Orang California klasik, Terry Riley lahir di Colfax, Placer County, dan menyelesaikan studi sarjananya di San Francisco State University sebelum pindah ke East Bay untuk kuliah di University of California, Berkeley. Dia kemudian mengajar di Mills College di Oakland. Riley terkenal dengan karya tahun 1964 In C, yang telah dikreditkan dengan meluncurkan gerakan minimalis dalam musik. Namun, ia telah menyusun banyak sekali karya sejak saat itu, termasuk banyak karya untuk Kronos Quartet yang berbasis di San Francisco. Idiom musik Riley sangat beragam, yang diambil dari pengaruh termasuk musik klasik India, musik elektronik, dan jazz. Ketika dia tidak berada di rumahnya di Grass Valley, Riley dapat ditemukan tampil di seluruh negeri.

Baca juga : 10 Komponis Muda Yang Mendefinisikan Ulang Musik Klasik

Meskipun dia pindah ke New York saat remaja untuk bekerja di klub jazz Birdland yang legendaris dan saat ini tinggal di Woodstock, Carla Bley — komposer jazz, kibordis, dan pemimpin band — lahir dan besar di Oakland. Opera jazznya, Escalator Berlebihan the Hill mungkin adalah karyanya yang paling terkenal, tetapi Bley adalah artis rekaman yang produktif Organisasi Kesehatan Dunia telah membuat banyak album yang patut dicatat berlebihan dalam beberapa dekade terakhir. Album terbarunya, Trios (2013), menerima pujian dari semua pengulas musik. Bley telah berkolaborasi dengan berbagai artis jazz dan rock gratis, termasuk anggota Pink Floyd dan Cream, selain memimpin band besarnya sendiri.

Terrence Mitchell Riley (lahir 24 Juni 1935) adalah seorang komposer dan musisi Amerika yang terkenal sebagai pelopor sekolah komposisi minimalis. Dipengaruhi oleh jazz dan musik klasik India, musiknya menjadi terkenal karena penggunaan pengulangan yang inovatif, teknik musik tape, dan sistem penundaan. Dia menghasilkan karya-karyanya yang paling terkenal pada 1960-an: komposisi 1964 In C dan 1969 LP A Rainbow in Curved Air, keduanya dianggap sebagai landmark minimalis dan pengaruh penting pada musik eksperimental, rock, dan elektronik kontemporer.

Dibesarkan di California, Riley mulai mempelajari komposisi dan memainkan piano solo pada tahun 1950-an. Dia berteman dan berkolaborasi dengan komposer La Monte Young, dan kemudian terlibat dengan San Francisco Tape Music Center. Kesepakatan dua rekaman dengan CBS pada akhir 1960-an, menghasilkan rekaman LP In C (1968) dan A Rainbow in Curved Air (1969), membawa karyanya ke khalayak yang lebih luas. Pada 1970-an, ia mulai belajar intensif dengan penyanyi Hindustan Pandit Pran Nath. Dia telah sering berkolaborasi sepanjang karirnya, paling luas dengan ansambel kamar Kronos Quartet dan putranya, gitaris Gyan Riley.

Lahir di Colfax, California pada tahun 1935, Riley mulai tampil sebagai pianis solo selama tahun 1950-an. Selama dekade itu, ia belajar komposisi di San Francisco State University, San Francisco Conservatory, dan University of California, Berkeley, belajar dengan Seymour Shifrin dan Robert Erickson. Dia berteman dengan komposer La Monte Young, yang komposisi minimalis paling awal yang menggunakan nada berkelanjutan menjadi pengaruh; bersama-sama, Young dan Riley menampilkan Konser komposisi improvisasi Riley untuk Dua Pianis dan Perekam Pita pada tahun 1959–1960. Riley kemudian terlibat dalam San Francisco Tape Music Center, bekerja dengan Morton Subotnick, Steve Reich, Pauline Oliveros, dan Ramon Sender. Sepanjang 1960-an ia juga sering bepergian ke Eropa, menikmati pengaruh musik dan mendukung dirinya sendiri dengan bermain di bar piano. Dia juga tampil sebentar dengan Theatre of Eternal Music di New York.

Guru yang menjadi acuan sukses ialah Pandit Pran Nath , seorang master suara India klasik yang juga mengajar La Monte Young, Marian Zazela, dan Michael Harrison. Riley melakukan banyak perjalanan ke India selama asosiasi mereka untuk belajar dan menemaninya di Tabla, Tambura, dan Suara. Pada tahun 1971 ia bergabung dengan Fakultas Mills College untuk mengajar musik klasik India. Riley juga mengutip John Cage dan “Grup Musik sangat bagus dari John Coltrane dan Miles Davis, Charles Mingus, Bill Evans, dan Gil Evans” sebagai pengaruh pada pekerjaannya. Dia dianugerahi doktor kehormatan dalam musik di Chapman University pada 2007.

Riley memulai hubungan jangka panjangnya dengan Kronos Quartet ketika dia bertemu dengan pendiri mereka David Harrington saat berada di Mills. Selama karirnya, Riley menyusun 13 kuartet senar untuk ansambel, di samping karya lainnya. Dia menulis karya orkestra pertamanya, Jade Palace, pada tahun 1991, dan terus mengejar jalan itu, dengan beberapa komposisi orkestra yang ditugaskan mengikuti. Dia juga saat ini tampil dan mengajar sebagai vokalis raga India dan sebagai pianis solo.

Riley terus tampil live, dan menjadi bagian dari festival All Tomorrow’s Parties pada Mei 2011.

Musik Riley biasanya didasarkan pada improvisasi melalui serangkaian figur modal dengan panjang yang berbeda. Karya-karya seperti In C (1964) dan Keyboard Studies (1964–1966) mendemonstrasikan teknik ini. Penampilan pertama In C dibawakan oleh Steve Reich, Jon Gibson, Pauline Oliveros dan Morton Subotnick. Bentuknya adalah sebuah inovasi: Karya tersebut terdiri dari 53 modul terpisah yang masing-masing terdiri dari satu ukuran, masing-masing berisi pola musik yang berbeda tetapi masing-masing, seperti tersirat dalam judulnya, dalam kunci C. Seorang penampil mengalahkan denyut C yang stabil di piano untuk menjaga tempo. Yang lain, dalam nomor berapa pun dan pada instrumen apa pun, melakukan modul musik ini mengikuti beberapa pedoman longgar, dengan modul musik yang berbeda saling terkait dalam berbagai cara seiring berjalannya waktu.

Pada tahun 1950-an Riley sudah bekerja dengan tape loop, sebuah teknologi yang masih dalam tahap awal; dia kemudian, dengan bantuan seorang insinyur suara, menciptakan apa yang dia sebut “akumulator jeda waktu”. Dia terus memanipulasi kaset untuk efek musik, di studio dan pertunjukan langsung sepanjang karirnya. Potongan pita awal berjudul Music for the Gift (1963) menampilkan permainan terompet Chet Baker. Selama Riley berada di Paris, saat membuat karya ini, dia memikirkan dan menciptakan teknik akumulator jeda waktu. Dia telah mengarang hanya menggunakan intonasi dan juga mikroton. [9] Di New York City pada pertengahan 1960-an ia bermain dengan teman lamanya La Monte Young, serta dengan John Cale dan pemain tabla Angus MacLise, yang merupakan anggota pendiri The Velvet Underground. Riley dikreditkan sebagai inspirasi bagian keyboard Cale pada komposisi Lou Reed “All Tomorrow’s Parties”, yang dinyanyikan oleh aktris Jerman Nico dan dimasukkan dalam album The Velvet Underground and Nico, yang direkam pada tahun 1966.

Album elektronik Riley yang terkenal dengan overdub A Rainbow in Curved Air (direkam 1968, dirilis 1969) mengilhami banyak perkembangan selanjutnya dalam musik elektronik. Ini termasuk bagian organ Pete Townshend di The Who’s “Won’t Get Fooled Again” dan “Baba O’Riley”, yang terakhir dinamai sebagai penghormatan kepada Riley dan juga Meher Baba. Charles Hazlewood, dalam dokumenter BBC tentang Minimalisme (Bagian 1) menunjukkan bahwa album ‘Tubular Bells’ oleh Mike Oldfield juga terinspirasi oleh contoh Riley.

Baca juga : Freddie Mercury Tidak Dapat Tergantikan Menurut Adam Lambert

Riley tampil di 2018. Kolaborator Riley termasuk Rova Saxophone Quartet, Pauline Oliveros, ARTE Quartett, dan, sebagaimana disebutkan, Kronos Quartet. Rekamannya di Lisbon Concert tahun 1995 menampilkan dia dalam format piano solo, berimprovisasi pada karyanya sendiri. Dalam catatan liner, Riley mengutip Art Tatum, Bud Powell dan Bill Evans sebagai “pahlawan” pianonya, yang menggambarkan pentingnya jazz dalam konsepsinya.

  • Lisa Bielawa (1968)

Lahir di San Francisco dari keluarga musik (ayahnya adalah pensiunan profesor musik Negara Bagian San Francisco Herbert Bielawa), komposer dan penyanyi Lisa Bielawa mulai membuat musik pada usia muda. Pada tahun 1990, dia pindah ke New York, kemudian bergabung dengan Philip Glass Ensemble dan menjadi pendiri MATA Pergelaran dari komposer muda. Tapi Bielawa meluangkan waktu untuk West Coast — dia baru-baru ini memimpin pertunjukan skala besarnya Airfield Broadcasts di San Francisco’s Crissy Field, dan dia saat ini adalah Artistic Director dari San Francisco Girls Chorus, di mana dia juga seorang lulusan. Seringkali menggabungkan sastra, arsitektur, dan pidato, gaya Bielawa sangat khas.

  • Gabriela Abai Frank (1972)

Komposer dan pianis Gabriela Abai Frank lahir dan besar di Berkeley, dan tetap menjadi penduduk Bay Zona. Sebagai ‘hippie gringa- latina’ yang menggambarkan dirinya sendiri, komposisinya sering kali mengacu pada warisan Peruvian dan melakukan perjalanan di Amerika Tengah dan Selatan, dengan elemen rakyat dan naratif yang melibatkan pendengar dari semua latar belakang. Saat ini sebagai komposer yang tinggal di Houston Symphony dan Detroit Symphony Orchestra, Frank telah bekerja dengan beberapa ansambel paling bergengsi di negara ini; afiliasinya di California termasuk San Francisco Symphony dan Los Angeles Philharmonic, antara lain. Frank juga bekerja dengan Organisasi Sphinx, yang mendukung perkembangan artistik orang Afrika-Amerika dan Latin atau musisi klasik.

  • Samuel Adams (1985)

Universitas dan Sekolah Musik Yale sebelum menetap di Oakland. Gaya komposisinya rumit, memadukan jazz, minimalis, dan musik elektronik, tetapi mempertahankan aksesibilitasnya dengan menggunakan judul yang menggugah seperti ‘Radial Play.’ Karya Adams baru-baru ini dibawakan oleh San Francisco Symphony, Berkeley Symphony, dan pianis Sarah Cahill , di antara kelompok lainnya. Pada 2015, dia akan bekerja sebagai komposer residensi Chicago Symphony Orchestra.

  • Rebecca Wishnia

Rebecca Wishnia adalah pemain biola dan pengajar musik di Wilayah Teluk San Francisco yang memiliki misi untuk memberdayakan siswa agar menjadi diri terbaik mereka. Dia adalah instruktur biola / biola di Las Positas College dan juga pengajar di Pusat Musik Crowden. Di studio pribadinya, Rebecca bekerja dengan pemain biola antusias dari segala usia. Pada 2017, pengajarannya adalah subjek dari film dokumenter pendek yang diproduksi oleh SFGovTv.

Saat tidak mengajar, Rebecca tampil sebagai musisi orkestra di seluruh Bay Area. Musim ini, dia bermain dengan Berkeley Symphony, Lamplighters Music Theater, Pocket Opera, dan grup lain (periksa kalender untuk tanggal yang akan datang). Di waktu senggangnya, Anda bisa melihatnya mendaki perbukitan East Bay atau bermain duet dengan tunangannya, Doug.

Dibesarkan di San Francisco oleh dua pemain cello, Rebecca memulai studi musiknya pada usia empat tahun. Melalui pekerjaan magangnya di organisasi nirlaba Villa Sinfonia, dia jatuh cinta dengan mengajar saat masih di sekolah menengah. Setelah mendapatkan gelar masternya di bidang musik, dia kembali ke Villa Sinfonia sebagai anggota fakultas. Saat ini, Rebecca mengembangkan pengaturan baru dan sumber daya lain untuk siswa dan guru, dan saat ini sedang mengerjakan rekaman konser siswa era Romantis yang terlupakan. Dia adalah anggota American String Teachers Association.

10 Komponis Muda Yang Mendefinisikan Ulang Musik Klasik
Blog Informasi

10 Komponis Muda Yang Mendefinisikan Ulang Musik Klasik

10 Komponis Muda Yang Mendefinisikan Ulang Musik Klasik – Sedangkan komposer hebat semacam Bach serta Beethoven bisa jadi sedang berdaulat di area klasik, angkatan komposer belia terkini menantang batas tradisionalnya. Dari suara indie- klasik yang membayang- bayangi Missy Mazzoli sampai petualangan pasca- genre Judd Greenstein, kita menunjukkan 10 komposer inovatif yang memperkenalkan kehidupan terkini pada nada klasik.

10 Komponis Muda Yang Mendefinisikan Ulang Musik Klasik

10 Komponis Muda Yang Mendefinisikan Ulang Musik Klasik
kunr.org

  • Nona Mazzoli

mikis-theodorakis – Dipuji oleh The New York Times selaku salah satu” komposer yang lebih tidak berubah- ubah serta mencengangkan yang saat ini bertugas di New York,” Missy Mazzoli merupakan komposer serta keyboardis Amerika yang berplatform di Brooklyn yang ciptaannya mencaplok garis antara klasik serta indie dengan suara inovatif yang membayang- bayangi. Opera debutnya Song from the Uproar disiarkan kesatu pada tahun 2012 buat menemukan sambutan hangat. Tidak hanya itu, ciptaannya sudah dipertunjukkan di semua bumi oleh New York City Opera serta Sydney Symphony, serta sedang banyak lagi. Dikala ini bertugas selaku komposer- in- residence dengan Opera Philadelphia serta Gotham Chamber Opera, cetak biru Mazzoli di era depan tercantum Breaking the Waves- sebuah opera kamar yang didasarkan pada film Lars Von Triers 1996 dengan julukan yang serupa yang hendak tayang kesatu pada tahun 2016.

Baca juga : Richard Wagner Komposer musik Klasik Dari Jerman

  • Dobrinka Tabakova

Berawal dari Bulgaria, Dobrinka Tabakova membuktikan kemampuan luar lazim semenjak umur belia, memenangkan” Hadiah Jean- Frédéric Perrenoud” di Pertandingan Nada Global Wina ke- 4 saat sebelum ia berumur 14 tahun. Ia sudah dipuji oleh komposer terkenal John Adams selaku” amat otentik serta sangat jarang.” Alumnus Kings College London, di mana beliau menyambut titel PhD di aspek Aransemen, buatan Tabakova sudah dideskripsikan selaku” bijak serta gampang dihampiri” oleh Gramophone Magazine, dengan suara yang bersahabat sekalian terkini. Album komplit debutnya yang menemukan aplaus kritis String Paths diluncurkan pada 2013 serta setelah itu menyambut pencalonan Grammy Award buat“ Best Classical Compendium pada 2014.

  • Cheryl Frances- Hoad

Komposer Inggris Cheryl Frances- Hoad mengawali pekerjaannya yang luar lazim kala ia menekuni cello pada umur 6 tahun, saat sebelum berlatih di Sekolah Yehudi Menuhin yang bergengsi serta memenangkan Pertandingan“ Komposer Belia BBC” pada tahun 1996 pada umur 15 tahun. Saat ini seseorang komposer kamar profesional, buatan Frances- Hoad sudah dipentaskan di tempat nada kamar terkenal tercantum Londons Wigmore Hall serta The Purcell Room. Komisi 2014- nya, Five Rackets for Trio Relay dipuji selaku” fresh serta lucu” oleh Majalah Nada BBC, sedangkan opera debutnya, Amys Last Drive- berdasarkan astronaut perempuan perintis Amy Johnson- ditayangkan kesatu di Program Olimpiade Adat Yorkshire pada tahun 2012 berbarengan dengan Olimpiade London.

  • Ann Cleare

Diketahui sebab mendesak batas dari apa yang membuat nada klasik kontemporer, komposer Irlandia Ann Cleare mencampurkan pembelajaran tradisionalnya yang berlatih buat titel PhD dalam Aransemen di Universitas Harvard dengan kewajiban menekuni nada elektronik di IRCAM Paris. Bisa jadi dengan cara atipikal buat komposer klasik, Cleare mengambil rocker indie Arcade Fire serta The Pixies di antara pengaruhnya serta mengutip pendekatan multi- instrumental eksperimental buat musiknya, mencampurkan electronica dengan instrumen yang lebih klasik. Komposisinya pada tahun 2007, Dorchadas( tutur dalam bahasa Irlandia buat kemalaman) dipaparkan oleh Mic selaku investigasi multi- instrumentalis dari” kekhawatiran penting hendak kemalaman”. Cetak biru era depan tercantum komisi buat Pergelaran MATA 2015 di New York.

  • Angélica Negrón

Lahir di Puerto Rico pada tahun 1981, Angélica Negrón dididik di Conservatory of Music of Puerto Rico di mana ia berlatih piano, biola, serta setelah itu aransemen di dasar komposer populer Alfonso Fuentes saat sebelum alih ke Brooklyn, New York. Mendanakan dalam menghasilkan suara yang sekalian kompleks serta simpel, konvensional serta liberal, Negrón berpadu, semacam yang nampak dalam aransemen 2011 Bubblegum Grass atau Peppermint Field kepunyaannya, instrumen kamar konvensional dengan instrumen terkini semacam Klonengan Elektrika. Orkestra Simfoni Puerto serta Kuartet Perkusi Iktus merupakan di antara ansambel yang menunjukkan karya- karya Negrón serta komposernya dengan cara tertib menulis nada buat tim pentas eksperimental Puerto Rico Y Nomor Había Luz.

  • Nico Muhly

Alumnus Juilliard School bergengsi di New York, Nico Muhly merupakan kesayangan bundaran nada klasik kontemporer dengan BBC Music yang mendefinisikan suaranya selaku” belia, klasik tanpa ketentuan, penuh daya cipta rute jenis.” Seseorang komposer ahli yang bertugas di nada chamber serta orkestra, balet, serta opera, buatan populer Muhly tercantum opera Two Boys 2011, suatu cerita romansa internet yang suram yang dipuji oleh komentator New York Times Anthony Tommasini selaku” ambisius serta inovatif.” Kolaborasinya dengan band- band tercantum The Grizzly Bear serta Antony and the Johnsons bersama seringnya bekerja sama dengan merek rekaman avant- garde Islandia, Bedroom Community, yang mengeluarkan CD debutnya Speaks Volumes pada 2006.

Baca juga : Freddie Mercury Tidak Dapat Tergantikan Menurut Adam Lambert

  • Daníel Bjarnason

Kemampuan Islandia Daníel Bjarnason mempertajam keterampilannya menekuni piano serta aransemen di Sekolah Besar Nada Reykjavik saat sebelum pergi ke Jerman buat berlatih mengetuai orkestra di Universitas Nada Freiburg. Luncurkan album debutnya Processions pada tahun 2010 memantapkannya di kancah nada klasik global, serta album itu dipuji oleh Time Out NY selaku” amat mendekati arti nada klasik bumi terkini yang berani serta tidak bisa dipaparkan”. Ia pula bawa kembali apresiasi Komposer Terbaik atau Aransemen Terbaik di Icelandic Music Awards. Di luar bumi nada klasik, Bjarnason sudah bekerja sama dengan rocker Islandia Sigur Rós serta berkontribusi pada nada film Islandia The Deep yang menemukan aplaus kritis.

  • Judd Greenstein

Berawal dari New York City, buatan Judd Greenstein bersumber kokoh pada kepekaan pasca- genre dengan suara yang tidak sempat menghindar dari pencampuran style serta instrumen yang berlainan. Musiknya senantiasa seluruhnya terbuka buat banyak akibat yang berbeda- tercermin dalam beraneka ragam tubuh yang sudah membebankan ciptaannya serta berkisar dari NOW Ensemble eksperimental, sampai tubuh yang lebih konvensional semacam North Carolina Symphony serta Minnesota Orchestra. Jiwa wiraswasta dengan ambisi asli buat nada dalam seluruh wujud, Greenstein pula ialah buah pikiran di balik merek rekaman genre- bending New Amsterdam Records serta kurator Pergelaran Nada Ecstatic New York, yang memperlihatkan kerja sama rute jenis.

  • Thomas Adès

Lahir di London pada tahun 1971, Thomas Adès merupakan salah satu komposer sangat dihormati di generasinya. Sehabis menuntaskan pendidikannya di Sekolah Nada Guildhall London, Adès meneruskan buat berlatih piano dalam nada kamar di dasar komposer Hongaria yang terpandang, György Kurtág. Pada umur 25, Adès menulis opera pertamanya, Powder Her Face, suatu buatan ambisius yang menulis naik turunnya sosialita Inggris populer Margaret Campbell, Duchess of Argyle. Cetak biru ini menggunakan bermacam style nada tercantum klasik dini era ke- 20 serta kabaret. Opera sudah dielu- elukan selaku klasik modern, serta ciptaannya sudah dipentaskan di semua bumi di tempat- tempat tercantum Royal Opera House London serta Kota besar Opera House di New York.

  • Mason Bates

Dengan cara tertib dielu- elukan selaku salah satu komposer sangat inovatif di bumi nada klasik kontemporer, Mason Bates diketahui sebab kombinasi orkestra serta elektroniknya. Pada tahun 2012, beliau jadi salah satu akseptor paling muda yang dianugerahi Medali Heinz, dengan penggagas Teresa Heinz yang melaporkan kalau nada Bates sudah” memindahkan orkestra ke masa digital serta melenyapkan batas- batas nada klasik”. Dicirikan oleh pendekatan avant- garde buat aransemen orkestra serta deskripsi dengan meluhurkan style nada yang beraneka ragam semacam jazz serta techno, buatan Bates sudah dibawakan oleh orkestra tercantum San Francisco Symphony serta London Symphony.

Richard Wagner Komposer musik Klasik Dari Jerman
Blog Informasi

Richard Wagner Komposer musik Klasik Dari Jerman

Richard Wagner Komposer musik Klasik Dari Jerman – Wilhelm Richard Wagner adalah seorang komposer, sutradara teater, polemik, dan konduktor Jerman yang terkenal karena opera-operanya (atau, karena beberapa dari karya dewasanya kemudian dikenal, “drama musik”). Tidak seperti kebanyakan komposer opera, Wagner menulis libretto dan musik untuk setiap karya panggungnya. Awalnya membangun reputasinya sebagai komposer karya dalam nada romantis Carl Maria von Weber dan Giacomo Meyerbeer, Wagner merevolusi opera melalui konsepnya tentang Gesamtkunstwerk (“karya seni total”), di mana ia berusaha untuk mensintesis puisi, visual , seni musik dan drama, dengan musik bersumber dari drama. Dia menggambarkan visi ini dalam serangkaian esai yang diterbitkan antara tahun 1849 dan 1852. Wagner menyadari ide-ide ini sepenuhnya pada paruh pertama siklus empat opera Der Ring des Nibelungen (Cincin Nibelung).

Richard Wagner Komposer musik Klasik Dari Jerman

Richard Wagner Komposer musik Klasik Dari Jerman
minews.id

mikis-theodorakis – Komposisinya, terutama pada periode selanjutnya, terkenal karena teksturnya yang kompleks, harmoni dan orkestrasinya yang kaya, dan penggunaan motif leit yang rumit — frasa musik yang terkait dengan karakter, tempat, ide, atau elemen plot individu. Kemajuannya dalam bahasa musik, seperti chromaticism yang ekstrim dan pusat nada yang cepat berubah, sangat mempengaruhi perkembangan musik klasik. Tristan und Isolde-nya kadang-kadang digambarkan sebagai tanda awal musik modern.

Wagner membangun gedung opera sendiri, Bayreuth Festspielhaus, yang mewujudkan banyak fitur desain baru. The Ring and Parsifal ditayangkan perdana di sini dan karya panggung terpentingnya terus ditampilkan di Festival Bayreuth tahunan, yang dijalankan oleh keturunannya. Pemikirannya tentang kontribusi relatif musik dan drama dalam opera berubah lagi, dan dia memperkenalkan kembali beberapa bentuk tradisional ke dalam beberapa karya panggung terakhirnya, termasuk Die Meistersinger von Nürnberg (The Mastersingers of Nuremberg).

Hingga tahun-tahun terakhirnya, kehidupan Wagner diwarnai oleh pengasingan politik, hubungan cinta yang bergejolak, kemiskinan, dan pelarian berulang kali dari para kreditornya. Tulisan kontroversialnya tentang musik, drama, dan politik telah menarik banyak komentar – terutama, sejak akhir abad ke-20, di mana mereka mengekspresikan sentimen antisemit. Pengaruh idenya dapat ditelusuri di banyak seni sepanjang abad ke-20; pengaruhnya menyebar melampaui komposisi menjadi seni rupa, filsafat, sastra, seni visual dan teater.

Baca juga : 6 Komposer Untuk Musik Perfilman Di Indonesia Yang Sangat Fenomenal

Richard Wagner lahir dari keluarga etnis Jerman di Leipzig, yang tinggal di No 3, Brühl (Rumah Singa Merah Putih) di kawasan Yahudi. Dia dibaptis di Gereja St. Thomas. Dia adalah anak kesembilan dari Carl Friedrich Wagner, yang merupakan juru tulis di kepolisian Leipzig, dan istrinya, Johanna Rosine (née Paetz), putri seorang tukang roti. Ayah Wagner, Carl, meninggal karena tifus enam bulan setelah kelahiran Richard. Setelah itu, ibunya, Johanna, tinggal bersama teman Carl, aktor dan penulis naskah Ludwig Geyer. Pada bulan Agustus 1814 Johanna dan Geyer mungkin menikah — meskipun tidak ada dokumentasi tentang hal ini yang ditemukan dalam daftar gereja Leipzig. Dia dan keluarganya pindah ke kediaman Geyer di Dresden. Sampai dia berumur empat belas tahun, Wagner dikenal sebagai Wilhelm Richard Geyer. Dia hampir pasti mengira Geyer adalah ayah kandungnya.

Kecintaan Geyer pada teater dibagikan oleh putra tirinya, dan Wagner mengambil bagian dalam penampilannya. Dalam otobiografinya, Mein Leben Wagner pernah mengenang peran sebagai malaikat. Pada akhir 1820, Wagner terdaftar di sekolah Pastor Wetzel di Possendorf, dekat Dresden, di mana dia menerima beberapa instruksi piano dari guru Latinnya. Dia berjuang untuk memainkan skala yang tepat di keyboard dan lebih suka bermain teater dengan telinga. Setelah kematian Geyer pada tahun 1821, Richard dikirim ke Kreuzschule, sekolah asrama Dresdner Kreuzchor, atas biaya saudara laki-laki Geyer. Pada usia sembilan tahun dia sangat terkesan dengan unsur-unsur Gotik dari opera Der Freischütz karya Carl Maria von Weber, yang dia lihat dilakukan oleh Weber. Pada periode ini Wagner memiliki ambisi sebagai penulis naskah. Upaya kreatif pertamanya, yang tercantum dalam Wagner-Werk-Verzeichnis (daftar standar karya Wagner) sebagai WWV 1, adalah sebuah tragedi yang disebut Leubald. Dimulai saat dia bersekolah pada tahun 1826, drama tersebut sangat dipengaruhi oleh Shakespeare dan Goethe. Wagner bertekad untuk menyetelnya ke musik dan membujuk keluarganya untuk mengizinkannya les musik.

Pada tahun 1827, keluarganya telah kembali ke Leipzig. Pelajaran pertama Wagner tentang harmoni diambil selama tahun 1828–31 dengan Christian Gottlieb Müller. Pada bulan Januari 1828 ia pertama kali mendengarkan Simfoni ke-7 Beethoven dan kemudian, pada bulan Maret, Simfoni ke-9 dari komposer yang sama (keduanya di Gewandhaus). Beethoven menjadi inspirasi utama, dan Wagner menulis transkripsi piano Simfoni ke-9. Dia juga sangat terkesan dengan penampilan Mozart’s Requiem. Sonata piano awal Wagner dan upaya pertamanya pada tawaran orkestra berasal dari periode ini.

Pada tahun 1829 ia melihat pertunjukan oleh penyanyi soprano Wilhelmine Schröder-Devrient yang dramatis, dan ia menjadi idealnya untuk perpaduan drama dan musik dalam opera. Dalam Mein Leben, Wagner menulis, “Ketika saya melihat kembali seluruh hidup saya, saya tidak menemukan peristiwa untuk ditempatkan di samping ini dalam kesan yang dihasilkannya pada saya,” dan mengklaim bahwa “pertunjukan yang sangat manusiawi dan gembira dari seniman yang tak tertandingi ini” menyala di dia adalah “api yang hampir seperti setan.”

Pada tahun 1831, Wagner mendaftar di Universitas Leipzig, di mana ia menjadi anggota persaudaraan mahasiswa Saxon. [18] Dia mengambil pelajaran komposisi dengan Thomaskantor Theodor Weinlig. [19] Weinlig sangat terkesan dengan kemampuan musik Wagner sehingga dia menolak pembayaran apapun untuk pelajarannya. Dia mengatur Piano Sonata muridnya di B-flat major (yang kemudian didedikasikan untuknya) untuk diterbitkan sebagai Wagner’s Op. 1. Setahun kemudian, Wagner menggubah Symphony in C mayor, sebuah karya Beethovenesque yang dipentaskan di Praha pada tahun 1832 dan di Leipzig Gewandhaus pada tahun 1833. [21] Dia kemudian mulai mengerjakan sebuah opera, Die Hochzeit (The Wedding), yang tidak pernah dia selesaikan.

Karier awal dan pernikahan (1833–1842): Pada tahun 1833, saudara laki-laki Wagner, Albert, berhasil mendapatkan untuknya posisi sebagai pemimpin paduan suara di teater di Würzburg. Di tahun yang sama, di usia 20 tahun, Wagner menggubah opera lengkap pertamanya, Die Feen (The Fairies). Karya ini, yang meniru gaya Weber, tidak diproduksi hingga setengah abad kemudian, ketika ditayangkan perdana di Munich tak lama setelah kematian komposernya pada tahun 1883.

Setelah kembali ke Leipzig pada tahun 1834, Wagner mengadakan penunjukan singkat sebagai direktur musik di gedung opera di Magdeburg di mana dia menulis Das Liebesverbot (The Ban on Love), berdasarkan Shakespeare’s Measure for Measure. Ini dipentaskan di Magdeburg pada tahun 1836 tetapi ditutup sebelum pertunjukan kedua; Hal ini, bersama dengan keruntuhan finansial perusahaan teater yang mempekerjakannya, membuat komposer tersebut bangkrut. Wagner jatuh cinta pada salah satu wanita terkemuka di Magdeburg, aktris Christine Wilhelmine “Minna” Planer dan setelah bencana Das Liebesverbot dia mengikutinya ke Königsberg, di mana dia membantunya untuk mendapatkan pertunangan di teater. Keduanya menikah di Gereja Tragheim pada 24 November 1836. Pada Mei 1837, Minna meninggalkan Wagner untuk pria lain, dan ini hanyalah debut pertama dari pernikahan yang menggelora. Pada bulan Juni 1837, Wagner pindah ke Riga (saat itu di Kekaisaran Rusia), di mana ia menjadi direktur musik opera lokal; Setelah dalam kapasitas ini melibatkan saudara perempuan Minna Amalie (juga seorang penyanyi) untuk teater, dia kemudian melanjutkan hubungan dengan Minna selama tahun 1838.

Pada tahun 1839, pasangan itu telah menumpuk hutang besar sehingga mereka melarikan diri dari Riga dalam pelarian dari kreditor. Hutang akan mengganggu Wagner untuk sebagian besar hidupnya. Awalnya mereka mengambil jalur laut berbadai ke London, dari mana Wagner mendapatkan inspirasi untuk opera Der fliegende Holländer (The Flying Dutchman), dengan plot berdasarkan sketsa oleh Heinrich Heine. The Wagners menetap di Paris pada bulan September 1839 dan tinggal di sana sampai 1842. Wagner mencari nafkah dengan menulis artikel dan novel pendek seperti A ziarah ke Beethoven, yang membuat sketsa konsepnya yang berkembang tentang “drama musik”, dan An end in Paris, tempat dia menggambarkan penderitaannya sendiri sebagai musisi Jerman di kota metropolis Prancis. Dia juga menyediakan pengaturan opera oleh komposer lain, sebagian besar atas nama penerbit Schlesinger. Selama tinggal ini ia menyelesaikan opera ketiga dan keempatnya Rienzi dan Der fliegende Holländer.

Dresden (1842-1849): Wagner menyelesaikan Rienzi pada tahun 1840. Dengan dukungan kuat dari Giacomo Meyerbeer, itu diterima untuk pertunjukan oleh Teater Pengadilan Dresden (Hofoper) di Kerajaan Saxony dan pada tahun 1842, Wagner pindah ke Dresden. Kelegaannya saat kembali ke Jerman terekam dalam “Sketsa Otobiografik” tahun 1842, di mana dia menulis bahwa, dalam perjalanan dari Paris, “Untuk pertama kalinya saya melihat sungai Rhine — dengan air mata panas di mata saya, saya, seniman yang malang, bersumpah kesetiaan abadi pada tanah air Jerman saya. ” Rienzi dipentaskan dengan banyak pujian pada tanggal 20 Oktober.

Wagner tinggal di Dresden selama enam tahun berikutnya, akhirnya diangkat menjadi Konduktor Pengadilan Royal Saxon. Selama periode ini, dia mementaskan di sana Der fliegende Holländer (2 Januari 1843) dan Tannhäuser (19 Oktober 1845), dua yang pertama dari tiga opera periode tengahnya. Wagner juga bercampur dengan lingkungan artistik di Dresden, termasuk komposer Ferdinand Hiller dan arsitek Gottfried Sempre.

Keterlibatan Wagner dalam politik sayap kiri secara tiba-tiba mengakhiri sambutannya di Dresden. Wagner aktif di antara sosialis nasionalis Jerman di sana, secara teratur menerima tamu seperti konduktor dan editor radikal August Röckel dan anarkis Rusia Mikhail Bakunin. Ia juga dipengaruhi oleh gagasan Pierre-Joseph Proudhon dan Ludwig Feuerbach. Ketidakpuasan yang meluas memuncak pada tahun 1849, ketika Pemberontakan Mei yang gagal di Dresden pecah, di mana Wagner memainkan peran pendukung kecil. Surat perintah dikeluarkan untuk penangkapan kaum revolusioner. Wagner harus melarikan diri, pertama-tama mengunjungi Paris dan kemudian menetap di Zürich di mana dia pertama kali berlindung dengan seorang teman, Alexander Müller.

Di pengasingan: Swiss (1849–1858): Wagner menghabiskan dua belas tahun berikutnya di pengasingan dari Jerman. Dia telah menyelesaikan Lohengrin, opera periode pertengahan terakhirnya, sebelum pemberontakan Dresden, dan sekarang menulis dengan putus asa kepada temannya Franz Liszt untuk dipentaskan saat dia tidak ada. Liszt melakukan pemutaran perdana di Weimar pada Agustus 1850.

Namun demikian, Wagner berada dalam kesulitan pribadi yang suram, terisolasi dari dunia musik Jerman dan tanpa penghasilan tetap. Pada tahun 1850, Julie, istri dari temannya Karl Ritter, mulai membayarnya sejumlah kecil uang pensiun yang dia pertahankan sampai tahun 1859. Dengan bantuan dari temannya Jessie Laussot, ini telah ditambah menjadi jumlah tahunan 3.000 Thalers per tahun; tapi rencana ini ditinggalkan saat Wagner mulai berselingkuh dengan Nyonya. Laussot. Wagner bahkan merencanakan kawin lari dengannya pada tahun 1850, yang dicegah suaminya. Sementara itu, istri Wagner, Minna, yang tidak menyukai opera yang dia tulis setelah Rienzi, jatuh ke dalam depresi yang mendalam. Wagner menjadi korban kesehatan yang buruk, menurut Ernest Newman “sebagian besar masalah saraf yang terlalu tegang”, yang membuatnya sulit untuk terus menulis.

Keluaran utama Wagner yang diterbitkan selama tahun-tahun pertamanya di Zürich adalah serangkaian esai. Dalam “Karya Seni Masa Depan” (1849), ia menggambarkan visi opera sebagai Gesamtkunstwerk (“karya seni total”), di mana berbagai seni seperti musik, lagu, tari, puisi, seni visual, dan seni panggung disatukan . “Yudaism in Music” (1850) adalah tulisan Wagner pertama yang menampilkan pandangan antisemit. Dalam polemik ini Wagner berargumen, seringkali menggunakan pelecehan antisemit tradisional, bahwa orang Yahudi tidak memiliki hubungan dengan semangat Jerman, dan dengan demikian hanya mampu menghasilkan musik yang dangkal dan artifisial. Menurutnya, mereka menggubah musik untuk mencapai popularitas dan, dengan demikian, kesuksesan finansial, sebagai lawan untuk menciptakan karya seni yang asli.

Di pengasingan: Venesia dan Paris (1858–1862): Perselingkuhan Wagner yang tidak nyaman dengan Mathilde runtuh pada tahun 1858, ketika Minna mencegat sepucuk surat untuk Mathilde darinya. Setelah konfrontasi dengan Minna, Wagner meninggalkan Zürich sendirian, menuju Venesia, di mana ia menyewa sebuah apartemen di Palazzo Giustinian, sementara Minna kembali ke Jerman. Sikap Wagner terhadap Minna telah berubah; editor korespondensinya dengannya, John Burk, mengatakan bahwa dia adalah “seorang cacat, diperlakukan dengan baik dan penuh pertimbangan, tetapi, kecuali dari kejauhan, [adalah] ancaman bagi ketenangan pikirannya.” Wagner melanjutkan korespondensinya dengan Mathilde dan persahabatannya dengan suaminya Otto, yang mempertahankan dukungan keuangannya kepada komposer. Dalam surat tahun 1859 kepada Mathilde, Wagner menulis, setengah menyindir, tentang Tristan: “Nak! Tristan ini berubah menjadi sesuatu yang mengerikan. Tindakan terakhir ini !!! – Saya khawatir opera akan dilarang … hanya pertunjukan biasa-biasa saja yang bisa menyelamatkan aku! Orang yang sangat baik pasti akan membuat orang gila. “

Pada November 1859, Wagner sekali lagi pindah ke Paris untuk mengawasi produksi revisi baru Tannhäuser, yang dipentaskan berkat upaya Puteri Pauline von Metternich, yang suaminya adalah duta besar Austria di Paris. Pertunjukan Paris Tannhäuser pada tahun 1861 merupakan kegagalan penting. Ini sebagian merupakan konsekuensi dari selera konservatif Jockey Club, yang mengorganisir demonstrasi di teater untuk memprotes penyajian fitur balet di babak 1 (bukan lokasi tradisionalnya di babak kedua); tetapi kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh mereka yang ingin menggunakan kesempatan tersebut sebagai protes politik terselubung terhadap kebijakan Napoleon III yang pro-Austria. Selama kunjungan inilah Wagner bertemu dengan penyair Prancis Charles Baudelaire, yang menulis brosur penghargaan, “Richard Wagner et Tannhäuser à Paris”. Opera ditarik setelah pertunjukan ketiga dan Wagner meninggalkan Paris segera setelah itu. Dia telah mencari rekonsiliasi dengan Minna selama kunjungan Paris ini, dan meskipun Minna bergabung dengannya di sana, reuni itu tidak berhasil dan mereka kembali berpisah ketika Wagner pergi.

Kembali dan kebangkitan (1862–1871): Larangan politik yang diberlakukan pada Wagner di Jerman setelah dia melarikan diri dari Dresden sepenuhnya dicabut pada tahun 1862. Komposer tersebut menetap di Biebrich, di Rhine dekat Wiesbaden di Hesse. Di sini Minna mengunjunginya untuk terakhir kalinya: mereka berpisah tanpa dapat ditarik kembali, meskipun Wagner terus memberikan dukungan keuangan kepadanya selama dia tinggal di Dresden sampai kematiannya pada tahun 1866.

Di Biebrich, Wagner akhirnya mulai mengerjakan Die Meistersinger von Nürnberg, satu-satunya komedi dewasanya. Wagner menulis draf pertama libretto pada tahun 1845, dan dia memutuskan untuk mengembangkannya selama kunjungan yang dia lakukan ke Venesia bersama Wesendoncks pada tahun 1860, di mana dia terinspirasi oleh lukisan Titian, The Assumption of the Virgin. Selama periode ini (1861–64) Wagner berusaha agar Tristan und Isolde diproduksi di Wina. Meskipun banyak latihan, opera tetap tidak tampil, dan mendapatkan reputasi sebagai “tidak mungkin” untuk menyanyi, yang menambah masalah keuangan Wagner.

Nasib Wagner mengalami peningkatan dramatis pada tahun 1864, ketika Raja Ludwig II menggantikan tahta Bavaria pada usia 18 tahun. Raja muda, pengagum opera Wagner yang bersemangat, membawa komposer tersebut ke Munich. Raja, yang seorang homoseksual, mengungkapkan dalam korespondensinya sebuah pemujaan pribadi yang penuh gairah untuk komposer, dan Wagner dalam tanggapannya tidak memiliki keraguan tentang berpura-pura perasaan timbal balik. Ludwig melunasi hutang Wagner yang cukup besar, dan mengusulkan untuk mementaskan Tristan, Die Meistersinger, the Ring, dan opera lain yang direncanakan Wagner. Wagner juga mulai mendikte otobiografinya, Mein Leben, atas permintaan Raja. Wagner mencatat bahwa penyelamatannya oleh Ludwig bertepatan dengan berita kematian mentor sebelumnya (tapi kemudian dianggap musuh) Giacomo Meyerbeer, dan menyesali bahwa “ahli opera, yang telah melakukan begitu banyak kerugian kepada saya, seharusnya tidak hidup sampai hari ini. . “

Setelah mengalami kesulitan besar dalam latihan, Tristan und Isolde ditayangkan perdana di Teater Nasional Munich pada 10 Juni 1865, pemutaran perdana opera Wagner pertama dalam hampir 15 tahun. (Penayangan perdana telah dijadwalkan pada 15 Mei, tetapi ditunda oleh juru sita yang bertindak untuk kreditor Wagner, dan juga karena Isolde, Malvina Schnorr von Carolsfeld, serak dan membutuhkan waktu untuk pulih.) Konduktor dari pemutaran perdana ini adalah Hans von Bülow, yang istrinya, Cosima, telah melahirkan seorang putri pada bulan April tahun itu, bernama Isolde, seorang anak bukan dari Bülow tetapi dari Wagner.

Cosima 24 tahun lebih muda dari Wagner dan dirinya sendiri tidak sah, putri Countess Marie d’Agoult, yang telah meninggalkan suaminya untuk Franz Liszt. Liszt awalnya tidak menyetujui keterlibatan putrinya dengan Wagner, meskipun demikian, kedua pria itu berteman. Perselingkuhan yang tidak bijaksana membuat skandal Munich, dan Wagner juga tidak disukai oleh banyak anggota istana terkemuka, yang curiga akan pengaruhnya terhadap Raja. Pada bulan Desember 1865, Ludwig akhirnya terpaksa meminta sang komposer meninggalkan Munich. Dia rupanya juga bermain-main dengan gagasan turun tahta untuk mengikuti pahlawannya ke pengasingan, tetapi Wagner dengan cepat membujuknya.

Baca juga : Freddie Mercury Tidak Dapat Tergantikan Menurut Adam Lambert

Bayreuth (1871–1876): Pada tahun 1871, Wagner memutuskan untuk pindah ke Bayreuth, yang akan menjadi lokasi gedung opera barunya. Dewan kota menyumbangkan sebidang tanah yang luas — “Green Hill” —sebagai lokasi teater. The Wagners pindah ke kota pada tahun berikutnya, dan batu fondasi untuk Bayreuth Festspielhaus (“Festival Teater”) diletakkan. Wagner awalnya mengumumkan Bayreuth Festival pertama, di mana untuk pertama kalinya siklus Cincin akan disajikan lengkap, untuk tahun 1873, tetapi karena Ludwig menolak untuk mendanai proyek tersebut, dimulainya pembangunan ditunda dan tanggal yang diusulkan untuk festival ditunda. . Untuk mengumpulkan dana untuk pembangunan, “masyarakat Wagner” dibentuk di beberapa kota, dan Wagner mulai berkeliling Jerman untuk mengadakan konser. Pada musim semi tahun 1873, hanya sepertiga dari dana yang dibutuhkan telah dikumpulkan; permohonan lebih lanjut untuk Ludwig pada awalnya diabaikan, tetapi pada awal tahun 1874, dengan proyek di ambang kehancuran, Raja mengalah dan memberikan pinjaman. Program pembangunan penuh termasuk rumah keluarga, “Wahnfried”, di mana Wagner, bersama Cosima dan anak-anak, pindah dari akomodasi sementara mereka pada tanggal 18 April 1874. Teater selesai pada tahun 1875, dan festival dijadwalkan untuk tahun berikutnya. Mengomentari perjuangan untuk menyelesaikan bangunan itu, Wagner berkomentar kepada Cosima: “Setiap batu berwarna merah dengan darahku dan milikmu”.

Tahun-tahun terakhir (1876–1883): Setelah Festival Bayreuth pertama, Wagner mulai mengerjakan Parsifal, opera terakhirnya. Komposisinya memakan waktu empat tahun, yang sebagian besar dihabiskan Wagner di Italia karena alasan kesehatan. Dari tahun 1876 sampai 1878 Wagner juga memulai hubungan emosional terakhirnya yang terdokumentasi, kali ini dengan Judith Gautier, yang dia temui di Festival 1876. Wagner juga sangat bermasalah dengan masalah pembiayaan Parsifal, dan prospek pekerjaan yang dilakukan oleh teater lain selain Bayreuth. Dia sekali lagi dibantu oleh kebebasan Raja Ludwig, tetapi masih dipaksa oleh situasi keuangan pribadinya pada tahun 1877 untuk menjual hak dari beberapa karyanya yang tidak diterbitkan (termasuk Siegfried Idyll) kepada penerbit Schott.

Wagner menulis beberapa artikel di tahun-tahun terakhirnya, sering kali tentang topik politik, dan sering kali bernada reaksioner, menyangkal beberapa pandangannya yang lebih awal, lebih liberal. Ini termasuk “Agama dan Seni” (1880) dan “Kepahlawanan dan Kristen” (1881), yang dicetak di jurnal Bayreuther Blätter, diterbitkan oleh pendukungnya Hans von Wolzogen. [134] Ketertarikan Wagner yang tiba-tiba pada agama Kristen pada periode ini, yang menanamkan Parsifal, bersifat kontemporer dengan meningkatnya keselarasannya dengan nasionalisme Jerman, dan diperlukan di pihaknya, dan bagian dari rekan-rekannya, “penulisan ulang beberapa sejarah Wagner baru-baru ini”, untuk mewakili , misalnya, Cincin sebagai karya yang mencerminkan cita-cita Kristiani. Banyak dari artikel selanjutnya ini, termasuk “Apa itu bahasa Jerman?” (1878, tetapi berdasarkan draf yang ditulis pada tahun 1860-an), mengulangi keasyikan antisemit Wagner.

Wagner menyelesaikan Parsifal pada Januari 1882, dan Festival Bayreuth kedua diadakan untuk opera baru, yang ditayangkan perdana pada 26 Mei. Wagner saat ini sakit parah, setelah menderita serangkaian serangan angina yang semakin parah. Selama penampilan keenam belas dan terakhir Parsifal pada tanggal 29 Agustus, ia memasuki pit yang tak terlihat selama babak 3, mengambil tongkat estafet dari konduktor Hermann Levi, dan memimpin pertunjukan hingga selesai.

Setelah festival, keluarga Wagner melakukan perjalanan ke Venesia untuk musim dingin. Wagner meninggal karena serangan jantung pada usia 69 tahun pada 13 Februari 1883 di Ca ‘Vendramin Calergi, sebuah palazzo abad ke-16 di Grand Canal. Legenda bahwa serangan itu dipicu oleh argumen dengan Cosima atas minat Wagner yang diduga asmara pada penyanyi Carrie Pringle, yang pernah menjadi gadis Bunga di Parsifal di Bayreuth, tanpa bukti yang dapat dipercaya. Setelah gondola penguburan membawa jenazah Wagner di atas Grand Canal, tubuhnya dibawa ke Jerman untuk dimakamkan di taman Villa Wahnfried di Bayreuth.

6 Komposer Untuk Musik Perfilman Di Indonesia Yang Sangat Fenomenal
Blog Informasi Musik

6 Komposer Untuk Musik Perfilman Di Indonesia Yang Sangat Fenomenal

6 Komposer Untuk Musik Perfilman Di Indonesia Yang Sangat Fenomenal – Jadi komposer nada nyatanya tidak mudah. Pekerjaan ini menuntut kamu buat dapat menulis aransemen nada, mulai dari instrumental sampai komplit dengan melirik lagunya. Tidak bingung jika kamu wajib memiliki banyak ilmu serta wawasan pertanyaan nada yang lumayan besar. Tidak hanya itu, kamu pula wajib sanggup bekerja sama dengan music director, producer, hingga music pemain buat menciptakan buatan yang bermutu.

6 Komposer Untuk Musik Perfilman Di Indonesia Yang Sangat Fenomenal

mikis-theodorakis – Menariknya, Indonesia telah memiliki nih 5 komposer nada film yang sangat terkenal serta senantiasa berhasil mengecap lagu- lagu hits. Supaya tidak penasaran, catatan lengkapnya dapat kamu cari ketahui di mari!

Erwin Gutawa

Erwin Gutawa
hot.detik.com

Bahkan Anda sudah terbiasa dengan nama panggilan Erwin Gutawa, bukan? Pria berusia 56 tahun ini apalagi dikatakan sebagai komposer terbaik dari nada yang dimiliki Indonesia. Konten bintang film yang menawan Gita Gutawa mulai mempelajari nada dan mendirikan Erwin Gutawa Orchestra pada tahun 1993. Pada awal 2019, Erwin Gutawa berhasil mengadakan konser berjudul “Salute To PhoneWriters” untuk menghargai Eternal ‘Dee’ Angel, Dewiq , dan Melly Goeslaw.

Baca juga : Sejarah Karir Komposer Musik Klasik Ludwig van Beethoven

Erwin Gutawa Sumapraja (lahir di Jakarta, 16 Mei 1962; berusia 59 tahun) adalah komposer seseorang, konduktor, perancang nada, dan bassis dari Indonesia. Gutawa sering memproduksi dan menyusun nada untuk konser nada, antara lain Harvey Malaiholo Nada Concert, Ruth Sahhanaya, Chrisye, Titi Dj, Krisdayanti dan Rossa

Pada 1970-an, di masa kecilnya, Gutawa punya waktu untuk bermain film. Film masa kecil antara lain adalah dalam film One Batang Kara (1973), jangan menangis (1974), Ibu Adiratna (1974) dan dini hari (1975). Dari sana itu cukup dikenal sebagai salah satu bintang film kecil nasional pada awal 1970-an. Pada 1980 ia menjadi bassis di Arah Orkestra Telerama Isbandi yang disiarkan di TVRI. Setelah melarikan diri dari Field of Architecture Fakultas Metode Universitas Indonesia pada tahun 1986, ia sepenuhnya jatuh dengan aspek nada. Pada 1985- 1993 ia terkait dengan Karimata, band jazz fusi yang mengeluarkan 5 album. Pada tahun 1993 ia mendirikan Erchestra Erwin Gutawa.

Erwin adalah putra seorang teman berdarah Sunda adalah Gutawa Sumapraja dan Kodiati. Erwin menikah dengan Lutfi Andriani. Mereka diberkati dengan 2 anak, Aluna Sagita (Gita Gutawa), lahir 11 Agustus 1993, dan Aura Aria (Rara Gutawa) lahir 15 Juli 2007 . Ketika ini, hatinya Gita Gutawa juga mengeksplorasi langkah-langkah ayahnya untuk menjadi musisi di Indonesia.

– Addie MS

Composer mencapai NADA, Addie MS ini memang menerima banyak apresiasi bergengsi sebagai perancang nada terbaik. Pria yang bertanggung jawab untuk menjadi mirip dengan David Foster untuk konsernya di Jakarta pada tahun 1991 juga diyakini memuat skor film terkenal Nusantara, yang tercantum oleh film dealova yang diperankan oleh Jessica Iskandar dan Ben Joshua pada 2005.

Kemampuan nada addie jatuh dari kakek-nenek, Muhammad Soesilo, yang dikenal sebagai ahli planologi yang mengkonsumsi kota satelit kota kebayoran terbaru. Sebaliknya, ayahnya adalah seorang Bandi Sumaatmadja, seorang mantan wirausahawan yang merupakan wirausahawan. Kesediaan Addie untuk turun ke Nada Bumi Luang ditentang oleh ayahnya. Tetapi antipati dari ayahnya menjadi dorongan bagi Addie untuk menghasilkan nada sebagai hidupnya.

Setelah berlatih piano klasik dengan Mrs. Rotti, bagaimana cara mempraktikkan musik lebih melalui itu dengan mempelajari diri Anda sendiri, terdaftar aspek dari orkestrasi, konduktor, dan rekaman rekaman. Sebagai upaya untuk membuat dan memperdalam bidang-bidang itu, Addie mengeksplorasi beberapa pembelajaran singkat. Di antara hal-hal lain, lokakarya rekaman rekaman di Ohio pada tahun 1984 dan lokakarya konduktor diselenggarakan oleh American Symphony Orchestra League di Los Angeles pada tahun 1995. Dalam lokakarya konduktor ia menemukan pendidikan dari Jorge Mester, konduktor Pasadena Symphony Orchestra dalam hal itu, dan Raymond Harvey , Fresno Philharmonic Orchestra konduktor.

Baca juga : Kisah Perjalanan Karir Adele Laurie Blue Adkins yang kerap disapa dengan nama  Adele

Addie Carers di Pabrik Nada Tanah Air dimulai pada tahun 1979 sebagai arranger atau produsen untuk merekam album penyanyi pop. Penyanyi yang menemukan tangannya yang dingin, antara lain, Utha Likumahuwa, Vina Panduwinata, Krisdayanti, Chrisye, hingga musisi asing seperti Suzanne Ciani dari The American Syndicate.

Pengalamannya di Nada Bumi, antara lain sebagai desainer nada dan konduktor untuk lagu “Love” yang dibuat oleh Hamzah’s Point di Internacional de La Canchion, Chili, pada tahun 1983 dan Direktur Musik untuk BASF Awards selama 7 tahun berturut-turut. Pada tahun 2005, Addie dipercayai Kursi Manila Philharmonic dalam kegiatan Miss ASEAN di Jakarta. Setelah 15 tahun meninggalkan rute nada pop dan terkonsentrasi dalam nada simfonik, Addie mulai kembali ke nada pop ketika muncul sebagai direktur musik.

Pada tahun 1991, Addie dengan Oddie Agam serta wiraswasta Usmansjah Bakrie, mendirikan Twilite Orchestra, seorang Pops Orchestra, adalah orkestra simfoni yang tidak hanya memainkan nada klasik, tetapi juga nada film, drama musik, nada pop, dan konvensional diatur dengan cara simfonik. Pada tahun 1992, tepatnya pada bulan Februari, Twilite Orchestra berhasil mengadakan konser dengan David Foster di TV pribadi RCTI.

Pada tahun 1998, Addie dengan Youuk Tanzil dan Victorian Philharmonic Orchestra membuat album My Defense Symphony di Australia, di mana untuk menjadikan awal lagu-lagu nasional dan perang Indonesia diatur dalam simfonik dan dicatat dalam bentuk CD dan CASSETTES. Bersama dengan Twilite Orchestra, pada tahun 2004 Addie merilis album La Forza del Destino, album perekaman simfoni awal di Indonesia yang menunjukkan karya-karya nada simfoni klasik Barat dalam bentuk album CD. Antusiasmenya dalam mempromosikan nada simfonik tidak menyelesaikan rekaman simfoni lagu-lagu perang dan Klasik Barat saja. Pada 2012 Addie MS membuat rekaman lagu-lagu teritori Indonesia yang terdiri dari cara simfonik, dengan Garuda Indonesia. Album rekaman diberikan oleh kepala suara-suara Indonesia, ia dapat bertahan beberapa hari di antrian atas di album maksimum, iTunes.

Addie juga menjadi perancang nada dari beberapa film dan pertunjukan, termasuk biola tidak merangkai, dealova, cinta awal, atas nama cinta, angin musim panas, 10 dan nada untuk drama musikal Anoman. Pada tahun 2003, Addie juga diberi kepercayaan oleh Komandan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menghasilkan lagu-lagu marikh dan lagu-lagu pujian Angkatan Darat Nasional Indonesia (TNI). Banyak industri dan tubuh yang mempercayakannya untuk menghasilkan atau mengerjakan tema atau lagu-lagu marikh mereka, semacam Garuda Indonesia, Pertamina, Summarecon, Agung Podomoro, Sharp, Kadin dan yang lainnya.

Sejak 1998, Addie dengan Twilite Orchestra membuat tujuan bimbingan melalui konser di berbagai sekolah atau universitas. Bersama dengan ‘Sampoerna for Indonesia’, Orkestra Twilite mengadakan konser tahunan untuk siswa di Istora Senayan dan di beberapa universitas dengan julukan musikademia yang telah dimulai sejak 2000 hingga 2010. Sementara dengan tujuan yang sama, Addie mendirikan masa muda Twilite Orkestra pada tahun 2004, anak-anak muda orkestra yang muncul di sekolah atau pada konser biasa. Pada awalnya, Addie MS juga membuat Chorus Twilite pada tahun 1995. Pada tahun 2009, Addie dengan Twilite Orchestra, Chorus Twilite, CIC Choir, dan bagian dari Solis membuat konsernya di Sydney Opera House, yang merupakan konser orkestra Simfoni Indonesia awal yang muncul di konser aula bergengsi itu. Twilite Orchestra juga menjadi orkes simfoni Indonesia awal yang muncul di Eropa ketika pada 2012 konser di Bratislava, Slovakia dan Berlin, Jerman untuk inisiatif Kementerian KBRI Indonesia, Kedutaan Besar Indonesia di Germans dan Kedutaan Besar Indonesia. Di sana, Addie MS memimpin 57 musisi dan 40 penyanyi chorus twilite.

– Andi Rianto

Penggagas Magenta Orchestra ini telah tidak butuh diragukan lagi kemampuan bermusiknya. Komposer nada berajaran klasik ini apalagi sempat tersaring selaku nominator Desainer Nada Terbaik dalam Pergelaran Film Indonesia. Buatan nada ciptaan Andi Rianto ini dapat kamu temui dalam original soundtrack film Arisan yang dibawakan oleh Ren Tobing di tahun 2003 serta Mengejar Mentari tahun 2004 yang dinyanyikan oleh Ari Lasso.

Andi( lahir di Sorong, Papua, 7 Mei 1972; baya 49 tahun) merupakan musisi serta komposer berkebangsaan Indonesia. Andi ialah atasan Magenta Orchestra. Beliau sudah ikut serta dalam banyak coretan nada film serta kultivasi album buat beberapa bintang film terkenal Indonesia, di antara lain Ebiet Gram. Ade, Ari Lasso, Rita Effendy, Titi DJ, Agnes Monica, dan Rossa. Andi Rianto pula sudah 2 kali mencapai nominee dalam Pergelaran Film Indonesia( FFI) selaku Desainer Nada Terbaik buat ciptaannya dalam film Arisan( 2003) serta Mengejar Mentari( 2004), serta mencapai Piala Vidia pada tahun 2005 buat Desainer Nada Terbaik buat drama seri Bila Kita Berpacaran Lagi?( 2005).

Andi mulai berlatih piano pada umur 4 tahun, ialah bimbingan piano klasik. Pada umur 5 tahun beliau sudah sanggup mendampingi kanak- kanak di TVRI arahan Kak Seto serta Henny Poerwonegoro. Pada umur 8 tahun beliau berlatih piano pada Baartje Sitindjak. Berikutnya berlatih pada Yamaha Music Foundation di dasar arahan Watanabe. Tahun 1990, kala bersandar di SMA Andi alih ke Amerika Sindikat serta menempuh pembelajaran di Forest Hills High School, New York.

– Alat Lesmana

Lahir serta dibesarkan oleh keluarga yang menyayangi nada, tidak bingung bila dikala ini Alat Lesmana berhasil jadi salah satu komposer nada jazz sangat mempengaruhi di tanah air. Terdaftar terdapat lebih dari 200 aransemen original yang beliau mengadakan semenjak turun ke pentas nada jazz di tahun 1976 dahulu. Menariknya, Alat Lesmana luang didapuk selaku komposer nada buat film yang diperankan oleh putrinya, Eva Celia, berjudul Adriana yang sah diluncurkan pada 7 November 2013.

Alat Lesmana( lahir di Jakarta, 28 Maret 1966; baya 55 tahun) merupakan salah satu musisi jazz, produser, komposer serta sound engineer dari Indonesia, yang ialah anak dari figur jazz Indonesia, Jack Lesmana dan biduan tua Indonesia berdarah Jawa pada tahun 1960- an Nien Lesmana.

Alat merupakan adik kandungan dari produser film Indonesia, Mira Lesmana serta mantan suami dari salah satu biduan Indonesia, Sophia Latjuba. Beliau pula sempat jadi salah satu hakim Indonesian Idol pada tahun 2004- 2008 serta 2014 dan jadi perwakilan hakim Indonesia pada pertandingan Asian Idol pada tahun 2007.

Karir Alat dalam bumi nada diawali dikala umurnya terkini 10 tahun. Beliau tampak bersama bapaknya di Bandung pada bulan Maret 1976 dengan instrumen keyboard. 2 bulan setelah itu, bertempat di Halaman Ismail Marzuki, Jakarta, Alat main keyboard dalam suatu konser jazz yang mengaitkan musisi tua semacam Jack Lesmana, Benny Likumahuwa, serta biduan Broery Marantika. Tahun 1978, Alat mulai merekam serta mengeluarkan album pertamanya” Ayahku Sahabatku”. Semenjak dini, style bermusik Alat sudah banyak dipengaruhi oleh style John Coltrane, Miles Davis, McCoy Tyner serta Charlie Parker, yang dipelajarinya lewat rekaman mereka.

Tahun 1978, Alat bersama bapaknya berpeluang berangkat ke Australia buat tampak dalam minggu adat ASEAN Trade Fair. Dikala seperti itu, atas anjuran bapaknya, Alat berupaya buat menjajaki tes masuk di Conservatorium of Music serta kesimpulannya diperoleh. Atas dorongan Kedutaan Australia, Alat memperoleh beasiswa penuh buat sekolah di New South Wales Conservatory School of Music di Sydney. Tidak cuma itu, Departemen Luar Negara Australia juga membagikan permisi berdiam untuk Alat serta keluarganya.

Sepanjang di Australia, Alat memperoleh banyak ilmu dari Don Burrows, Roger Frampton serta Paul Mc Namara. Karir musiknya bertumbuh bersama dengan musisi Australia paling utama bersama golongan nada jazz ternama, semacam The Basement serta Soup Plus. Alat pula ikut serta dalam Manly Jazz Pergelaran tiap tahunnya hingga tahun 1985. Tidak hanya itu, Alat pula berjumpa musisi jazz tingkatan bumi, semacam Chick Corea, Dizzy Gillespie, Mark Murphy, David Baker, serta Terumasa Hino serta asian dapat memberi pengalaman bersama mereka.

Bersama bapaknya, Alat membuat band bernama” Jack and Alat Lesmana Quartet bersama Dermawan Suweileh serta James Morrison. Mereka mengeluarkan album” Children of Fantasy” tahun 1981 dikala bertamu ke Indonesia. Dikala kembali ke Australia, Alat membuat band yang berajaran latin- jazz- fusion bersama Jack Lesmana, Steve Brien, Dale Barlow, Tony Thijssen and Harry Rivers. Band ini mendatangi Indonesia bulan Agustus 1982 serta melaksanakan rekreasi di 13 kota.

Alat meningkatkan style jazz- fusion- nya dengan membuat band terkini. Bersama Steve Hunter, Andy Evans, Ken James, Vince Genova, serta Carlinhos Gonzalves, Alat membuat” Nebula” tahun 1982. Dalam album awal mereka berjudul” Nomor Standing” ada 4 buatan original Alat( Nomor Standing, The First, Sleeping Beauty,‘ Tis time to part) serta buatan Steve Hunter, Samba for ET. Tahun 1983, Alat berasosiasi dengan Sandy Evans, Tony Buck serta Steve Elphick membuat band berajaran jazz modern” Women and Children First”. Album kesatu mereka direkam tahun 1983.

Kemampuan bermusik Alat terhirup oleh pabrik jazz Amerika. Kuda belang Records, industri rekaman agen dari MCA Records, melaporkan kemauan mereka buat mengeluarkan album” Nomor Standing” selaku album solo Alat Lesmana. Perjanjian berhasil tahun 1984 serta album itu diluncurkan di Amerika Sindikat. Alat alih ke Amerika Sindikat tahun 1985.

Beliau juga membuat rekaman di Mad Hatter Sanggar dengan Vinnie Colaiuta, Michael Landau, Jimmy Haslip, Airto Moreira, Charlie Hadden, Bobby Shew, serta Tooty Heath buat albumnya yang berjudul” For Earth and Heaven”. Album itu di luncurkan tahun 1986 serta jadi album internasionalnya yang kedua bersama Kuda belang Records. Kedua singelnya,” Nomor Standing”( dari album” Nomor Standing”) serta serta” Stephanie”( dari album” For Earth and Heaven”) sukses mendiami Billboard Charts buat Jazz serta no satu di tangga lagu radio di Amerika Sindikat.

Tidak cuma dengan musisi jazz bumi, Alat juga kerap kali bekerja sama dengan musisi jazz tanah air. Ucap saja Gilang Ramadhan yang sudah sebagian kali membuat golongan nada serta album bersama, antara lain mereka tercampur dalam PIG( bersama Pra Budi Dharma), Java Jazz( bersama Mates, Donny Suhendra serta Embong Rahardjo).

Alat jadi simbol jazz Indonesia serta jadi musisi sangat aktif dengan lebih dari 200 aransemen original, serta nyaris 50 album, dengan 18 album solonya. Tidak hanya itu, Alat juga jadi memproduseri sebagian album bintang film ternama tanah air, semacam Titi DJ( album Mimik muka), Sophia Latjuba( album Cuma Untukmu, Tidak Tutur), Ermy Kulit( album Dikala yang Terindah). Alat pula menggarap album soundtrack Rumah Ketujuh, yang diproduseri kakaknya, Mira Lesmana.

– Melly Goeslaw

Urbaners, Melly Goeslaw dapat diucap selaku salah satu komposer nada perempuan sangat terkenal di Indonesia. Perempuan kelahiran Bandung ini apalagi menemukan julukan selaku‘ Istri raja Soundtrack Film Indonesia’ di tahun 2000- an. Mulai dari Terdapat Apa dengan Cinta buat soundtrack film AADC, Pujaanku yang ialah original soundtrack film Eiffel… I’ meter in Love, sampai My Heart buat soundtrack film dengan kepala karangan serupa yang diperankan oleh Irwansyah serta Acha Septriasa.

– Yovie Widianto

Sepak terjang Yovie Widianto selaku komposer nada kebesarhatian Indonesia tidak butuh dipertanyakan. Buatan musiknya apalagi berhasil bawa nama- nama biduan tanah air semacam Rio Febrian, Glenn Fredly, Rossa, sampai Monita Tahalea memperkenalkan lagu berjudul cinta yang sedemikian itu bagus. Selaku komposer nada film, sebagian durasi kemudian penggagas tim nada Kahitna ini pula diyakini menghasilkan original soundtrack film Ayat- Ayat Cinta 2, bertajuk Sedang Berambisi yang dipopulerkan oleh Isyana Sarasvati.

Sejarah Karir Komposer Musik Klasik Ludwig van Beethoven
Blog Informasi

Sejarah Karir Komposer Musik Klasik Ludwig van Beethoven

Sejarah Karir Komposer Musik Klasik Ludwig van Beethoven – Ludwig van Beethoven permandian 17 Desember 1770 di Bonn, meninggal 26 Maret 1827 di Wina) merupakan seseorang komponis klasik dari Jerman. Penciptaannya yang popular adalah simfoni kelima dan kesembilan, serta lagu Piano Für Elise. Dia ditegaskan sebagai salah satu komponen yang paling dan adalah makna Figur dalam era era klasik dan era romantis. Apabila golongan muda, dia seorang pian yang berbakat, yang terkenal di kalangan ramai orang bermakna dan banyak di Wina, Austria, tempat penubuhannya. Tetapi, pada tahun 1801, dia mula kehabisan pendengarannya.

Sejarah Karir Komposer Musik Klasik Ludwig van Beethoven

Sejarah Karir Komposer Musik Klasik Ludwig van Beethoven
voi.id

mikis-theodorakis – Ketuliannya terus menjadi akut serta pada 1817 beliau jadi tunarungu seluruhnya. Walaupun beliau tidak lagi dapat main dalam konser, beliau lalu mencipta nada, serta pada era ini mencipta beberapa karya- karyanya yang terbanyak. Beliau menempuh sisa hidupnya di Wina serta tidak sempat menikah.

Baca juga : Komposer Musik Klasik Wolfgang Amadeus Mozart Yang Melegenda

Keluarga, Eyang Beethoven, Ludwig Louis van Beethoven( 1712- 1773) bekerja selaku biduan di kapel kastel Bonn. Bapaknya, Johann van Beethoven( 1740- 1792) bertugas selaku biduan tenor buat pangeran Bonn( dari tahun 1752). Ibunya bernama Maria Magdalena Keverich( 1767- 1787). Johann van Beethoven memforsir buah hatinya bimbingan piano berjam- jam sebab membutuhkan buah hatinya jadi anak fantastis semacam Mozart. Beethoven melangsungkan konser pertamanya pada bertepatan pada 26 Maret 1778 namun kepandaiannya tidak sebanding dengan Mozart pada umur yang serupa.

Era belia: Guru aransemen awal Beethoven merupakan Christian Gottlob Neefe( 1748- 1798). Neefe yang memandang kemampuan nada Beethoven mengajari Beethoven memainkan komposisi- komposisi kepunyaan Bach serta metode berimprovisasi, ia pula menolong Beethoven menerbitkan buatan pertamanya( 1783). Dalam suatu majalah nada, Neefe menulis kalau Beethoven dapat jadi‘ Mozart’ yang kedua seandainya beliau melanjutkan kariernya.

Pangeran Bonn, Franz Xaver Stelker menunjuk Beethoven selaku delegasi Neefe dalam main alat serta harpsikord. Pada 1783, Beethoven menerbitkan 3 sonata yang didekasikan pada Pangeran Franz, namun sebab beliau belum memperoleh pendapatan dari profesinya, Beethoven memohon buat jadi delegasi Neefe dengan cara sah. Permohonan ini dikabulkan pada tahun 1784. Pada 1785, Beethoven menggubah 3 trio piano buat pangeran tetapi buatan ini tidak diterbitkan hingga Beethoven tewas. Pada dikala yang serupa, Beethoven berlatih nada pada Franz Ries.

Pada 1787, Beethoven berangkat ke Wina atas perintah Pangeran. Di situ beliau berjumpa dengan Mozart serta memainkan piano di depannya. Mozart amat heran dengan Beethoven serta ia berkata kalau Beethoven dapat jadi musikus besar pada era depan esok. Kunjungan Beethoven cuma sedangkan sebab uangnya habis, ia pula dipanggil kembali ke Bonn sebab ibunya sakit akut dampak TBC, yang setelah itu merenggut nyawanya pada 17 Juli 1787. Beethoven terbeban mengelola kedua adiknya yang sedang kecil. Sebab bapaknya pemabuk serta menghambur- hamburkan duit buat alkohol, Beethoven memohon supaya pendapatan bapaknya diserahkan kepadanya. Beethoven menemukan pemasukan senantiasa dengan berikan bimbingan piano pada keluarga adiwangsa.

Belajar pada Haydn: Pada 1792, Joseph Haydn lagi berdiam di Wina buat sedangkan dalam perjalanannya mengarah London. Pangeran Waldstein, salah satu sahabat dekat Beethoven sukses ajak Pangeran Franz buat mendanai ekspedisi Beethoven mengarah Wina buat berlatih aransemen pada Haydn.

Baca juga : Kisah Perjalanan Karir Adele Laurie Blue Adkins yang kerap disapa dengan nama  Adele

Pelajaran aransemen Beethoven pada Haydn tidak berjalan dengan bagus. Haydn memanglah guru yang ramah serta bagus tetapi ia tidak berikan banyak atensi serta tidak membetulkan tugasnya dengan cermat. Haydn menghormati Beethoven walaupun ia kurang paham gagasan musiknya. Beethoven tanpa sepengetahuan Haydn berlatih aransemen di dasar edukasi Johann Schenk. Pangeran Franz memanggil Beethoven kembali ke Bonn namun Beethoven memilah buat bermukim di Wina serta berkarier di situ hingga beliau tewas.

Pada dikala Haydn berangkat ke London pada dini 1794, Beethoven berlatih aransemen pada Johann Georg Alberchtsberger serta Antonio Salieri. Beethoven mengawali kariernya di Wina selaku pianis. Pada Maret 1795, Beethoven mengantarkan Piano Concerto in Bb Major, Op. 19, ia pula melangsungkan kunjungan ke Praha, Dresden, Leipzig, serta Berlin pada 1796.

Pada dini kariernya di Wina, Beethoven sedang menemukan pendapatan dari Pangeran Franz, tidak hanya itu beliau pula dibantu oleh sebagian adiwangsa yang mendukungnya, antara lain Pangeran Carl von Lichnowsky. Beethoven membaktikan kepadanya salah satu sonata pianonya yang sangat populer, Sonata in C Minor‘ Pathetique’, Op. 13. Era dini Wina ialah era yang lumayan produktif untuk Beethoven. Komposisi- komposisi yang beliau membuat antara lain simfoni nomor. 1 serta 2, 5 sonata piano tercantum‘ Moonlight’ sonata serta‘ Pastorale’ sonata, sonata biola keempat serta kelima( Op. 23 serta Op. 24), alterasi cello pada Bei Mannern, welche Liebe fuhle kepunyaan Mozart, Quintet Op. 18, Septet in Eb Major, Op. 20, serta Quintet, Op. 29. Beethoven tidak cuma terkenal selaku pianis virtuoso tetapi pula selaku komponis. Murid- muridnya mayoritas berawal dari keluarga aristokrat.

Mulai rentang waktu kehabisan pendengaran

Pada medio 1801, Beethoven mengetahui kalau energi pendengarannya mulai menurun dampak otosklerosis. Suatu pesan yang ditemui di suatu rumah Beethoven di Heiligenstadt dekat Wina yang diketahui selaku‘ Peninggalan Heiligenstadt’ berisikan alangkah sedihnya Beethoven sebab penyakit yang dirasakannya. Kesedihannya memanglah alami sebab pada dikala itu Beethoven lagi dalam pucuk kariernya. Sebab penyakit ini, Beethoven jadi tekanan mental serta ia jadi terus menjadi rendah diri dalam pergaulan sosial. Salah satu alibi lain depresinya Beethoven merupakan sebab beliau tidak sukses memperoleh‘ sahabat hidup’. Banyak perempuan adiwangsa yang kerap dicintainya tetapi biasanya cintanya bertampar sisi tangan.

Bebas dari era kemurungan, Pada tahun 1802, Beethoven pergi dari kemuramannya. Ia meneruskan membuat aransemen. Pada tahun 1803 ia mempertunjukkan Piano Concerto in Eb Major, Op. 37 serta tampak selaku solois. Pada tahun yang serupa Beethoven pula memainkan Violin Sonata Op. 47 kepunyaannya dengan violinis virtuoso George Polgreen Bridgetower( 1799- 1860) serta mempertunjukkan buatan itu pada Rudolph Kreutzer.

Symphony Nomor. 3 Eroica, Pada tahun 1805 menggubah Simfoni nomor. 3 di E♭ Major‘ Eroica’, Op. 55. Bagi temannya, Ferdinand Ries, Beethoven mencabik kepala karangan asli simfoni yang didekasikan buat Napoleon Bonaparte itu. Beethoven amat marah sehabis ketahui kalau Napoleon memublikasikan dirinya jadi kaisar Prancis. Beethoven mengganti kepala karangan simfoni asli ini,‘ Bonaparte’ serta menulis‘ Sinfonia Eroica…composta per festiggiare il sovvenire de un grand’ uomo’ yang berarti‘ Simfoni eroika, ditulis buat mengenang seorang yang agung’.

Catatan‘ Sinfonia Grande intitolata Bonaparte del Sigre’ yang ada pada kopi dokumen simfoni yang awal serta kedua dihapus Beethoven dengan cara menuntut serta meninggalkan sisa lubang. Tetapi, amarah Beethoven cuma sesaat sebab sebagian bulan sehabis penobatan Napoleon, Beethoven mengirim pesan pada Breitkopf& Härtel‘ titel simfoni itu sesungguhnya Bonaparte’ serta pada tahun 1810 ia menulis kalau‘ ekaristi ini bisa jadi dapat pula didekasikan buat Napoleon’. Simfoni itu dipentaskan di adres Pangeran Lobkowitz pada akhir tahun 1804.

Style aransemen terkini, Dengan simfoni Eroica, Beethoven menampilkan tindakan yang ingin berjuang dari era depresinya serta tidak ingin takluk oleh penyakit. Bagi Carl Czerny, muridnya, Beethoven berupaya style aransemen terkini sewaktu melakukan 3 sonata piano, Op. 31. Hasilnya nampak pada 3 sonata kepunyaannya, Piano Sonata in C Major‘ Waldstein’, Op. 53, Piano Sonata in F Major, Op. 54, serta Piano Sonata in F Minor‘ Appasionata’, Op. 57. Tetapi, Beethoven sempat mengomel pada Czerny kalau ia kira- kira jengkel sebab khalayak cuma menggemari‘ Moonlight’ sonata kepunyaannya sementara itu ia dapat menghasilkan lagu- lagu yang lebih baik dari lagu itu.

Simfoni kelima Beethoven dikira selaku simfoni yang mengawali style terkini. Pada simfoni ini, ada tempo bunyi yang semacam Marikh. Perihal ini tidak sempat terjalin pada masa- masa saat sebelum Beethoven.

Panggung opera Fidelio, Pada tahun 1805, suatu pentas mempertunjukkan opera kepunyaan Beethoven, Fidelio, yang mempunyai kepala karangan asli Leonore. Tetapi, hidangan ini tidak sukses sebab pada sebagian hari tadinya, Wina dikalahkan oleh Napoleon. Fidelio direvisi oleh Beethoven 2 kali, tahun 1806 serta 1814. Beethoven pula menghasilkan 4 overture buat Fidelio yang diberi kepala karangan Overture Leonore nomor. 1, 2, serta 3. Overture ke- 4 diberi julukan Overture Fidelio.

Sebetulnya Beethoven belum mempunyai pemasukan senantiasa. Ia terkini menyambut honor sehabis menuntaskan antaran nada ataupun terdapat ciptaannya yang diterbitkan. Pada 22 Desember 1808, Beethoven melangsungkan konser buat mencari anggaran di pentas Wina. Konser ini menunjukkan banyak buatan Beethoven yang terkini, antara lain Symphony Nomor. 5 in C Minor, Op. 67 serta Symphony Nomor. 6 in F Major, Op. 68, konserto piano nomor. 4, serta Fantasien, Op. 80. Konser ini belum dikenal kesuksesannya dari bidang finansial.

Mau alih dari Wina, Pada tahun 1808, Beethoven sebetulnya mau alih serta bertugas pada Jerome Napoleon di Cassel dengan pendapatan 2400 gulden atau tahun. Tetapi, sahabatnya dari golongan bangsawannya, antara lain Pangeran Rudolph, Pangeran Lobkowitz, serta Kinsky memohon Beethoven buat senantiasa bermukim dengan agunan mereka hendak melunasi pendapatan Beethoven sebesar 4000 Gulden per tahun. Beethoven pula membuat aransemen Piano Concerto Nomor. 5 in B Flat Major‘ Emperor’, Op. 73, yang didekasikan buat Pangeran Rudolph serta String Quartet in E Flat Major, Op. 74. Pada tahun yang serupa, Napoleon mendiami kembali kota Wina alhasil banyak adiwangsa yang melarikan diri dari situ. Beethoven menghasilkan Piano Sonata in Eb‘ Bimbingan adieux’, Op. 81a.

Darurat finansial, Pada tahun 1811, Beethoven terus menjadi tekanan mental pada era susah ini. Paling utama sebab beliau tidak sukses menemukan pasangan. Salah satu perempuan yang beliau pinang merupakan Countess Therese Malfatti tetapi beliau ditolak. Beethoven pula hadapi darurat finansial sebab terjalin penyusutan mata duit kertas di Wina. Harga duit jadi seperlima dari mata duit terkini. Beethoven pula hadapi bentrokan dengan adiknya, Johann. Tetapi, Beethoven mulai melakukan Symphony Nomor. 7 in A Major, Op. 92 serta berakhir pada dini 1812.

Pada masa semi tahun 1812, Beethoven bertamu ke spa di Teplitz serta berjumpa dengan Johann Wolfgang von Goethe, salah satu orang yang sangat beliau kagumi dari era kecilnya. Pada bertepatan pada 8 Desember 1813, Beethoven membuat simfoni‘ perang’ bertajuk Wellington’ s Victory. Sebagian komponis populer semacam Hummel, Mayseder, Moscheles, serta Salieri turut ambil bagian pada hidangan simfoni ini.

Konser besar, Pada bertepatan pada 29 November 1814, Beethoven mempertunjukkan Fidelio yang berhasil besar. Beberapa besar badan kongres Wina turut menyaksikan opera ini. Di luar keberhasilan itu, rungu Beethoven terus menjadi lama meningkat akut. Kondisi ini meningkat akut sebab Beethoven menuntut hak orang berumur membimbing atas keponakannya, Karl. Beethoven menyangka bunda Karl tidak mampu mengurus keponakannya. Beethoven memenangkan permasalahan ini tetapi beliau juga bukan orang berumur yang bagus buat Karl. Anak itu kesimpulannya jadi terhimpit serta mulai berteman dengan kelompok kanak- kanak bandel. Puncaknya merupakan pada tahun 1816, dikala Karl berupaya bunuh diri. Perihal ini membuat Beethoven lumayan hadapi tekanan mental. Sehabis membaik, Karl kembali ke ibunya serta masuk ke sekolah tentara.

Pada tahun 1817, Beethoven pergi dari tekanan mental serta kemurungannya. Perihal ini nampak dengan dikala ia membuat Piano Sonata in A Major, Op. 101. Pada tahun 1817, Beethoven menggubah sebagian aransemen buat seseorang pengarang Inggris, Richard Ford. Tetapi, karya- karya ini tidak sempat dikenal hingga ditemui di Inggris pada tahun 1999. Tidak hanya itu, Beethoven pula mulai merancang buat menggubah piano sonata- nya yang sangat revolusioner, Piano Sonata in Bb Hammerklavier, Op. 106.

Missa Solemnis, Pada tahun 1822, Beethoven menggubah Missa Solemnis buat penobatan Pangeran Rudolph selaku uskup di Olomouc pada tahun 1819. Beethoven pula mengawali konsep simfoni kesembilan- nya.

Pada 7 Mei 1824, Beethoven mempertunjukkan Missa Solemnis bersama Simfoni ke- 9 di Wina. Konser ini berhasil besar. Tetapi terdapat informasi yang berkata kalau Beethoven tidak siuman jika konsernya sudah berakhir serta lalu membaca partitur. Caroline Unger, salah satu solois alto dalam simfoni itu wajib menarik pakaian Beethoven supaya ia ingin berputar serta memandang ke arah pemirsa yang bertampar tangan dengan hidup.

Pada tahun 1826, Beethoven mengidap meriang besar yang nyatanya diakibatkan oleh sakit ginjal. Penyakitnya tidak terbantu serta ia tewas pada 26 Maret 1827.

Komposer Musik Klasik Wolfgang Amadeus Mozart Yang Melegenda
Band Blog Informasi

Komposer Musik Klasik Wolfgang Amadeus Mozart Yang Melegenda

Komposer Musik Klasik Wolfgang Amadeus Mozart Yang Melegenda – Wolfgang Amadeus Mozart, yang julukan aslinya merupakan Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart( lahir di Salzburg, 27 Januari 1756- meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) merupakan humus. Mozart dikira selaku salah satu komposer nada klasik sangat berarti serta sangat populer dalam asal usul. Karya- karyanya( dekat 700 lagu) tercantum aransemen yang dengan cara besar diakui selaku pucuk nada simfoni, ruang nada, nada piano, nada opera, serta nada paduan suara. Ilustrasi ciptaannya merupakan Opera Don Giovanni serta Die Zauberflöte. Banyak buatan Mozart dikira selaku repertoar standar konser klasik serta diakui selaku adikarya nada klasik. Karya- karyanya diurutkan di brosur Köchel- Verzeichnishnis.

Komposer Musik Klasik Wolfgang Amadeus Mozart Yang Melegenda

Komposer Musik Klasik Wolfgang Amadeus Mozart Yang Melegenda
id.wikipedia.org

mikis-theodorakis – Pada awal mulanya( 1756- 1772). Mozart, yang dikenal mempunyai keahlian tunal mutlak( mengidentifikasi bunyi yang pas tanpa dorongan perlengkapan), ketahui nada semenjak lahir. Bapaknya, Johann Georg Leopold Mozart merupakan komposer berarti di zamannya, salah satu buatan sangat berartinya merupakan Kindersinfonie(” Child Symphony”). Wolfgang merupakan beruju dari 7 kerabat kandungan. Cuma ia serta Maria Anna Mozart(” Nannerl”) yang bertahan hingga berusia. Kala ia berumur 4 tahun, Mozart sanggup main Harpsichord serta mengimprovisasi buatan nada pendahulunya. Ia apalagi menulis aransemen pertamanya kala ia berumur 5 tahun. Karya- karyanya, antara lain biola, serta sebagian minuets. Leopold mengakulasi seluruh aransemen ini tanpa sepengetahuan anak- Nya. Begitu pula dengan Nannerl, ia pula pemeran piano yang amat andal. Leopold yang menciptakan kemampuan kedua buah hatinya merasa” dipanggil” buat memamerkannya di semua Eropa.

Baca juga : Kisah Hidup komposer Musik Klasik Ternama Johann Sebastian Bach

Main piano di depan Raja Bayern

Mozart setelah itu dibawa buat main piano di depan Raja Bayern di Munich. Pada September 1762, Leopold menginginkan durasi lama buat mengiklankan putranya pada raja- raja. Mereka setelah itu berangkat buat Wina. Di situ, Mozart memainkan piano di depan Istri raja Maria Theresia yang kagum oleh kemampuan game Mozart serta Nannerl. Sehabis konser ini, Mozart wajib mendatangi konser jauh sepanjang 3 tahun, Paris( 1763, 1765) serta London( 1764- 1765). Di tempat- tempat ini, Mozart melangsungkan konser di depan raja- raja serta pula dicoba oleh mereka, antara lain dengan tingkatkan tema yang diserahkan oleh pengetes dengan mata tertutup dengan selembar kain. Mozart disambut selaku anak fantastis di seluruh tempat. Di London, beliau pula berjumpa kanak- kanak dari Johann Sebastian Bach, ialah Johann Christian Bach yang kerap dipanggil selaku Bahasa Inggris Bach. Mozart memainkan piano Sonata dalam 4 tangan sembari bersandar di pangkuan Bach.

Simfoni Bach serta Carl Friedrich Abel pengaruhi Mozart Symphony awal( K. 16& K. 19), yang pada 1764& 1765. Pada 1767, Mozart menata sebagian piano Sonata dari komposer lain serta buatnya 4 buah konser piano awal( K 0, 37, K. 39, K. 40, K. 41). Pada 1768, atas permohonan Kaisar Wina, Mozart menata Opera Buffa( Opera Comics), Kecil La Finta( namun tidak terhambat) serta Opereta Bastien und Bastienne.

Berjalan ke Italia. Pada 1769, Mozart melaksanakan ekspedisi ke Italia. Hasil dari ekspedisi ini lumayan bagus, Mozart amat produktif dalam invensi aransemen. Ia menunjukkan Opera Mitridati, Rè in Ponto( 1770) serta Lucia Silla( 1772) serta keduanya menemukan berhasil besar di pertunjukannya di Milano. Mozart pula berjalan banyak simfoni sepanjang ekspedisi ini, serta dipengaruhi oleh komposer Italia semacam Sammartini. Di Bologna, Mozart pula menekuni kontrapor pada guru aransemen sangat populer pada dikala itu, Padre Martini.

Rentang waktu Salzburg( 1773- 1780). Saat sebelum kembali dari Italia, Mozart bermukim bersama bapaknya sepanjang 10 minggu di Wina, Leopold tidak mau Mozart kembali serta bertugas jadi nada” pengrajin” yang tidak sangat dinilai di Salzburg. Leopold berupaya buat memperoleh posisi buat putranya di Wina, namun itu tidak sukses. Sesungguhnya, aksi Leopold memperlihatkan kanak- kanak mereka di semua Eropa tidak sangat digemari oleh Kaisar Austria.

Kapel Ahli Archbishop Salzburg

Di Wina, Mozart mengikuti karya- karya terkini Joseph Haydn serta ia pula bersahabat dengan Michael Haydn( 1737- 1806), adik pria Joseph Haydn. Salah satu buatan berarti dikala ini merupakan K. 183, Simfoni Nomor. 25 di Gram Minor( 1773) serta K. 201, Simfoni dalam Utama( 1774). Pada dikala yang serupa di Salzburg, Uskup Segmamundo tewas serta digantikan oleh von Hierymous yang absolut serta aktif. Sehabis kembali dari Italia, Mozart bekerja selaku kapel Ahli di Salzburg.

Baca juga : Kisah Perjalanan Karir Adele Laurie Blue Adkins yang kerap disapa dengan nama  Adele

Uskup Colloredo, yang tidak sangat terpikat pada nada, membuat Mozart merasa jengkel paling utama sebab perilakunya yang kerap menyepelehkan Mozart. Buat melalaikan ketidaksukaannya kepada ketidaksukaannya, Mozart jadi lumayan giat bertugas serta mengerahkan kemampuannya pada invensi bermacam aransemen. Pada balik tahunnya yang ke- 21, jumlah aransemen sudah menggapai 300 buah. Pada 1777 Mozart mengundurkan diri dari letaknya selaku Ahli serta mengawali pekerjaannya selaku musisi freelance di Wina. Karya- karya berarti dari 1775- 1777 tercantum Sonata Piano awal, 5 violin Concerto, serta sebagian Piano Concerto, Opera La Jardinera Gingida, tercantum buatan awal K. 271 di EB Utama.

Ekspedisi jauh ke Paris

Mozart keluarga berencana buat berangkat serta berkerja di Paris, namun Leopold yang sedang terikat oleh kontrak kegiatan dengan kapel Uskup Agung Salzburg tidak bisa berangkat, jadi Mozart berangkat ditemani oleh ibunya. Mereka pergi pada 1777 September, serta perjalanannya menyantap durasi 16 bulan. Saat sebelum datang di Paris, mereka menyudahi serta berdiam buat sebagian durasi di München serta Mannheim. Di Mannheim, Mozart Friends dengan komposer Cannabich serta Holzbauer. Ia berupaya buat memperoleh posisi di situ lewat Pangeran Mannheim, namun itu tidak sukses. Alibi penting Mozart berdiam lebih lama di Mannheim merupakan sebab ia berjumpa serta jatuh cinta dengan Aloysia Weber, seseorang biduan Soprano berumur 16 tahun. Leopold yang ketahui ini menulis pesan yang berkata kalau Mozart wajib menyudahi pilihannya sendiri, apakah ia cuma mau jadi” artis jalanan yang hendak dibiarkan oleh orang bersamaan berjalannya durasi ataupun jadi musisi populer, dicintai serta ditulis dalam bermacam novel”.

Mozart pula menciptakan aransemen 6 duetti a clavicembalo e violino dari Joseph Schuster serta mengirimnya ke Nannerl. Ia menulis pesan pada bapaknya” Bila aku bermukim di mari, aku pula hendak menciptakan 6 potong dengan style yang serupa sebab mereka nyaman di mari”.

Walaupun ia kecewa( serta pula sebab cintanya ditolak Aloysia), Mozart meneruskan perjalanannya ke Paris. Di Paris, Mozart mulai bertugas dengan membagikan pelajaran individu, serta membuat lagu yang cocok dengan hasrat banyak orang Prancis. Mozart menemukan peluang buat melaksanakan profesinya oleh konser Spiritel. Salah satu buatan sangat berarti merupakan K. 297, Simfoni Nomor. 31 Paris. Tetapi, sehabis pementasan ini, bunda Mozart lekas jatuh sakit sebab meriang besar serta tewas pada 3 Juli 1778. Sahabat Mozart di Paris, seseorang adiwangsa bernama Grimm, menulis pesan pada Leopold kalau tidak terdapat era depan untuk Mozart di Paris paling utama sebab dari kontroversial antara pendukung gluck serta pendukung Opera Italia alhasil Mozart tidak dipikirkan.

Leopold setelah itu sukses memperoleh posisi organik di Kastel Salzburg dengan pendapatan yang lebih besar dari posisi tadinya. Saat sebelum pergi dari Paris, Mozart berjumpa lagi dengan J. C. Bach yang melaksanakan opera. Profesi berarti tidak hanya simfoni Paris merupakan sebagian biola sonata tercantum K. 304 biola sonata di E minor, K. 299, Concerto for Flute serta Harp in C Utama, serta K. 310, Sonata di Minor, salah satu Sonata Mozart yang mempunyai atmosfer hitam sebab ini dilahirkan oleh Mozart buat ibunya yang tewas.

Kembali ke Salzburg

Mozart kembali lewat Mannheim namun Orkestra Mannheim yang populer sudah alih ke Munich. Mozart setelah itu berangkat ke Munich serta bermukim sepanjang sebagian durasi dengan keluarga Weber. Di mari, Mozart mengidap patah batin sebab Aloysia mendapatkan posisi selaku Soprano serta melalaikan kehadiran Mozart.

Leopold jadi jengkel dengan keterlambatan Mozart serta perilakunya yang kurang bertanggung jawab atas posisi berarti. Ia takut bila posisi organik diserahkan oleh orang lain.

Mozart kembali ke Salzburg serta ia lekas menemukan posisi selaku organik di situ. Tugasnya tercantum main alat di basilika, kastel, serta kapel kastel, lagu- lagu pemesanan bagian, serta membimbing paduan suara kanak- kanak.

Pada 1779 serta 1780 berjalan tanpa banyak kegiatan. Berartinya bertugas dikala ini tercantum K. 364, Sinfonia Concertante di EB, Simfoni Nomor. 32- 34, sebagian konser, serenade, divertimento, nada gerejawi tercantum K. 317, Coronation Missa serta K. 339, Vesparae.

Munichen( 1781- 1784)

Mozart, walaupun menemukan posisi berarti selaku organik, sedang tidak dapat berteman dengan Collezeo. Pada masa panas 1780, Mozart menemukan antaran opera iDomeneo. Mozart memandang peluang ini selaku mungkin membebaskan diri dari Collezeo lama- lama.

Pementasan Idomeneo sukses serta disambut hangat oleh khalayak. Keluarga Mozart setelah itu berangkat ke Ausburg buat mendatangi keramaian parade serta acara konvensional di kota. Namun seketika, Coloredo pula muncul di acara itu. Ia memforsir Mozart buat berangkat ke Wina dengan rombongannya serta mendatangi penobatan Kaisar Joseph II.

Di Wina, Mozart diperlakukan tidak segan hingga selesai dengan argumennya dengan Colleagoo. Pada 9 Mei 1781, Mozart berkelahi dengan Colloredo serta memohon dirinya buat diberhentikan, namun ditolak. Satu bulan setelah itu, Mozart dihentikan dengan tidak santun. Ia alih ke rumah buat keluarga Weber di Wina serta tidak kembali ke Salzburg.

Aloysia Weber menikah dengan seseorang bintang film, namun Mozart kagum oleh Constanze Weber, anak ketiga dari keluarga Weber. Bapaknya tidak membenarkan ikatan Mozart serupa sekali. Buat melenyapkan ketegangan, Mozart alih ke rumahnya sendiri pada September 1781. Pada bertepatan pada 15 Desember 1781, Mozart membenarkan hubungannya dengan Constanze, namun Leopold sedang belum membenarkan ikatan.

Sesungguhnya, Mozart tidak bisa membebaskan diri sebab Ms. Constanze mengecam bila ikatan mereka putus, Mozart wajib mengambil alih ganti rugi yang sudah dihapus.

Perkawinan Mozart. Pada 4 Agustus 1782 Mozart menikahi Constanze di St. Basilika Stefanus. Keesokan harinya, Mozart menyambut pesan dari Leopold yang isinya membenarkan ikatan mereka walaupun pesan itu dingin. Perkawinan Mozart senang walaupun mereka lumayan mengalami tantangan hidup. Mozart senantiasa hadapi darurat duit namun ia tidak sempat hidup dalam kekurangan, serta dari 6 buah hatinya, cuma 2 yang hidup.

Mozart mencari nafkah dengan membimbing 3 ataupun 4 anak didik banyak serta main konser di rumah agung di Wina. Pada Desember 1781, Mozart timbul di Kastel Kaisar dalam peBature informal dengan Muzio Clementi. Mereka berdua melaksanakan improvisasi dengan cara orang serta bersama- sama memainkan Sonata. Walaupun Mozart dikira berhasil dalam pertandingan, namun harapannya buat memperoleh posisi di kastel tidak terkabul.

Pada 16 Juli 1782, Mozart melangsungkan Seseorang Opera Die Entifuhrung Aus Aus. Opera ini menemukan sambutan yang hidup dari khalayak. Kaisar Joseph II berikan ketahui Mozart kalau opera mempunyai” banyak bunyi” serta Mozart menanggapi” Jumlah bunyi yang pas benar, Yang Agung”. Apalagi gluck menanya pada kegiatan opera diulang.

Pada tahun yang serupa, Mozart kerap main dengan cara tertib di rumah Pangeran Gottfried Von Swieten. Swieten yang terpikat pada nada Baroque nyatanya mempengaruhi Mozart dalam pembuatan aransemen. Mozart meningkatkan style kontrapor dalam musiknya.

Pada 1784, Mozart berasosiasi dengan badan Freemason, sindikat pekerja yang mensupport buah pikiran perkerabatan di dasar Tuhan. Dapat kasih pada Union Mozart ini bisa meminjam duit kala ia menginginkan.

Pucuk pekerjaan Mozart pada dikala 1784- 1786. Mozart amat giat dalam bagian. Ia membuat 12 konser serta dikira selaku musinolog selaku profesi terpentingnya. Walaupun Kaisar Joseph II berasosiasi dengan konser Mozart, itu tidak menolong keuangannya serupa sekali. Mozart diberi posisi selaku musisi kastel dengan pendapatan yang tidak sangat besar.

Hidangan di Praha.

Le Nozzes di Figaro(” Perkawinan Figaro”) dipentaskan awal kali di Wina pada 1786 serta memenangkan keberhasilan alhasil Mozart membawanya ke Praha( Ceko Capital City) dengan keberhasilan yang lebih besar.

Mozart menata sebagian buatan yang lain tercantum K. 505, Symphony Nomor. 38 in d utama Prague. Berkah Kesujean Le Nozzes di Figaro, Mozart amat mau membuat opera terkini tercantum Don Giovanni, suatu novel opera. Mozart buat awal kalinya memakai trombon pada pembedahan, inilah yang menyebabkan timbulnya dampak yang lumayan menggemparkan. Pada 1787, Leopold tewas serta ini lumayan buat pengaruhi profesi Mozart.

Symphony terakhir Mozart

SIMFONI- SIMFONI Mozart terakhir, Simfoni Nomor. 39, 40, serta 41 Jupiter tidak dikenal benar apakah mereka dipentaskan saat sebelum Mozart tewas ataupun tidak. Pada masa semi 1789, Mozart berangkat ke Berlin tampak selaku seseorang pianis di depan Pangeran Sachsen di Dresden, beliau pula menjadi alat di Thomaskirche di Leipzig. Ia pula memainkan konser individu di depan Friedrich Wilhelm II, dalam kunjungannya ke Potsdam serta Berlin. Wilhelm II memintanya buat membuat 6 kuartet piano serta 6 piano Sonata yang sayangnya tidak dituntaskan oleh Mozart.

Kembali ke Wina serta akhir Hidup Mozart

Kembali ke Wina, Mozart mencuri bekerja, mati zauberflote(” seruling fantastis”). Opera ini berhasil besar, ia Libretto ditulis oleh Emanuel Schikaneder( 1751- 1812). Sehabis opera ini berakhir, Mozart menemukan antaran dari Pangeran Franz Von Walsegg buat membuat requiem yang berarti membuat aransemen selaku profesinya buat memeringati istrinya yang telah mati. Mozart tidak memiliki durasi buat menuntaskan profesi hebat ini serta setelah itu disahkan oleh murid- muridnya, Franz Xaver Sussmayr. Bagi sebagian pangkal, Mozart tidak bisa menyanyikan Lacrimosa dikala memainkan lagu ini dengan sahabatnya. Dari musiknya yang hitam, Franz Beyer berpendapat, di album Requiem,” Saya dapat mengikuti suara Mozart, yang berdialog untuk kepentingannya sendiri, dengan suasana menekan, semacam anak yang sakit yang sakit serta memandang ibunya penuh impian serta khawatir perceraian.” Mozart pula hadapi kekhawatiran hendak kematian. Pada bertepatan pada 5 Desember 1791, Mozart tewas, sesuatu pagi.

Pemicu Mozart tewas tidak sempat direkam dengan nyata. Musicologist membuat sebagian mungkin yang dituduhkan kenapa makam Mozart tidak dikenal.

– Mozart diracuni oleh Talieri yang ialah saingannya. Terdapat harian di Eropa yang berkata Talieri berterus terang saat sebelum ia tewas di tempat tidurnya( 1825), walaupun terdapat narasi lain kepada perihal ini.

– Di penguburan Mozart, terdapat angin besar salju alhasil keluarganya tidak dapat mendatangi penguburan. Cerita ini ditolak oleh Wina Weather Records.

– Badan Mozart ditransfer ke tempat lain sebab keluarganya tidak melunasi bayaran pemakaman.

Kisah Hidup komposer Musik Klasik Ternama Johann Sebastian Bach
Blog Informasi

Kisah Hidup komposer Musik Klasik Ternama Johann Sebastian Bach

Kisah Hidup komposer Musik Klasik Ternama Johann Sebastian Bach – Johann Sebastian Bach 1685- 28 Juli 1750 merupakan seseorang komposer serta musisi Jerman dari rentang waktu Baroque. Beliau diketahui buat aransemen instrumental semacam Konser Brandenburg serta Alterasi Goldberg, serta buat nada bunyi semacam St Matthew Passion serta Mass in B minor. Semenjak kebangkitan Bach era ke- 19, beliau dengan cara biasa dikira selaku salah satu komposer terhebat sejauh era.

Kisah Hidup komposer Musik Klasik Ternama Johann Sebastian Bach

Johann Sebastian Bach
kumparan.com

mikis-theodorakis – Keluarga Bach telah membagi sebagian komposer kala Johann Sebastian lahir selaku anak terakhir dari seseorang musisi kota di Eisenach. Sehabis jadi yatim piatu pada umur 10 tahun, beliau bermukim sepanjang 5 tahun dengan kakak tertuanya Johann Christoph, sehabis itu beliau meneruskan aturan musiknya di Lüneburg. Dari 1703 ia kembali ke Thuringia, bertugas selaku musisi buat gereja Protestan di Arnstadt serta Mühlhausen serta, buat durasi yang lebih lama, di majelis hukum di Weimar, di mana ia meluaskan kekayaan organnya, serta Köthen, di mana ia mayoritas ikut serta dengan nada kamar.. Semenjak 1723 beliau bertugas selaku Thomaskantor( biduan di St. Thomas) di Leipzig. Ia menggubah nada buat gereja Lutheran penting di kota, serta buat ansambel mahasiswa Universitas Collegium Musicum. Dari 1726 ia menerbitkan sebagian dari keyboard serta nada organnya. Di Leipzig, semacam yang terjalin sepanjang sebagian posisi tadinya, ia mempunyai ikatan yang susah dengan majikannya, suasana yang tidak banyak ditangani kala ia diserahkan titel komposer kastel oleh sultannya, Augustus, Elector of Saxony serta King of Poland, pada 1736. Dalam dasawarsa terakhir hidupnya beliau melakukan balik serta meluaskan banyak aransemen tadinya. Ia tewas sebab komplikasi sehabis pembedahan mata pada tahun 1750 pada umur 65 tahun.

Baca juga : 10 Desetan Komposer Terbaik Di Dunia

Bach memperkaya style Jerman yang telah mapan lewat penguasaannya kepada aduan, badan serasi serta motivic, serta adaptasinya kepada irama, wujud, serta komposisi dari luar negara, paling utama dari Italia serta Prancis. Aransemen Bach melingkupi ratusan kantata, bagus keramat ataupun sekuler. Ia menggubah nada gereja Latin, Passions, oratorios, serta motets. Ia kerap mengadopsi lagu pujian Lutheran, tidak cuma dalam buatan vokalnya yang lebih besar, namun pula dalam paduan suara 4 bagian serta lagu sakralnya. Ia menulis dengan cara ensiklopedis buat alat serta buat instrumen keyboard yang lain. Ia menggubah konserto, misalnya buat biola serta harpsichord, serta suite, selaku nada kamar dan buat orkestra. Banyak dari ciptaannya memakai jenis canon serta fugue.

Sejauh era ke- 18 Bach paling utama dinilai selaku organis, sedangkan nada keyboardnya, semacam The Well- Tempered Clavier, dinilai sebab mutu didaktiknya. Pada era ke- 19 diterbitkan sebagian memoar Bach penting, serta pada akhir era itu seluruh musiknya yang populer sudah dicetak. Penyebaran beasiswa mengenai komposer bersinambung lewat majalah( serta setelah itu pula web website) yang dengan cara khusus tertuju untuknya, serta pengumuman lain semacam Bach- Werke- Verzeichnis( BWV, brosur karya- karyanya bernomor) serta versi kritis terkini dari komposisinya. Musiknya dipopulerkan lebih lanjut lewat banyak komposisi, tercantum, misalnya, Air on the Gram String, serta rekaman, semacam 3 set kotak berlainan dengan performa komplit oeuvre komposer yang men catat peringatan 250 tahun kepergiannya.

Bach lahir pada 1685 di Eisenach, di kadipaten Saxe- Eisenach, dalam suatu keluarga nada yang besar. Bapaknya, Johann Ambrosius Bach, merupakan ketua musisi kota, serta seluruh pamannya merupakan musisi handal. Bapaknya bisa jadi mengajarinya main biola serta harpsichord, serta saudaranya Johann Christoph Bach mengajarinya clavichord serta mengenalkannya pada banyak nada kontemporer. Warnanya atas inisiatifnya sendiri, Bach berpelajaran di St. Michaels School di Lüneburg sepanjang 2 tahun. Sehabis lolos, beliau menggenggam sebagian posisi nada di semua Jerman, tercantum Kapellmeister( ketua nada) ke Leopold, Pangeran Anhalt- Köthen, serta Thomaskantor di Leipzig, posisi ketua nada di gereja Lutheran penting serta pengajar di Thomasschule. Ia menyambut titel” Royal Court Composer” dari Augustus III pada 1736. Kesehatan serta pandangan Bach menyusut pada 1749, serta ia tewas pada 28 Juli 1750.

Era kecil( 1685–1703)

Johann Sebastian Bach lahir di Eisenach, bunda kota kadipaten Saxe- Eisenach, di Jerman dikala ini, pada bertepatan pada 21 Maret 1685 O. S.( 31 Maret 1685 N. S.). Ia merupakan putra dari Johann Ambrosius Bach, ketua musisi kota, serta Maria Elisabeth Lämmerhirt. Ia merupakan anak kedelapan serta beruju dari Johann Ambrosius, yang mungkin besar mengajarinya biola serta filosofi nada dasar. Pamannya seluruhnya merupakan musisi handal, yang letaknya tercantum organis gereja, musisi ruang majelis hukum, serta komposer. Seseorang mamak, Johann Christoph Bach( 1645–1693), memperkenalkannya pada alat, serta sepupu kedua yang lebih berumur, Johann Ludwig Bach( 1677–1731), merupakan seseorang komposer serta pemeran biola populer.

Bunda Bach tewas pada tahun 1694, serta bapaknya tewas 8 bulan setelah itu. Bach yang berumur 10 tahun alih dengan kakak tertuanya, Johann Christoph Bach( 1671–1721), organis di Gereja St. Michael di Ohrdruf, Saxe- Gotha- Altenburg. Di situ beliau berlatih, tampak, serta memindahkan nada, tercantum kepunyaan saudaranya sendiri, walaupun dilarang melaksanakannya sebab partitur amat bernilai serta individu, serta kertas besar kosong sejenis itu mahal biayanya. Ia menyambut pengajaran bernilai dari saudaranya, yang mengajarinya mengenai clavichord. J. C. Bach memaparkannya pada karya- karya komposer hebat dikala itu, tercantum komposer Jerman Selatan semacam Johann Pachelbel( di bawahnya sempat berlatih Johann Christoph) serta Johann Jakob Froberger; Komposer Jerman Utara; Orang Prancis, semacam Jean- Baptiste Lully, Louis Marchand, serta Marin Marais; serta klenderis Italia Girolamo Frescobaldi. Pula sepanjang durasi ini, ia diajar dogma, Latin, Yunani, Prancis, serta Italia di gimnasium lokal.

Baca juga : Kisah Perjalanan Karir Adele Laurie Blue Adkins yang kerap disapa dengan nama  Adele

Pada bertepatan pada 3 April 1700, Bach serta sahabat sekolahnya Georg Erdmann— yang 2 tahun lebih berumur dari Bach— tertera di Sekolah St. Michael yang bergengsi di Lüneburg, dekat 2 minggu ekspedisi ke utara Ohrdruf. Ekspedisi mereka mungkin besar dicoba dengan berjalan kaki. 2 tahun pekerjaannya di situ amatlah berarti dalam mengekspos Bach ke adat Eropa yang lebih besar. Tidak hanya menyanyi di paduan suara, ia memainkan alat 3 buku petunjuk serta harpsichord sekolah. Ia berkaitan dengan putra adiwangsa dari Jerman utara yang sudah dikirim ke sekolah yang amat berhati- hati buat menyiapkan pekerjaan di patuh lain.

Dikala terletak di Lüneburg, Bach mempunyai akses ke Gereja St. John serta mungkin memakai alat populer gereja dari tahun 1553, sebab itu dimainkan oleh guru organnya Georg Böhm. Sebab kemampuan musiknya, Bach mempunyai kontak yang penting dengan Böhm kala jadi mahasiswa di Lüneburg, serta ia pula melaksanakan ekspedisi ke dekat Hamburg di mana ia mencermati” organis Jerman Utara yang hebat, Johann Adam Reincken”. Stauffer memberi tahu temuan pada tahun 2005 dari tabulasi alat yang ditulis Bach, dikala sedang anak muda, dari buatan Reincken serta Dieterich Buxtehude, yang membuktikan” seseorang anak muda yang patuh, logis, serta berpengalaman yang amat berkomitmen buat menekuni keterampilannya”.

Weimar, Arnstadt, serta Mühlhausen( 1703–1708)

Pada Januari 1703, tidak lama sehabis lolos dari St. Michael serta ditolak buat kedudukan alat di Sangerhausen, Bach dinaikan selaku musisi kastel di kapel Duke Johann Ernst III di Weimar. Kedudukannya di situ tidak nyata, tetapi bisa jadi tercantum kewajiban agresif serta non- musik. Sepanjang 7 bulan era jabatannya di Weimar, reputasinya selaku keyboardist menabur sedemikian itu banyak alhasil ia diundang buat mengecek alat terkini serta membagikan resital kesatu di Gereja Terkini( saat ini Gereja Bach) di Arnstadt, yang terdapat dekat 30 km( 19 mil).) barat energi dari Weimar. Pada Agustus 1703, ia jadi organis di Gereja Terkini, dengan tugas- tugas enteng, pendapatan yang relatif ekonomis batin, serta alat terkini yang disetel dalam temperamen yang membolehkan nada yang ditulis dalam bentang tuts yang lebih besar buat dimainkan.

Terbebas dari ikatan keluarga yang kokoh serta tuan yang bersemangat kepada nada, ketegangan bertambah antara Bach serta pihak berhak sehabis sebagian tahun berprofesi. Bach tidak puas dengan standar biduan dalam paduan suara. Ia mengatakan salah satu dari mereka selaku” Zippel Fagottist”( pemeran bassoon weenie). Pada sesuatu malam anak didik ini, bernama Geyersbach, mengejar Bach dengan satu batang gayung. Bach mengajukan keluhkesah kepada Geyersbach pada pihak berhak. Mereka melepaskan Geyersbach dengan peringatan enteng serta menginstruksikan Bach buat jadi lebih berimbang hal mutu nada yang ia harapkan dari murid- muridnya. Sebagian bulan setelah itu Bach membuat marah majikannya sebab lama bolos dari Arnstadt: sehabis menemukan kelepasan sepanjang 4 minggu, ia bolos sepanjang dekat 4 bulan pada tahun 1705–1706 buat mendatangi organis serta komposer Dieterich Buxtehude di kota utara Lübeck. Kunjungan ke Buxtehude mengaitkan ekspedisi 450 km( 280 mil) sekali jalur, informasinya dengan berjalan kaki.

Pada 1706, Bach melamar kedudukan selaku alat di Gereja Blasius di Mühlhausen. Selaku bagian dari aplikasinya, beliau melangsungkan pementasan kantata pada Paskah, 24 April 1707, mungkin ialah tipe dini dari Christ lag di Todes Banden. Sebulan setelah itu aplikasi Bach diperoleh serta ia mengutip posisi itu pada bulan Juli. Posisi itu tercantum remunerasi yang jauh lebih besar, situasi yang lebih bagus, serta paduan suara yang lebih bagus. 4 bulan sehabis datang di Mühlhausen, Bach menikahi Maria Barbara Bach, sepupu keduanya. Bach sukses memastikan gereja serta penguasa kota di Mühlhausen buat membiayai penyempuraan alat yang mahal di Gereja Blasius. Pada 1708 Bach menulis Gott ist mein König, suatu kantata hidup buat inaugurasi badan terkini, yang diterbitkan atas bayaran badan.

Kembali ke Weimar( 1708–1717)

Bach meninggalkan Mühlhausen pada tahun 1708, kali ini kembali ke Weimar selaku organis serta dari tahun 1714 Konzertmeister( ketua nada) di kastel adiwangsa, di mana beliau mempunyai peluang buat bertugas dengan delegasi musisi handal yang besar serta didanai dengan bagus. Bach serta istrinya alih ke suatu rumah yang dekat dengan kastel adiwangsa. Belum lama di tahun yang serupa, anak awal mereka, Catharina Dorothea, lahir, serta kakak wanita Maria Barbara yang belum menikah berasosiasi dengan mereka. Ia senantiasa menolong melaksanakan rumah tangga hingga kepergiannya pada tahun 1729. 3 putra pula lahir di Weimar: Wilhelm Friedemann, Carl Philipp Emanuel, serta Johann Gottfried Bernhard. Johann Sebastian serta Maria Barbara mempunyai 3 anak lagi, yang tidak hidup hingga balik tahun awal mereka, tercantum anak sebandung yang lahir pada tahun 1713.

Era Bach di Weimar merupakan dini dari rentang waktu yang berkepanjangan dalam menggubah keyboard serta buatan orkestra. Ia menggapai keahlian serta keyakinan diri buat meluaskan bentuk yang terdapat serta memasukkan akibat dari luar negara. Ia berlatih menulis awal menggemparkan serta memakai irama energik serta desain harmonik yang ditemui dalam nada Italia semacam Vivaldi, Corelli, serta Torelli. Bach meresap pandangan style ini beberapa dengan memindahkan string Vivaldi serta konserto angin buat harpsichord serta alat; banyak dari buatan transkrip ini sedang dicoba dengan cara tertib. Bach dengan cara spesial terpikat pada style Italia, di mana satu ataupun lebih instrumen solo bergantian bagian untuk bagian dengan orkestra penuh di semua aksi.

Di Weimar, Bach lalu main serta membuat aransemen buat alat serta menunjukkan nada konser dengan ansambel si duke. Beliau pula mulai menulis preludes serta fugues yang setelah itu dirangkai jadi buatan monumentalnya The Well- Tempered Clavier(” clavier” yang berarti clavichord ataupun harpsichord), terdiri dari 2 novel, tiap- tiap bermuatan 24 preludes serta fugues di tiap kunci utama serta minor. Bach pula mulai melakukan Novel Alat Kecil di Weimar, yang bermuatan lagu- lagu paduan suara Lutheran konvensional yang diatur dalam komposisi yang lingkungan. Pada 1713, Bach ditawari kedudukan di Halle kala ia berikan ajakan pada pihak berhak sepanjang penyempuraan oleh Christoph Cuntzius dari alat penting di galeri barat Gereja Pasar Ibu Maria.

Pada masa semi 1714, Bach dipromosikan jadi Konzertmeister, sesuatu martabat yang meminta melaksanakan kantata gereja tiap bulan di gereja kastil. 3 kantata awal dalam seri terkini Bach yang disusun di Weimar merupakan Himmelskönig, sei willkommen, BWV 182, buat Minggu Palem, yang bersamaan dengan Pemberitahuan tahun itu; Weinen, Klagen, Sorgen, Zagen, BWV 12, buat Jubilate Sunday; serta Erschallet, ihr Lieder, erklinget, ihr Saiten! BWV 172 buat Pentakosta. Kantata Natal awal Bach, Christen,ätzet diesen Tag, BWV 63, disiarkan kesatu pada 1714 ataupun 1715.

Pada 1717, Bach kesimpulannya tidak digemari di Weimar serta, bagi alih bahasa informasi sekretaris majelis hukum, dipenjara sepanjang nyaris sebulan saat sebelum diberhentikan dengan cara tidak bagus:” Pada bertepatan pada 6 November[1717], pimpinan konser serta organis quondam Bach merupakan terbatas di tempat penangkapan Juri Area sebab sangat keras kepala mendesakkan permasalahan pemecatannya serta kesimpulannya pada bertepatan pada 2 Desember dibebaskan dari penahanan dengan pemberitahuan pemecatannya yang tidak profitabel.”

Köthen( 1717–1723)

Leopold, Pangeran Anhalt- Köthen, memperkerjakan Bach buat melayani selaku Kapellmeister( ketua nada) pada tahun 1717. Pangeran Leopold sendiri seseorang musisi, menghormati kemampuan Bach, membayarnya dengan bagus serta memberinya independensi yang lumayan dalam mengaransemen serta tampak. Pangeran itu merupakan seseorang Calvinis serta tidak memakai nada yang kompleks dalam penyembahannya; karenanya, beberapa besar buatan Bach dari rentang waktu ini merupakan sekuler, tercantum suite orkestra, suite cello, sonata serta partitas buat biola tunggal, serta Konser Brandenburg. Bach pula menata kantata sekuler buat majelis hukum, semacam Die Zeit, die Tag und Jahre macht, BWV 134a. Akibat penting pada kemajuan nada Bach sepanjang tahun- tahun bersama pangeran direkam oleh Stauffer selaku” dekapan penuh nada tarian Bach, bisa jadi akibat sangat berarti pada style dewasanya tidak hanya mengangkat nada Vivaldi di Weimar.”

Walaupun lahir di tahun yang serupa serta cuma berjarak dekat 130 km( 80 mil), Bach serta Handel tidak sempat berjumpa. Pada tahun 1719, Bach melaksanakan ekspedisi sepanjang 35 km( 22 mil) dari Köthen ke Halle dengan tujuan buat berjumpa Handel; tetapi, Handel sudah meninggalkan kota. Pada tahun 1730, putra tertua Bach, Wilhelm Friedemann, melaksanakan ekspedisi ke Halle buat mengundang Handel mendatangi keluarga Bach di Leipzig, namun kunjungan itu tidak terjalin.

Pada bertepatan pada 7 Juli 1720, kala Bach lagi berangkat di Carlsbad bersama Pangeran Leopold, istri Bach seketika tewas. Tahun selanjutnya, ia berjumpa Anna Magdalena Wilcke, seseorang soprano belia yang amat berbakat 16 tahun lebih belia, yang tampak di majelis hukum di Köthen; mereka menikah pada bertepatan pada 3 Desember 1721. Bersama- sama mereka mempunyai 13 anak, 6 di antara lain bertahan sampai berusia: Gottfried Heinrich; Elisabeth Juliane Friederica( 1726–1781); Johann Christoph Friedrich serta Johann Christian, yang keduanya, paling utama Johann Christian, jadi musisi yang penting; Johanna Carolina( 1737–1781); serta Regina Susanna( 1742–1809).

Leipzig( 1723–1750)

Pada tahun 1723, Bach dinaikan selaku Thomaskantor, Cantor Sekolah St. Thomas di Gereja St. Thomas di Leipzig, yang sediakan nada buat 4 gereja di kota: Gereja St. Thomas serta Gereja St. Nicholas serta pada tingkatan yang lebih kecil Gereja Terkini serta Gereja Santo Petrus. Ini merupakan” cantorate terkenal di Protestan Jerman”, yang terdapat di kota bisnis di Electorate of Saxony, yang ia pegang sepanjang 27 tahun hingga kepergiannya. Sepanjang durasi itu beliau mendapatkan gengsi lebih lanjut lewat penaikan martabat di majelis hukum Köthen serta Weissenfels, dan Elektor Frederick Augustus( yang pula Raja Polandia) di Dresden. Bach kerap tidak sepakat dengan majikannya, badan kota Leipzig, yang ia kira selaku” mencubit duit”.

Penaikan di Leipzig Johann Kuhnau sudah jadi Thomaskantor di Leipzig dari tahun 1701 hingga kepergiannya pada bertepatan pada 5 Juni 1722. Bach sudah mendatangi Leipzig sepanjang era kedudukan Kuhnau: pada tahun 1714 beliau mendatangi kebaktian di Gereja St. Thomas pada hari Minggu awal Adven, serta pada tahun 1717 ia sudah mencoba alat Gereja St. Paul. Pada 1716 Bach serta Kuhnau berjumpa pada peluang pengetesan serta peresmian alat di Halle.

Sehabis ditawari posisi itu, Bach diundang ke Leipzig cuma sehabis Georg Philipp Telemann melaporkan tidak terpikat alih ke Leipzig. Telemann berangkat ke Hamburg, di mana ia” mempunyai permasalahan sendiri dengan badan legislatif kota”.

Bach dimohon buat membimbing anak didik Thomasschule dalam bersenandung serta membagikan nada gereja buat gereja- gereja penting di Leipzig. Ia pula ditugaskan buat membimbing bahasa Latin namun diizinkan buat memperkerjakan 4″ prefek”( delegasi) buat melaksanakannya. Para prefek pula menolong pengajaran nada. Suatu kantata dibutuhkan buat kebaktian gereja pada hari Minggu serta hari prei gereja bonus sepanjang tahun ibadat.

Tahun daur kantata( 1723- 1729)

Bach umumnya mengetuai pementasan kantata- nya, yang beberapa besar disusun dalam durasi 3 tahun sehabis alih ke Leipzig. Yang awal merupakan Die Elenden sollen essen, BWV 75, yang dipentaskan di Gereja St. Nicholas pada bertepatan pada 30 Mei 1723, hari Minggu awal sehabis Trinity. Bach mengakulasi kantata dalam daur tahunan. 5 dituturkan dalam obituari, 3 sedang terdapat. Dari lebih dari 300 cantata yang digubah Bach di Leipzig, lebih dari 100 sudah lenyap dari keturunannya. Beberapa besar dari buatan ini menguraikan pustaka Injil yang didetetapkan buat tiap Minggu serta hari raya di tahun Lutheran. Bach mengawali daur tahunan kedua pada hari Minggu awal sehabis Trinity tahun 1724 serta cuma menata kantata paduan suara, tiap- tiap bersumber pada satu lagu pujian gereja. Ini tercantum O Ewigkeit, du Donnerwort, BWV 20, Wachet auf, ruft uns die Stimme, BWV 140, Nun komm, der Heiden Heiland, BWV 62, serta Wie schön leuchtet der Morgenstern, BWV 1.

Bach melukis biduan soprano serta alto dari sekolah serta tenor serta bass dari sekolah serta tempat lain di Leipzig. Pementasan di acara perkawinan serta penguburan membagikan pemasukan bonus untuk kelompok- kelompok ini; bisa jadi buat tujuan ini, serta buat penataran pembibitan di sekolah, ia menulis paling tidak 6 corak. Selaku bagian dari profesi gereja regulernya, ia menunjukkan corak komposer lain, yang berperan selaku bentuk resmi buat ciptaannya sendiri.

Pelopor Bach selaku biduan, Johann Kuhnau, pula sempat jadi ketua nada buat Gereja St. Paul, gereja Universitas Leipzig. Namun kala Bach dilantik selaku biduan pada tahun 1723, ia cuma bertanggung jawab atas nada buat kebaktian acara( hari prei gereja) di Gereja St. Paul; petisinya buat pula sediakan nada buat kebaktian Minggu reguler di situ( buat ekskalasi pendapatan yang cocok) hingga ke tangan Pemilih namun ditolak. Sehabis ini, pada 1725, Bach” kehabisan atensi” buat bertugas apalagi buat kebaktian di Gereja St. Paul serta timbul di situ cuma pada” acara- acara spesial”. Gereja St. Paul mempunyai alat yang jauh lebih bagus serta lebih terkini( 1716) dari Gereja St. Thomas ataupun Gereja St. Nicholas. Bach tidak diwajibkan memainkan alat apa juga dalam kewajiban resminya, namun dipercayai ia senang main di alat Gereja St. Paul” buat kesenangannya sendiri”.

Bach meluaskan aransemen serta pertunjukannya di luar ibadat dengan mengutip ganti, pada Maret 1729, ketua Collegium Musicum, ansambel pementasan sekuler yang diawali oleh Telemann. Ini merupakan salah satu dari lusinan perkumpulan swasta di kota- kota besar berbicara Jerman yang dibuat oleh mahasiswa universitas yang aktif dengan cara nada; warga ini jadi terus menjadi berarti dalam kehidupan nada khalayak serta umumnya dipandu oleh para handal sangat terkenal di kota. Dalam perkata Christoph Wolff, menyangka kedudukan sutradara merupakan tahap licik yang” mengkonsolidasikan cengkaman kokoh Bach pada badan nada penting Leipzig”. Sejauh tahun, Collegium Musicum Leipzig tampak dengan cara tertib di tempat- tempat semacam Café Zimmermann, suatu warung kopi di Catherine Street dari alun- alun pasar penting. Banyak dari buatan Bach sepanjang tahun 1730- an serta 1740- an ditulis buat serta dibawakan oleh Collegium Musicum; di antara lain merupakan bagian dari Clavier-Übung( Bimbingan Keyboard) serta banyak konser biola serta keyboardnya.

Tahun- tahun medio rentang waktu Leipzig( 1730–1739)

Pada tahun 1733, Bach menggubah Ekaristi Kyrie- Gloria dalam B minor yang setelah itu ia campurkan dalam Ekaristi dalam B minor. Ia memberikan dokumen itu pada Pemilih dalam usaha kesimpulannya sukses ajak pangeran buat memberinya titel Komposer Majelis hukum. Ia setelah itu meluaskan buatan ini jadi massa penuh dengan meningkatkan Credo, Sanctus, serta Agnus Dei, nada yang beberapa didasarkan pada kantata sendiri serta beberapa asli. Penunjukan Bach selaku Komposer Majelis hukum ialah bagian peperangan waktu panjangnya buat menggapai posisi payau yang lebih besar dengan badan Leipzig. Antara 1737 serta 1739, mantan anak didik Bach, Carl Gotthelf Gerlach, berprofesi selaku ketua Collegium Musicum.

Pada 1735 Bach mulai menyiapkan pengumuman pertamanya mengenai nada alat, yang dicetak selaku Clavier-Übung ketiga pada tahun 1739. Semenjak dekat tahun itu beliau mulai menata serta menata set preludes serta fugues buat harpsichord yang hendak jadi novel keduanya mengenai Clavier yang Pemakan bawang.

Tahun- tahun terakhir serta kematian( 1740–1750)

Dari tahun 1740 sampai 1748 Bach memindahkan, mentranskripsikan, meluaskan ataupun memprogram nada dalam style polifonik yang lebih berumur( stile antico) oleh, antara lain, Palestrina( BNB I atau P atau 2), Kerll( BWV 241), Torri( BWV Anh. 30), Bassani( BWV 1081), Gasparini( Missa Canonica) serta Caldara( BWV 1082). Style Bach sendiri beralih dalam dasawarsa terakhir hidupnya, membuktikan kenaikan integrasi bentuk polifonik serta kanon dan bagian lain dari stile antico. Daya muat Clavier-Übung keempat serta terakhirnya, Alterasi Goldberg, buat harpsichord 2 buku petunjuk, bermuatan 9 kanon serta diterbitkan pada tahun 1741. Sepanjang rentang waktu ini, Bach pula lalu mengadopsi nada kontemporer semacam Handel( BNB I atau K atau 2) serta Stölzel( BWV 200), serta membagikan banyak dari aransemen tadinya, semacam St Matthew serta St John Passions serta Great Eighteen Chorale Preludes, perbaikan terakhir mereka. Beliau pula memprogram serta mengadaptasi nada oleh komposer angkatan belia, tercantum Pergolesi( BWV 1083) serta murid- muridnya sendiri semacam Goldberg( BNB I atau Gram atau 2).

Pada 1746 Bach lagi menyiapkan diri buat masuk ke dalam Society of Musical Sciences[de] Lorenz Christoph Mizler. Buat diperoleh, Bach wajib memberikan suatu aransemen, yang untuknya ia memilah Alterasi Kanonik pada” Vom Himmel hoch da komm ich her”, serta suatu potret, yang dilukis oleh Elias Gottlob Haussmann serta menunjukkan Canon triplexá 6 Voc buatan Bach. Pada Mei 1747, Bach mendatangi kastel Raja Frederick II dari Prusia di Potsdam. Raja memainkan tema buat Bach serta menantangnya buat mengimprovisasi suatu fugue bersumber pada temanya. Bach bagi, memainkan fugue 3 bagian di salah satu fortepianos Frederick oleh Gottfried Silbermann, yang ialah tipe instrumen terkini pada dikala itu. Sekembalinya ke Leipzig, beliau menata satu set fugue serta kanon, serta trio sonata, bersumber pada Thema Regium( tema raja). Dalam sebagian minggu nada ini diterbitkan selaku The Musical Offering serta didedikasikan buat Frederick. The Schübler Chorales, selengkap 6 kata pengantar paduan suara yang ditranskripsikan dari aksi kantata yang disusun Bach dekat 2 dasawarsa tadinya, diterbitkan dalam durasi satu tahun. Dekat durasi yang serupa, gabungan 5 alterasi kanonik yang diajukan Bach kala merambah warga Mizler pada 1747 pula dicetak.

2 aransemen bernilai besar menaiki posisi esensial dalam tahun- tahun terakhir Bach. Dari dekat 1742 ia menulis serta merevisi bermacam kanon serta fugues The Art of Fugue, yang lalu ia persiapkan buat pengumuman hingga tidak lama saat sebelum kepergiannya. Sehabis mengekstraksi suatu kantata, BWV 191, dari Ekaristi Kyrie- Gloria 1733 buat majelis hukum Dresden pada medio 1740- an, Bach meluaskan pengaturan itu ke dalam Ekaristi dalam B minor di tahun- tahun terakhir hidupnya. Stauffer mendeskripsikannya selaku” Buatan gereja sangat umum Bach. Terdiri paling utama dari aksi siklus balik dari kantata yang ditulis sepanjang 3 puluh 5 tahun, itu membolehkan Bach buat mensurvei bagian vokalnya buat terakhir kalinya serta memilah aksi khusus buat direvisi serta disempurnakan lebih lanjut.” Walaupun ekaristi komplit tidak sempat dicoba sepanjang era komposer, itu dikira selaku salah satu buatan paduan suara terbanyak dalam asal usul.

Pada Januari 1749, gadis Bach, Elisabeth Juliane Friederica, menikahi muridnya, Johann Christoph Altnickol. Tetapi kesehatan Bach menyusut. Pada bertepatan pada 2 Juni, Heinrich von Brühl menulis pada salah satu walikota Leipzig buat memohon ketua musiknya, Johann Gottlob Harrer, memuat artikel nada Thomaskantor serta Sutradara” sehabis… kematian Mr. Bach”. Jadi tunanetra, Bach menempuh pembedahan mata, pada Maret 1750 serta sekali lagi pada bulan April, oleh pakar operasi mata Inggris John Taylor, seseorang laki- laki yang dengan cara besar dimengerti dikala ini selaku pembohong serta dipercayai sudah membutakan ratusan orang. Bach tewas pada 28 Juli 1750 sebab komplikasi dampak penyembuhan yang tidak sukses.

Suatu inventaris yang terbuat sebagian bulan sehabis kematian Bach membuktikan kalau tanah kepunyaannya tercantum 5 harpsichord, 2 kecapi- harpsichord, 3 biola, 3 biola, 2 cello, suatu viola da gamba, suatu kecapi serta spinet, bersama dengan 52″ buku bersih”, tercantum buatan Martin Luther serta Josephus. Putra komposer Carl Philipp Emanuel membenarkan kalau The Art of Fugue, walaupun sedang belum berakhir, diterbitkan pada 1751. Bersama dengan salah satu mantan anak didik komposer, Johann Friedrich Agricola, putranya pula menulis obituari(” Nekrolog”), yang diterbitkan di Mizlers Musikalische Bibliothek[de], alat Society of Musical Sciences, pada 1754.

10 Desetan Komposer Terbaik Di Dunia
Blog Informasi

10 Desetan Komposer Terbaik Di Dunia

10 Desetan Komposer Terbaik Di Dunia – komposer merujuk pada orang yang menulis aransemen nada instrumental ataupun bunyi dalam bentuk solo, duo, trio, quartet, qwintet, hingga orkestra. Jadi komposer tidaklah profesi gampang. Tidak hanya wajib dapat memadankan bunyi jadi suatu aksen nada baik, seseorang komposer pula wajib liabel kepada suara not. Dalam asal usul paling tidak terdapat 10 komposer nada terhebat sejauh era. Siapa saja mereka?

10 Desetan Komposer Terbaik Di Dunia

1. Johann Sebastian Bach( Jerman)

Johann Sebastian Bach
internasional.kompas.com

mikis-theodorakis – Johann Sebastian Bach( 21 Maret 1685– 28 Juli 1750) merupakan seseorang komposer Jerman. Ciptaannya sangat populer merupakan Brandenburg Concerto. Para ahli musik memilah semua aransemen Bach dalam 5 era, tiap- tiap aransemen menampilkan perbandingan style lumayan khusus bila silih dibanding tahun pembuatannya. Yang membuat style lagu Bach berlainan merupakan seluruh lagu yang dibuatnya tertuju buat Tuhan.

28 Juli 1750, komposer nada klasik Johann Sebastian Bach tewas bumi di Leipzig, Jerman, sebab penyakit stroke yang dideritanya. Bach diketahui selaku salah satu komposer nada klasik terhebat sejauh era. Hidup di masa Baroque, karya- karyanya dipuji sebab kerumitan serta inovasi yang bergengsi. Sebagian buatan Bach yang populer antara lain, Air on Gram String, Bradenburg Concertos, Toccata and Fugue in D minor, Mass in B Minor, Bradenburg Concertos, serta Well- Tempered Clavier. Mengutip Biography, Bach lahir di Eisenach, Thuringia, Jerman pada 31 Maret 1685. Bach lahir dari keluarga musisi. Si papa, Johann Ambrosius Bach, bertugas selaku ketua nada di Eisenach, serta seluruh pamannya ialah pemusik handal. Bach kecil diajari oleh bapaknya main Biola serta Harpsichord. Ada pula kakak tertuanya, Johann Christoph Bach, mengajarinya Clavichord, serta memperkenalkannya dengan nada kontemporer. Pada 1694, bunda Bach, Maria Elisabeth Laemmerhirt tewas bumi, serta Johann Ambrosius Bach menyusul istrinya 8 bulan setelah itu. Postingan ini sudah tayang di Kompas. com dengan kepala karangan” Hari Ini dalam Asal usul: Komposer Johann Sebastian Bach Tewas Bumi”,

Baca juga : Dimitris Basis mengatakan “Jantung Yunani akan berdegup kencang di Australia selama beberapa dekade mendatang”

Berlatih di sekolah bergengsi Bach yang berumur 10 tahun setelah itu bermukim bersama Christoph Bach di Ohrdruf, Saxe- Gotha- Altenburg di mana si kakak jadi pemeran alat di situ. Di situ, Bach mulai berlatih seluruh tipe nada. Christoph pula mengenalkannya pada komposer Jerman Selatan semacam Johann Pachelbel, ataupun Utara semacam Johann Jakob Froberger. Tidak hanya nada, Bach pula menekuni dogma, bahasa Latin, Perancis, Yunani, serta Italia di suatu sekolah lokal di Ohrdruf. Pada 3 April 1700, Bach serta sahabat sekolahnya Georg Erdmann diperoleh berpelajaran di sekolah bergengsi Santo Michael di Lueneburg. Sepanjang 2 tahun berpelajaran di Lueneburg, Bach menemukan akses ke Gereja Santo Yohanes alhasil dapat memainkan alat mereka yang diketahui bermutu. Lekas saja, kemampuan Bach menemukan pengakuan dari gurunya, Georg Boehm, serta beliau berpeluang berangkat ke Hamburg buat memandang game alat terbaik musisi Jerman Utara, Johann Adam Reincken.

Anak muda cakap yang keras kepala. Karir Bach diawali pada Januari 1703 sehabis lolos dari Santo Michael. Bach diperoleh buat bertugas selaku musisi kamar di kapel Bupati Johann Ernst III di Weimar. Sepanjang 7 bulan bertugas di Weimar, reputasinya selaku musisi membuat Bach diundang buat mengecek alat terkini, sekalian berikan resital di Gereja Terkini( saat ini Gereja Bach) Arnstadt. Pada Agustus 1703, Bach jadi organis di Arnstadt, serta bertanggung jawab sediakan lagu buat layanan ekaristi, ataupun aktivitas yang mengaitkan nada. Dengan tugasnya yang terhitung enteng, pendapatan yang lumayan besar, serta alat terkini, Bach dapat lapang membuat lagu. Walaupun tercantum karyawan yang cakap, Bach mulai ikut serta permasalahan dengan daulat setempat sebab berkelahi dengan badan paduan suaranya.

Sehabis kejadian itu, Bach lenyap sepanjang sebagian bulan pada 1705. Sementara itu, dengan cara sah beliau cuma menyambut kelepasan sebagian minggu dari gereja. Bach berangkat ke Lubeck buat melihat game alat populer dari Dietrich Buxtehude serta memanjangkan era tinggalnya tanpa berikan ketahui siapa juga di Arnstadt. Pada 1707, Bach meninggalkan Arnstadt buat posisi pemeran alat di Gereja St. Blaise di Mühlhausen. Pada tahun yang serupa, ia menikahi Maria Barbara Bach yang sedang terbatas selaku kerabat sepupunya. Tetapi, keputusannya bertugas di St. Blaise tidak berjalan sebaik yang ia agendakan. Style nada Bach berselisih dengan pendeta gereja. Bach menghasilkan komposisi nada yang kompleks, sebaliknya pendetanya yakin kalau nada gereja wajib simpel. Salah satu buatan Bach sangat populer dari era ini merupakan kantata Gottes Zeit ist die allerbeste Zeit, pula diketahui selaku Actus Tragicus.

Bertugas buat adiwangsa Sehabis bertugas sepanjang satu tahun di Muehlhausen, pada 1708 Bach kembali ke Weimar, serta bertugas untuk Bupati Wilhelm Ernst. Sepanjang di Weimar, Bach mulai menggapi pucuk kesuksesan dalam pekerjaannya dengan menghasilkan beberapa aransemen termashyur sejauh era. Di antara lain, ia menulis Toccata and Fugue in D Minor, kantata Herz und Mund und Tat. Salah satu bagian dari kantata itu merupakan Jesu, Joy of Mans Desiring.

Sehabis 9 tahun bertugas di Weimar, Bach mulai bosan alhasil beliau menyambut ajuan profesi yang ditawarkan Pangeran Leopold dari Anhalt- Koethen. Bupati Wilhelm Ernst tampaknya tidak mau melepas Bach, serta menyudahi buat memenjarakannya sepanjang satu bulan. Ia terkini dibebaskan pada 2 Desember 1717, serta diizinkan buat berangkat ke Koethen untuk berjumpa Pangeran Leopold. Bach membuat sebagian aransemen, antara lain Brandenburg Concertos selaku wujud hidmat kepada Bupati Brandenburg. Kala Bach lagi bersama Leopold di Carlsbad pada 7 Juli 1720, Maria Barbara Bach tewas. Bersama Maria, Bach mempunyai 7 anak. Tetapi, sebagian di antara buah hatinya tewas dikala sedang kecil. Bach setelah itu menikah lagi dengan Anna Magdalena Wilcke. Mereka menikah 3 Desember 1721, serta memiliki 13 anak, dengan 6 di antara lain menggapai umur berusia.

Akhir hidup Pada 1723, sehabis menjajaki pemilahan, Bach diperoleh bertugas di Gereja Santo Thomas, Leipzig. Di mari, Bach menghabiskan 27 tahun buat berkreasi sampai ia tewas bumi buat menghasilkan bermacam aransemen. Di Leipzig, Bach menghasilkan buatan antara lain Passions According to St. Matthew, serta adikarya Mass in B Minor di era tuanya. Pada 1740, Bach mulai merasakan kendala di pandangannya. Walaupun sedemikian itu, ia senantiasa bertugas serta berjalan. Apalagi, pada 1747, Bach sedang luang mendatangi Raja Prussia, Frederick yang Agung, serta memainkan aransemen terkini untuk si raja. Bach melengkapi aransemen yang terkini ia mengadakan di depan Frederick sekembalinya ke Leipzig, serta membagikan kepala karangan Musical Offering. 2 tahun berjarak, Bach membuat aransemen terkini bertajuk The Art of Fugue. Tetapi, sampai akhir hayatnya, ia tidak sukses menuntaskan nada itu, serupa semacam Mass in B Minor. Bach luang menempuh pembedahan buat menyembuhkan permasalahan pandangannya. Tetapi, operasinya justru buatnya tunanetra. Bach kesimpulannya tewas bumi pada 28 Juli 1750 sebab mengidap stroke.

2. Wolfgang Amadeus Mozart( Austria)

Wolfgang Amadeus Mozart( 27 Januari 1756– 5 Desember 1791) merupakan seseorang komposer Austria. Beliau dikira selaku salah satu dari komposer nada klasik Eropa terutama serta sangat populer dalam asal usul.

Karya- karyanya( dekat 700 lagu) tercantum gubahan- gubahan yang dengan cara besar diakui selaku pucuk buatan nada simfoni, nada kamar, nada piano, nada opera, serta nada paduan suara. Salah satu buatan terbesarnya merupakan opera Don Giovanni serta*Die Zauberflote.*

Baca juga :  Biografi Rihanna Serta Sejarah Karirnya

3. Ludwig van Beethoven( Jerman)

Ludwig van Beethoven( 17 Desember 1770- 26 Maret 1827) merupakan seseorang komposer nada klasik dari Jerman. Ciptaannya yang populer merupakan simfoni kelima serta kesembilan, serta pula lagu piano Fur Elise. Beliau ditatap selaku salah satu komposer terbanyak serta ialah figur berarti dalam era pancaroba antara Era Klasik serta Era Romantik.

4. Richard Wagner( Jerman)

Wilhelm Richard Wagner( 22 Mei 1813– 13 Februari 1883) merupakan seseorang komposer mempengaruhi Jerman, ahli filosofi nada, serta pengarang, tetapi sangat populer lewat buatan operanya. Musiknya sangat populer merupakan” Ride of the Valkyries” dari Die Walkure serta” Bridal Chorus” dari Lohengrin.

Wagner pula ialah seseorang figur kontroversial sebab inovasi nada serta inovasi dramanya. Beliau pula seseorang pendukung pemikiran- pemikiran anti- semitisme.

5. Franz Schubert( Austria)

Franz Schubert( 31 Januari 1797- 19 November 1828) merupakan komposer berkebangsaan Austria. Lagu awal yang diperoleh Schubert dikala dirinya berumur 17 tahun bertajuk Gretchen at the Spinning Whell. Saat sebelum berumur 20 tahun, beliau sudah menulis 6 simponi.

Dengan cara totalitas beliau sudah menciptakan 9 simponi. 2 di antara lain merupakan Symphony Nomor. 8 in B minor( simponi no 8 dalam bunyi B minor) yang diketahui dengan kepala karangan Unfinished Symphony serta Symphony Nomor. 9 in C minor yang diketahui dengan kepala karangan Great Symphony. Beliau sudah menulis 100 lagu serta menciptakan nyaris 1. 000 buatan nada.

6. Robert Schumann( Jerman)

Robert Schumann( 8 Juni 1810–29 Juli 1856) merupakan seseorang ilustrator serta pianis Jerman. Ia dikira selaku salah satu dari komposer nada Romantik Eropa terutama, dan seseorang komentator nada populer dalam asal usul. Musiknya melukiskan watak romantisme yang amat individu.

7. Frederic Chopin( Polandia)

Fryderyk Franciszek Chopin lahir di Zelazowa Wola, dekat Warsawa, Polandia pada 1 Maret 1810. Bapaknya, Nicolas Chopin merupakan orang Prancis sebaliknya ibunya, Tekla- Justyna Kryzanowka merupakan orang Polandia.

Buat menjauhi harus angkatan, pada 1787 Chopin meninggalkan Prancis serta berdiam di Polandia. Beliau sedang dewasa 7 tahun kala salah satu dari polonaise- nya diterbitkan( Mc Neill, 1998). Pada baya 8 tahun, ia tampak di khalayak memainkan piano konserto kepunyaan Gywortez.

8. Franz Liszt( Hungaria)

Franz Liszt( 1811– 31 Juli 1886) merupakan seseorang komposer kelahiran Hungaria. Liszt jadi populer di semua Eropa sepanjang era ke- 19 buat keterampilannya selaku seseorang komposer.

Beliau disebut- sebut sudah memahami teknis pianis dari umur dini serta bisa jadi pianis terbanyak sejauh era. Beliau pula seseorang konduktor yang membagikan partisipasi penting kepada kemajuan nada klasik modern.

9. Johannes Brahms( Jerman)

Johannes Brahms( 7 Mei 1833– 3 April 1897) merupakan seseorang komposer serta pianis dari Jerman, salah satu musisi penting pada era Romantik. Brahms lahir di Hamburg, Jerman, tetapi setelah itu banyak berkreasi di Wina, Austria.

Brahms membuat aransemen nada buat piano, ansambel nada kamar, orkestra simfoni, serta buat biduan dan paduan suara. Salah satu ciptaannya sangat populer yakni Wiegenlied, Op. 49 Nomor. 4(” Lagu Nina Bobo”, dalam bahasa Inggris diketahui selaku Brahms Lullaby).

10. Giuseppe Verdi( Italia)

Giuseppe Fortunino Francesco Verdi( 10 Oktober 1813– 27 Januari 1901) merupakan komposer Italia, paling utama opera. Beliau merupakan badan sangat mempengaruhi di Sekolah Opera Italia pada era ke- 19. Karya- karyanya kerap dipanggungkan di bangunan opera di semua bumi serta melewati batas- batas jenis. Misalnya” La donnaè mobile” dari Rigoletto,” Va, Pensiero”( Koor dari Budak Yahudi) dari Nabucco,” Libiamo ne lieti calici”( The Drinking Song) dari La Traviata serta Triumphal March from Aida.

Dimitris Basis mengatakan “Jantung Yunani akan berdegup kencang di Australia selama beberapa dekade mendatang”
Blog Informasi Musik

Dimitris Basis mengatakan “Jantung Yunani akan berdegup kencang di Australia selama beberapa dekade mendatang”

Dimitris Basis mengatakan “Jantung Yunani akan berdegup kencang di Australia selama beberapa dekade mendatang” – Dimitris Basis kelahiran Stuttgart sudah tidak asing lagi dengan nasib buruk orang Yunani diasporan. Orang tuanya sendiri tinggal dan bekerja di Jerman selama tahun-tahun paling formatifnya, sebelum mereka kembali ke desa kecil mereka di Cherso, dekat Kilkis di Yunani Utara, ketika dia berusia delapan tahun. Pada usia sembilan tahun, dia melantunkan liturgi di gereja lokalnya sebelum memutuskan untuk mempelajari musik Bizantium hanya tiga tahun kemudian. Tidak asing lagi di Australia, ia kembali untuk perayaan Bicentennial Revolusi Yunani, untuk serangkaian konser untuk menghormati Kemerdekaan Yunani yang mencakup lagu-lagu yang membangkitkan semangat oleh Manos Hadjidakis, Mikis Theodorakis, Vassilis Tsitsanis dan Stavros Xarhakos.

Dimitris Basis mengatakan “Jantung Yunani akan berdegup kencang di Australia selama beberapa dekade mendatang”

Dimitris Basis
greekreporter.com

mikis-theodorakis – Kami bertemu dengannya saat dia masih di karantina hotel, dari sana dia berbicara dengan Neos Kosmos tentang enam konsernya yang akan datang di Australia, dan berbagi pemikirannya tentang pandemi dan musik Yunani serta pandangannya tentang orang Yunani Australia.

Bagaimana pengalaman Anda dengan karantina?

Apa yang saya alami di sini, karantina wajib, sebagai persyaratan bagi setiap pengunjung yang datang ke Australia dari luar negeri adalah jenis karantina yang berbeda dari yang telah kita alami selama setahun sekarang (dengan beberapa jeda di antaranya) di Yunani. Ini sangat berbeda dengan dikarantina di rumah bersama keluarga Anda, anak-anak Anda, ruang pribadi Anda, daripada dikurung di kamar. Selain rasa terkurung yang paling parah, karantina juga memiliki sisi positifnya. Selama 10 hari saya berada di sini di Australia, saya memiliki banyak waktu untuk berbicara dengan teman-teman saya (melalui panggilan video) yang sudah bertahun-tahun tidak saya ajak bicara. Saya mendengarkan musik, saya punya waktu untuk “reboot”. Itu semua ada di kepala Anda. Anda dapat melakukan berbagai hal di karantina untuk menghabiskan waktu. Saya berbicara dengan band saya di sini di Australia tentang latihan yang menunggu kami, tentang berbagai masalah terkait musik yang harus kami tangani – inilah cara saya menghabiskan waktu saya di karantina di sini di Sydney.

Baca juga : Sejarah sepakterjang karir Mikis Theodorakis

Menurut Anda, apa dampak pandemi yang kita alami terhadap hidup kita?

Kami pindah ke perairan yang belum dipetakan. Pandemi pasti akan [mempengaruhi] perekonomian dunia. Ini pasti akan membawa perubahan pada cara orang bekerja. Teleworking dan bekerja dari rumah saya pikir, sebagian besar, akan tetap ada, untuk beberapa perusahaan. Saya tidak tahu akan seperti apa tingkah laku orang setelah semua karantina dilakukan. Saya khawatir dengan dampak pandemi pada anak-anak, karena saya punya dua anak, yang sudah setahun tinggal di rumah melakukan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak penuh dengan energi, mereka terputus dari teman-temannya, mereka terputus dari lingkungan alaminya yang belajar secara langsung. Saya berharap kami akan mengatasi hal ini dengan cepat. Ini adalah perhatian saya dan saya yakin bahwa, sedikit demi sedikit, jika krisis keuangan teratasi, kita akan kembali normal. Saya pikir itu akan memakan waktu satu tahun lagi.

Bagaimana industri hiburan di Yunani mengalami situasi saat ini?

Dunia hiburan dan budaya paling terpukul oleh pandemi ekonomi ini. Ini sangat sulit, karena seniman mencari nafkah dari pekerjaan ini. Tidak ada apa pun di cakrawala yang menunjukkan bahwa dunia hiburan akan segera terbuka dan jika demikian, ia akan terbuka dengan banyak batasan. Ini membuat kami sedih.

Seorang seniman menjadi kreatif ketika mereka berada dalam ruang mental yang baik. Awal karantina kreatif bagi kita semua. Kami duduk di rumah kami, menulis lagu, mendapatkan inspirasi, membuat rencana kami tanpa mengetahui berapa lama situasi ini akan berlangsung.

Tapi sekarang, di mana hampir satu tahun telah berlalu, industri kita terpukul keras. Cabang ini berjumlah sekitar 120.000 orang (musisi, penyanyi, teknisi, aktor, desainer latar, koreografer, dll.). Industri hiburan sangat besar dan membutuhkan dukungan. Bukan hanya untuk para penyanyi, tetapi terlebih lagi untuk orang-orang di belakang layar atau di belakang seorang artis di atas panggung, orang-orang yang sulit bertahan selama ini.

Baca juga : Kerjasama Harv dan Justin Bieber di Album Justice

Kami, sekali lagi, beruntung memiliki Anda di sini di Australia. Apa perasaan Anda, terutama kali ini, di mana orang-orang Yunani merayakan hari jadi yang penting ini?

Ini adalah tahun yang penting bagi Yunani dan Helenisme. Kami merayakan ulang tahun ke-200 berdirinya negara Yunani modern setelah revolusi tahun 1821. Fakta bahwa komunitas Yunani telah memilih saya untuk mengadakan konser di seluruh Australia yang didedikasikan untuk acara besar seperti itu adalah suatu kehormatan besar bagi saya. Hormat kami, terima kasih. Itu adalah sesuatu yang telah kami kerjakan selama setahun. Konser yang akan kami sajikan adalah konser dengan orkestra simfoni besar, memainkan karya Hadjidakis – Theodorakis, Xarhakos – Tsitsanis, di bawah arahan George Ellis. Sangat mengesankan bahwa lagu-lagu Tsitsanis akan dibawakan oleh orkestra simfoni, juga oleh Xarhakos, Theodorakis dan Hadjidakis. Walaupun kita pernah mendengar lagu-lagu Theodorakis, misalnya dimainkan oleh orkestra besar, karya Tsitsanis biasanya tidak dimainkan oleh orkestra besar, tapi menurut saya itu menunjukkan kehebatan musik yang ditulis oleh komposer hebat ini. Keempat komposer ini dipilih karena saya anggap sebagai pilar lagu Yunani. Mereka adalah komposer yang membentuk panggung musik Yunani di Yunani modern. Saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang sangat mengesankan, sesuatu yang tidak akan terlupakan bagi orang-orang yang akan menghadiri konser.

Apakah menurut Anda ini adalah sebuah oksimoron bahwa, di satu sisi, kita merayakan ulang tahun ke-200 revolusi, yang pada intinya adalah penaklukan kemerdekaan kita, dan di sisi lain, pada saat ini, orang-orang Yunani di Yunani dirampas kebebasan?

Dalam pengertian itu, ya, itu sebuah oxymoron. Kami merayakan kebebasan kami, berdirinya negara Yunani modern dan di sisi lain, kami dirampas kebebasan, seperti yang Anda katakan. Tentu saja, semua ini kebetulan. Siapa yang mengira bahwa kita akan merayakan 200 tahun revolusi dan pandemi ini juga akan datang pada saat yang bersamaan? Karantina selama pandemi adalah wajib dan harus dilakukan. Fakta bahwa kami menghabiskan 400 tahun diperbudak adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Saya melihat ulang tahun ini sebagai perayaan yang luar biasa dan bahkan dalam kondisi pandemi, kami berhasil merayakan acara besar ini. Saya ingin mengucapkan selamat kepada komunitas Yunani di Australia. Kami sangat bangga sebagai orang Yunani ketika kami melihat bendera Yunani melambai “secara digital” di atas Gedung Opera Sydney. Ini menunjukkan bahwa orang Yunani Australia melakukan segalanya untuk membuat suara Yunani terdengar di ujung dunia.

Sejauh yang saya tahu, Anda juga dibesarkan di rumah tangga imigran. Seberapa mudah atau sulit bagi Anda untuk mewujudkan impian Anda dan langsung menampilkan karya-karya komposer hebat seperti itu?

Sulit untuk mewujudkan impian Anda, tetapi ketika Anda sangat menginginkan sesuatu dan ketika Anda bekerja secara sistematis, saya pikir pada akhirnya Anda akan berhasil. Saya, sebagai anak imigran, lahir di Jerman dari orang tua imigran Yunani, tumbuh besar mendengarkan musik Yunani karena orang tua imigran saya mendengarkan lagu-lagu Kazantzidis, Bithikotsis, dan semua lagu “laika” lainnya pada masanya. Jadi saya tumbuh di lingkungan yang mendengarkan banyak “laiko” dan saya jatuh cinta dengan musik dan nyanyian. Di masa remaja saya, ketika saya mulai menemukan musik, komposer dan penyanyi, keinginan untuk terlibat dalam musik dan menyanyi mulai muncul dalam diri saya. Saya memutuskan sejak awal (pada usia 18) bahwa yang ingin saya lakukan adalah menjadi seorang penyanyi. Saya tidak pernah menyangka akan tiba saatnya saya bertemu Mikis Theodorakis dan membuat dua rekaman dengannya, saya tidak pernah percaya Nikolopoulos akan menulis hits pertama saya, sama seperti saya tidak pernah menyangka saya akan berada di atas panggung bersama Haris Alexiou, George Dalaras, Alkistis Protopsalti, Dimitris Mitropanos, Eleni Vitali, Glykeria. Saya telah berkolaborasi dengan hampir semua yang hebat di bidang ini. Jika seseorang bertanya kepada saya pada usia 18 apakah saya akan berpikir bahwa ini akan terjadi, saya akan mengatakan tidak. Tetapi saya memiliki keinginan yang sangat besar dalam diri saya untuk melakukan apa yang saya sukai, yaitu musik dan menyanyi.

Kolaborasi yang sangat disukai banyak orang adalah yang Anda lakukan dengan Yiannis Kotsiras dan Dimitris Mitropanos. Kolaborasi mana yang membuat Anda tak terlupakan?

Kolaborasi itu adalah salah satu yang terpenting yang telah saya lakukan, dan itu yang terakhir dengan Mitropanos, sebelum dia meninggal. Semua kolaborasi itu penting. Ketika, di tahun ’98, saya berkolaborasi dengan Haris Alexiou, ketika pertunjukan akan berakhir setiap malam, saya tidak percaya saya berbagi panggung dengannya, karena dia adalah penyanyi yang banyak saya pelajari sejak muda. usia dan saya mengaguminya dan kami akhirnya berada di atas panggung bersama. Kolaborasi yang saya buat dengan Mitropanos dan Adamantidis yang didedikasikan untuk zeibekiko juga merupakan tahun ketika semua pertunjukan kami terjual habis. Saya telah mengalami beberapa momen yang sangat penting dalam karir saya.

Menurut Anda, bagaimana masa depan musik Yunani? Menurut Anda, apakah akan ada penerus yang layak dari pencipta hebat, seperti Theodorakis, Xarhakos, dll?

Saya tidak tahu apakah pencipta seperti Theodorakis, Hadjidakis, Xarhakos atau Tsitsanis akan datang. Tetapi saya tahu bahwa orang-orang ini telah meletakkan dasar untuk memberikan inspirasi bagi mereka yang mengikutinya. Waktu akan menentukan apakah akan ada Hadjidakis atau Theodorakis berikutnya. Kau tak pernah tahu. Tetapi saya percaya bahwa ada kontinuitas. Ada penyanyi bagus yang keluar dan lagu-lagu baru yang sedang ditulis dan tentu saja, ada akar kami yang terdiri dari semua komposer hebat dan musik tradisional itu. Inilah yang membuat lagu Yunani abadi. Itu memungkinkannya untuk hidup dan beradaptasi dengan hal-hal baru, seperti yang diinginkan generasi muda, karena “laiko” ditulis berbeda pada tahun 50-an dan sekarang ditulis dengan sangat berbeda.

Apakah Anda memiliki pesan untuk orang Yunani di Australia?

Saya beruntung telah berkeliling dunia melakukan pekerjaan ini. Dari Selandia Baru hingga Brasil dan Argentina, saya selalu bernyanyi untuk penonton Yunani, karena Yunani sebenarnya jauh lebih besar daripada yang terlihat. Di mana ada Helenisme, di situ ada Yunani. Saya paling tersentuh setiap kali saya bernyanyi untuk penonton Yunani Australia. Di sini, Helenisme pasti akan bertahan hingga 200 tahun ke depan. Komunitas Yunani sangat kuat. Saya telah mengunjungi sekolah-sekolah di Melbourne dan saya benar-benar tersentuh. Saya merasa bahwa saya berada di Yunani dan saya selalu membawa perasaan itu ketika saya kembali. Ketika orang bertanya kepada saya bagaimana di Australia, saya lebih suka berbicara tentang pengalaman saya di luar panggung. Cinta yang saya terima dari orang Yunani sangat menyentuh saya. Pesan saya untuk orang Yunani di Australia adalah untuk menjaga semangat mereka untuk Yunani. Jantung Yunani akan berdegup kencang di Australia selama beberapa dekade mendatang. Tidak ada tempat lain di dunia ini yang memiliki unsur Yunani yang begitu kuat, tidak dalam hal populasi, tetapi dalam kaitannya dengan hasrat yang dimiliki orang Yunani untuk tanah air mereka.

Sejarah sepakterjang karir Mikis Theodorakis
Blog Informasi Musik

Sejarah sepakterjang karir Mikis Theodorakis

Sejarah sepakterjang karir Mikis Theodorakis – Mikis Theodorakis adalah komponen nada Yunani terutamanya dalam era ke-20, serta salah satu yang paling muncul di bumi. Dengan cara politik, sehingga kejatuhan tentera junta pada tahun 1974, beliau mengenal pasti dirinya dengan pihak kiri; Pada tahun 1990, beliau adalah sebuah badan parlimen dengan Parti Kanan Kewarganegaraan yang terkini. Dalam cara yang tidak berubah, dia sedang berjuang rezim-rezim yang menindas. Theodorikis dilahirkan di Pulau Chios di Greece, dan di luar era anak-anaknya di pelbagai wilayah Yunani seperti mytilene, Patras,Cephallonia,Tripolis dan Pyrgos,. Ayahnya pula dari Crete dan ibunya dari Asia. Dia memperoleh beberapa Ijab untuk ketua negara Yunani, tetapi dia menafikan seluruh perjalanan. Dia dikenali di Global Earth untuk lagu-lagu dalam filem Hollywood, Zorba the Greek (1964) dan Serpico (1973).

Sejarah sepakterjang karir Mikis Theodorakis

Sejarah sepakterjang karir Mikis Theodorakis
tralala.gr

mikis-theodorakis – Perang Bumi II, serta karya pertamanya. Theodorakists mula terpesona dengan nada pada era kecilnya. Dia mengamalkan bercerita sendiri tanpa akses kepada peralatan nada. Di Pyrgos dan Patrasnya mengumpul pelajaran muzik awalnya, serta di Tripolis, Peloponnese, dia membuat paduan suara dan mempamerkan konsesi pertamanya pada usia 17 tahun.

Baca juga : Mikis Theodorakis Mengiringi Konser Bebas COVID-19 Pertama Israel

Di Bumi Perang II dia aktif dalam perlawanan kepada pasukan pendudukan Itali dan Fasis Jerman, membantu kanak-kanak yang lapar dan pelarian Ibrani. Mengenai ini membangkitkannya untuk terperangkap dan selepas itu diseksa di Tripolis (1942) serta di Athena (1943-1944). Dalam peperangan Yunani, dia dilemparkan ke pulau Ikaria serta Macronissos, dan di sana dia dipukul mati dan 2 kali dikebumikan hidup-hidup.

Dia tidak lama berlatih di Konservator Athena berdasarkan Philoktitis Econcidis, serta di Konservator Paris; Di sana dia mengamalkan analisis Musk berdasarkan Olivier Messien dan Hall di dasar Eugene Bigot. Era tinggal di Paris, 1954-1959, adalah era penciptaan seni yang sangat intensif menurutnya.

Symphony beliau bekerja dari era ini, konsert piano, kesesuaian awalnya dan simfoni awalnya, memperoleh aplikasi global. Pada tahun 1957, beliau memenangi guru Kencana pada nada Moskwa. Pada tahun 1959, Darius Milhaud memfailkan namanya untuk Nada Copley Amerika sebagai kecekapan terbaik Eropah tahun ini, selepas persembahannya yang berjaya dari antigon baletnya di halaman Covent di London.

Karya- karya berarti sampai 1960

Nada kamar: Trio buat piano, biola, cello; Preludes, Little Suite serta Sonatina buat Piano; Sonatines Nomor. 1 et 2 buat biola serta piano

Nada simfoni:” The Feast of Assi- Gonia”; Simfoni Nomor. 1(” Proti Simfonia”); Suites Nomor. 1, 2 serta 3 buat Orkestra;” Life and Death”( buat bunyi serta nada menggosok);” Oedipus Tyrannos”( buat nada menggosok), Concerto buat Piano

Nada balet:” Greek Carnival”;” Bimbingan Amants de Téruel”( Para Pacar dari Teruel);” Antigone”

Kembali ke pangkal Yunani— penghargaan

Theodorakis kembali ke Yunani serta akarnya dalam nada asli Yunani, serta bersama daur lagunya” Epitaphios” beliau membagikan donasi untuk revolusi kultur di negaranya. Dengan karya- karyanya yang sangat berarti serta mempengaruhi yang didasarkan pada syair terbanyak Yunani serta bumi–”,” Mauthausen”,” Axion Esti”, Epiphania”,, serta” Romancero Gitano”,” Little Kyklades”” Romiossini”…– beliau berupaya mengembalikan derajat nada Yunani yang tuturnya sudah sirna. Dalam meningkatkan konsepnya mengenai simfoni metamusik, beliau dengan lekas memperoleh pengakuan global, serta mendapatkan aplaus selaku komponis Yunani terbanyak yang terdapat saat ini.

Baca juga : Band Metallica Membuat Film Joe Berlinger Pada April 2001

Beliau mendirikan Orkestra Kecil Athena serta Perhimpunan Nada Piraeus, serta membagikan banyak konser. Beliau ikut serta dalam politik di negaranya, serta sehabis pembantaian atas Gregoris Lambrakis pada 1963 beliau mendirikan Anak muda Demokratis Lambrakis serta tersaring selaku presidennya. Sehabis penentuan biasa 1964, beliau jadi badan Parlemen Yunani, serta bergabungan dengan partai EDA kapak kiri.

Pada 1963, beliau menulis tema nada dasar buat film Michael Cacoyiannis” Zorba the Greek” yang, semenjak dikala itu, jadi suatu merk bisnis buat Yunani dalam seni bumi. Nada ini pula diketahui selaku tarian Syrtaki; yang didapat serta disunting oleh Theodorakis dari suatu gaya tari konvensional lama Kreta.

Karya- karya penting dari rentang waktu ini

Nada buat Pentas:” The Hostage”( Brendan Behan);” Ballad of the Dead Brother”( Theodorakis);” Maghiki Poli( Kota Sihir)”;” I Gitonia ton Angelon”( Serambi Malaikat, Kabanellis)

Nada film:” Electra” serta” Zorba the Greek”( Michalis Cacoyannis)

Oratorio:” Axion Esti”( Odysseas Elytis, Hadiah Nobel 1979)

Rezim junta— aksi di dasar tanah— dipenjarakan— pembuangan

Pada 21 April 1967 suatu junta fasis( Pemerintahan Kolonel) meregang kewenangan leawt suatu kudeta. Theodorakis bersembunyi di dasar tanah serta mendirikan Front Chauvinistis. Para Kolonel menerbitkan Dekret Tentara Nomor. 13, yang mencegah musiknya dimainkan ataupun apalagi didengarkan. Theodorakis sendiri dibekuk pada 21 Agustus 1967 serta dipenjarakan sepanjang 5 bulan. Sehabis dibebaskan pada 1968, beliau dibuang ke Zatouna bersama istrinya Myrto serta kedua anak mereka, Margarita serta Yorgos. Belum lama beliau ditahan di barak Fokus Oropos. Suatu aksi kebersamaan global, yang dipandu oleh tokoh- tokoh semacam Dmitri Shostakovich, Leonard Bernstein, Arthur Miller, serta Harry Belafonte sukses membuat Theodorakis dibebaskan. Atas permohonan politikus Prancis Jean- Jacques Servan- Schreiber, Theodorakis diizinkan berangkat ke isolasi pada 13 April 1970.

Karya- karya penting di dasar rezim diktatur

Daur lagus:” O Ilios ke o Chronos”(” Mentari serta Durasi”, Theodorakis);” Ta Laïka”(” Lagu- lagu Terkenal”, Meter. Elefteriou); Arcadies I- X; Lagu- lagu buat Andreas( Theodorakis);” Nichta Thanatou”(” Malam- malam Ajal”, Meter. Elefteriou)

Oratorio:” Ephiphania Averoff”( Seferis),” State of Siege”( Marina- Rena Hadjidakis),” March of the Antusiasme”( Angelos Sikelianos),” Raven”( Seferis, bagi Edgar Allan Poe)

Kerangka film:” Z”( Costa- Gavras).

Pengasingan— perlawanan

Di pengasingan, Theodorakis berjuang sepanjang 4 tahun buat penggulingan para kolonel. beliau mengamalkan ribuan konser di semua bumi selaku bagian dari perjuangannya buat penyembuhan kerakyatan di Yunani, berjumpa dengan Pablo Neruda serta Salvador Allende, Gamal Abdel Nasser serta Tito, Yigal Allon serta Yasser Arafat, François Mitterrand serta Olof Palme. Untuk jutaan orang, beliau jadi ikon umum untuk perlawanan kepada rezim diktatur.

Karya- karya penting yang ditulis di pembaungan

Daur lagu:” Lianotragouda”(” 18 Lagu buat Tanah Air yang Getir”, Yannis Ritsos);” Ballades”( Manolis Anagnostakis)

Oratorio:” Canto General”( Pablo Neruda)

Coretan film:” The Trojan Women”( Meter. Cacoyannis);” State of Siege”( Costa- Gavras);” Serpico”( S. Lumet)

Kembali to Yunani— aktivisme— pengarang yang subur

Selepas kemerosotan Kolonel, Theodorakis kembali ke Greece pada 24 Julai 1974 membuat profesinya dan konsertnya, baik di dalam atau di luar negara. Beliau juga pada masa yang sama seperti dia dan dalam kebimbangan penonton: dia mencatat beberapa Agensi Parlimen Greece (1981-1986 dan 1989-1993) serta 2 tahun, dari tahun 1990 hingga 1992, beliau menjadi Menteri dalam Rezim Constantine Mitsotakis. Dia selepas menjadi ketua nada biasa Orkestra Symphony dan Choir Radio TV Yunani selama 2 tahun lagi.

Theodorakis selalu mencampur kemampuan artistik yang sangat umum dengan cintanya yang dalam untuk negaranya. Dia juga memiliki komitmen besar untuk meningkatkan pemahaman global tentang hak-hak orang, mengenai masalah ruang tamu, dan mengenai arti perdamaian. Karena alibi ini terserah kepadanya, bersama dengan musisi dan penyanyi Turki populer Zülfü Livaneli, mendirikan Asosiasi Persahabatan Yunani-Turki. Theodorakis mendapatkan gelar Dokter Honoris Causa dari beberapa universitas, yang terdaftar Montreal, Thessaloniki, dan Kreta, dan dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian Bumi pada tahun 2000. Ketika ia tinggal di tempat purnakaryawan, penerbitan nada, budaya, dan politik Bekerja. Tetapi pada kesempatan itu berarti dia tidak memiliki kesempatan untuk mengutip tindakan, semacam 1999, menentang partisipasi NATO dalam Perang Kosovo, dan pada tahun 2003 melawan Perang Irak. Pada tahun 2005, ia dianugerahi “penghargaan terhadap Rusia Global Global St. Andrew” dan “Apresiasi Nada Global IMC UNESCO”.

Karya- karya penting sehabis 1974

Daur lagu:” Ta Lyrika”,” Dionysos”,” Phaedra”,” Beatrice in Kosong Street”,” Mia Thalasssa”(” Laut Penuh dengan Nada”),” Os archeos Anemos”(” Semacam Angin dari Dahulu kala”),” Lyrikotera”(” The More- Than- Lyric Songs”),” Lyrikotata”(” The Most Lyric Songs”),” Erimia”(” Solitude”)

Nada buat pentas:” Orestia”( dir.: Spyros Evangelatos);” Antigone”( dir.: Meter. Volanakis);” Medea”( dir.: Spyros Evangelatos)

Coretan film:” Iphigenia”( Meter. Cacoyannis),” The Man with the Carnation”( N. Tzimas)

Oratorios:” Missa Greca”,” Liturgia 2″,” Requiem”

Nada simfoni serta kantata: Simfoni nomor. 2, 3, 4, 7,” According to the Sadducees”,” Canto Olympico”, Rhapsody Gitar( 1996), Rhapsody Cello( 1997)

Opera:” ” Elektra”,” Medea”,” Antigone”,Kostas Karyotakis”,” Lysistrata”.

Nada pop:” Von Tag Zu Tag”, album dengan biduan Italia Milva( 1979) diterbitkan di sebagian negeri, hadiah kencana di Jerman buat hasil pemasaran terbaik.

Pemikiran politik

Theodorakis populer sebab pandangan- pandangan kirinya, yang sudah diungkapkannya dengan cara terbuka( paling utama, spesialnya, pada era diktatur junta). Beliau sudah berkampanye buat banyak permasalahan hak asas orang serta perdamaian, semacam misalnya bentrokan Siprus, ketegangan antara Turki serta Yunani yang diakibatkan oleh bentrokan Aegea, serbuan NATO kepada Yugoslavia, penculikan serta perlakuan atas AbdullahÖcalan, ataupun bentrokan Israel- Palestina. Baru- baru ini beliau memunculkan polemik sebab mengatakan kritik yang runcing kepada George W. Bush serta pemerintahannya, dan kebijakan- kebijakan penguasa Ariel Sharon. Kritiknya kepada Sharon serta negeri Israel sudah ditafsirkan oleh beberapa pendukung Zionisme selaku anti- Semitik.

Mikis Theodorakis Mengiringi Konser Bebas COVID-19 Pertama Israel
Band Blog Informasi

Mikis Theodorakis Mengiringi Konser Bebas COVID-19 Pertama Israel

Mikis Theodorakis Mengiringi Konser Bebas COVID-19 Pertama Israel – Pada hari Senin, Israel dapat memanfaatkan kampanye vaksinasi yang sangat sukses dengan menyelenggarakan konser bebas Covid pertama di negara itu setelah pandemi, dan menampilkan dua musisi Yunani.

Mikis Theodorakis Mengiringi Konser Bebas COVID-19 Pertama Israel

Mikis Theodorakis Mengiringi Konser Bebas COVID-19 Pertama Israel
matamatamusik.com

mikis-theodorakis – Acara tersebut menampilkan seniman Yunani Kosta Karafotis dan Paola, yang tampil bersama Mikis Theodorakis Orchestra di hadapan banyak orang di luar ruangan.

Kampanye vaksinasi yang menginspirasi Israel

Kampanye vaksinasi Israel, yang dimulai pada 19 Desember 2020, ternyata sangat efisien. Kampanye, bernama “Give a shoulder”, telah berhasil memvaksinasi sepenuhnya lebih dari 60% populasi Israel sejauh ini.

Baca juga : Mengenal Sosok Mikis Theodorakis

Keberhasilan kampanye penyuntikan Israel sekarang telah memungkinkan warganya untuk kembali ke kehidupan yang hampir sepenuhnya normal, bebas COVID-19, dengan kemampuan untuk menghadiri konser dan acara publik besar lainnya.

Kamis lalu, Israel tidak memiliki kematian karena Covid-19. Selama sebulan terakhir, jumlah kematian akibat virus corona per hari rata-rata kurang dari 10, dibandingkan dengan kematian di Januari yang di atas 70 per hari. Saat ini hanya terdapat sekitar 120 kasus virus korona baru dalam sehari di Israel, sedangkan pada Januari tercatat ada 8.000 kasus per hari.
Tidak perlu topeng di konser Israel

Hidup telah kembali normal bagi orang Israel untuk sementara waktu sekarang. Cara pemerintah menangani pandemi pasca-vaksinasi termasuk virus korona “Green Pass”, sertifikat vaksinasi yang tersedia di ponsel seseorang. Green Pass wajib untuk masuk ke bar, klub, dan konser.

Konser yang dilakukan musisi Yunani pada Senin malam menggunakan metode ini. Terlebih, orang-orang bahkan tidak harus memakai topeng atau jarak sosial di konser, memungkinkan semua orang untuk menari dan bergerak dengan bebas, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.

Konser tersebut diadakan di ruang terbuka lebar taman Ganei Yehoshua di Tel Aviv.
Musisi Yunani tampil untuk mendapat pujian di Israel

Seniman Yunani Paola dan Kosta Karafotis mendapat kehormatan diundang untuk tampil di konser bebas Covid pertama di Israel pada Senin malam.

Musik Yunani sangat populer di Israel, dan kedua artis itu diiringi oleh orkestra Mikis Theodorakis. Mereka menampilkan folk Yunani atau suara “laiko” mereka yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari penonton.

Dua musisi Yunani ternama lainnya, Giannis Kotsiras dan Nikos Vertis, diperkirakan akan segera tampil di Tel Aviv.

Baca juga : Malala Yousafzai: Kita harus menghentikan Covid agar anak-anak bisa bersekolah

Video Paola yang sedang berlatih untuk konser tadi malam ditampilkan di bawah ini:

Orkestra Theodorakis di konser Israel

Mikis Theodorakis, komposer Yunani yang terkenal di seluruh dunia, dikreditkan karena menulis musik terindah tentang Holocaust.

“Trilogi Mauthausen,” juga dikenal sebagai “Balada Mauthausen” adalah siklus empat arias dengan lirik berdasarkan puisi yang ditulis oleh penyair Yunani Iakovos Kambanellis, seorang korban kamp konsentrasi Mauthausen.

Siklus Mauthausen, salah satu komposisi paling terkenal yang terinspirasi oleh peristiwa di kamp konsentrasi Mauthausen, populer di Israel, dan telah digunakan untuk mempromosikan perdamaian dan kerja sama di seluruh dunia. Lihat semua berita terbaru dari Yunani dan dunia di Greekreporter.com. Hubungi ruang berita kami untuk melaporkan pembaruan atau mengirim cerita, foto, dan video Anda. Ikuti GR di Google News dan berlangganan di sini ke email harian kami!

Konser bebas COVID-19 di Israel bersama Paola dan Kosta Karafotis. Awal pekan ini, Paola dan Kosta Karafotis tampil di konser bebas COVID-19 di Israel. Kedua seniman Yunani itu diiringi Mikis Theodorakis Orchestra. Dengan 60% populasi sudah divaksinasi, kehidupan di Israel perlahan kembali normal. Di bawah peraturan baru, konser itu hanya terbuka untuk apa yang disebut pemegang ‘Green Pass’, yang telah divaksinasi, atau pulih dari Covid-19.

‘Green Pass’ wajib untuk masuk ke bar, klub, acara budaya, dan konser. Mereka yang menghadiri konser outdoor tidak harus memakai topeng atau mematuhi aturan jarak sosial. Ribuan penonton bisa bersenang-senang, menari, bernyanyi, dan bergerak dengan bebas. Dua artis Yunani populer lainnya, Nikos Vertis dan Giannis Kotsiras, diharapkan tampil di Tel Aviv segera.

Nikos Vertis akan tampil pada 13 Mei di Menora Mivtachim Arena. Penyanyi Yunani yang populer itu diharapkan akan didampingi oleh penyanyi Israel Sarit Hadad dan Eyal Golan.

Beberapa lagunya yang terkenal dan dicintai termasuk “Thelo Na Me Niosis”, “Fige”, “An M ‘Agapises”, “Pes To Mou Ksana”, “Asteri Mou”, “De Se Skeftesai”, “Erotevmenos”, ” Ena Psema ”dan“ An Eisai Ena Asteri ”.

Siapakah Mikis Theodorakis ?

Mikis Theodorakis lahir di Chios, Yunani, 29 Juli 1925; baya 95 tahun agaknya merupakan komponis nada Yunani terutama pada era ke- 20, serta salah satu yang sangat muncul di bumi. Dengan cara politik, sampai runtuhnya junta tentara pada 1974, beliau mengidentifikasikan dirinya dengan pihak kiri; pada 1990 beliau jadi badan parlemen dengan partai kanan- tengah Kerakyatan Terkini. Dengan cara tidak berubah- ubah beliau sudah melawan rezim- rezim yang menindas. Theodorakis dilahirkan di Pulau Chios di Yunani, serta melampaui era kanak- kanaknya di bermacam kota provinsi Yunani semacam Mytilene, Cephallonia, Pyrgos, Patras, serta Tripolis. Bapaknya berawal dari Kreta serta ibunya dari Asia Kecil. Beliau memperoleh beberapa ijab buat jadi Kepala negara Yunani, tetapi beliau menyangkal seluruh ajuan itu. Beliau diketahui di bumi global sebab lagu- lagunya dalam film Hollywood, Zorba the Greek( 1964) serta Serpico( 1973).

Tahun- tahun dini, Perang Bumi II, serta karya- karya pertamanya

Theodorakis mulai terpikat dengan nada pada era kecilnya. Beliau berlatih sendiri bercerita lagu- lagu pertamanya tanpa akses ke perlengkapan nada. Di Pyrgos serta Patras beliau mengutip pelajaran musiknya yang awal, serta di Tripolis, Peloponnese, beliau membuat suatu paduan suara serta mempertunjukkan konser pertamanya pada umur 17 tahun.

Pada Perang Bumi II beliau aktif dalam aksi perlawanan kepada pasukan- pasukan pendudukan Italia serta Jerman fasis, membantu kanak- kanak yang kelaparan serta para pengungsi Ibrani. Perihal ini menimbulkan beliau terjebak serta setelah itu disiksa di Tripolis( 1942) serta di Athena( 1943–1944). Pada Perang Kerabat Yunani beliau dibuang ke Pulau Ikaria serta Makronissos, serta di situ beliau dipukuli nyaris mati serta 2 kali dikubur hidup- hidup.

Belum lama beliau berlatih di Konservatorium Athena di dasar Philoktitis Economidis, serta di Konservatorium Paris; di situ beliau berlatih analisa musk di dasar Olivier Messiaen dan dewan di dasar Eugene Bigot. Era tinggalnya di Paris, 1954–1959, ialah era invensi berseni yang sangat intensif menurutnya.

Karya- karya simfoninya dari era ini, suatu piano concerto, suitenya yang awal serta simfoninya yang awal, memperoleh aplaus global. Pada 1957 beliau memenangi Medali Kencana pada Pergelaran Nada Moskwa. Pada 1959, Darius Milhaud mengajukan namanya buat Apresiasi Nada American Copley selaku Komponis Eropa Terbaik Tahun Ini, sehabis pertunjukan- pertunjukannya yang berhasil dari baletnya Antigone di Halaman Covent di London.

Kembali ke pangkal Yunani— penghargaan

Theodorakis kembali ke Yunani serta akarnya dalam nada asli Yunani, serta bersama daur lagunya” Epitaphios” beliau membagikan donasi untuk revolusi kultur di negaranya. Dengan karya- karyanya yang sangat berarti serta mempengaruhi yang didasarkan pada syair terbanyak Yunani serta bumi–” Epiphania”,” Little Kyklades”,” Axion Esti”,” Mauthausen”,” Romiossini”, serta” Romancero Gitano”…– beliau berupaya mengembalikan derajat nada Yunani yang tuturnya sudah sirna. Dalam meningkatkan konsepnya mengenai simfoni metamusik, beliau dengan lekas memperoleh pengakuan global, serta mendapatkan aplaus selaku komponis Yunani terbanyak yang terdapat saat ini.

Beliau mendirikan Orkestra Kecil Athena serta Perhimpunan Nada Piraeus, serta membagikan banyak konser. Beliau ikut serta dalam politik di negaranya, serta sehabis pembantaian atas Gregoris Lambrakis pada 1963 beliau mendirikan Anak muda Demokratis Lambrakis serta tersaring selaku presidennya. Sehabis penentuan biasa 1964, beliau jadi badan Parlemen Yunani, serta bergabungan dengan partai EDA kapak kiri.

Pada 1963, beliau menulis tema nada dasar buat film Michael Cacoyiannis” Zorba the Greek” yang, semenjak dikala itu, jadi suatu merk bisnis buat Yunani dalam seni bumi. Nada ini pula diketahui selaku tarian Syrtaki; yang didapat serta disunting oleh Theodorakis dari suatu gaya tari konvensional lama Kreta.

Mengenal Sosok Mikis Theodorakis
Blog Informasi Lirik Musik

Mengenal Sosok Mikis Theodorakis

Mengenal Sosok Mikis Theodorakis – Mikis Theodorakis adalah seorang komposer dan juga seorang penulis lirik Yunani yang sangat terkenal. Mikis Theodorakis sudah membuat setidaknya 1000 karya sepanjang karirnya. Kepopuleran sosok Mikis Theodorakis tidak perlu diragukan lagi, hingga saat ini dirinya masih aktif membuat berbagai karyanya yang sangat luar biasa. Banyak yang penasaran dengan biografis sosok Mikis Theodorakis mengingat kepopulerannya yang hingga saat ini masih diakui dunia.

Mikis Theodorakis lahir pada tanggal 29 Juli 1925, saat ini Mikis Theodorakis berusia 95 tahun di Chios, Yunani. Selama 95 tahun tersebut dirinya terus menghasilkan karya – karya yang luar biasa. Mikis Theodorakis sendiri mempunyai seorang istri yang bernama Myrto Altinoglou. Hasil pernikahan tersebut Mikis Theodorakis memiliki dua orang anak yang diberi nama George Theodorakis dan Margarita Theodorakis. Sebelum memulai karirnya tersebut Mikis Theodorakis sempat menjalani pendidikan di beberapa tempat. Tentu tidak mudah bagi Mikis Theodorakis untuk bisa mencapai kesuksesannya saat ini.

Setelah memutuskan untuk menekuni dunia sebagai komposer dan penulis lirik dirinya mulai aktif membuat berbagai karya. Dirinya mulai aktif sejak tahun 1943 hingga saat ini. Genre musik yang diusung oleh sosok Mikis Theodorakis adalah genre musik klasik pada abad ke-20. Kemampuannya sangat diakui di Yunani wajar saja jika hingga saat ini kepopulerannya tidak pernah padam. Walaupun tidak mudah untuk bisa sukes di dunia yang dirinya sukai namun Mikis Theodorakis sudah menunjukan ketertarikannya di dunia musik tersebut sejak kecil. Sejak kecil Mikis Theodorakis sudah mempunyai kesukaan didunia musik dan bahkan mulai membuat lagu sendiri. Lagu pertama yang dibuat ketika kecil sama sekali tidak menggunakan iringan musik.

Memiliki kesukaan di dunia musik diimbang Mikis Theodorakis dengan sekolah dibidang yang sama. Merasa mempunyai ketertarikan dengan dunia musik membuat Mikis Theodorakis memilih untuk melanjutkan sekolah di bidang musik. Mikis Theodorakis memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehingga pada usia 17 tahun dirinya sudah berani membuat konsernya sendiri. Tidak mudah perjalanan yang harus dilalui Mikis Theodorakis untuk mengembangkan dirinya di dunia musik. Berbagai rintangan telah dilalui Mikis Theodorakis untuk bisa tetap berkarya di dunia musik. Dirinya terus belajar dan mengembangkan dirinya sendiri dengan bakat yang dimilikinya, itulah yang mampu membuat sosok Mikis Theodorakis bisa populer hingga di usianya yang tidak lagi muda.

Setelah memilih untuk menjalani hidup sebagai seorang komposer dan penulis lirik lagu dirinya semakin menunjukan kemampuannya yang luar biasa. Mikis Theodorakis sangat terkenal dikalangan para komposer yang ada di Yunani. Memiliki banyak kelebihan membuat karir Mikis Theodorakis sangat diakui. Sederet karya yang sudah dibuat Mikis Theodorakis mampu menjadi karya yang luar biasa. Tidak hanya bertahan sebentar saja kepopulerannya dari karya tersebut melainkan bisa terkenal hingga beberapa tahun lamanya. Terkenalnya karya dari Mikis Theodorakis menjadi bukti bahwa Mikis Theodorakis merupakan sosok yang sangat luar biasa.

Sosok Mikis Theodorakis

Bagi seorang Mikis Theodorakis menjalani hidup menjadi seorang komposer dan juga sebagai penulis lirik lagu bukan hal yang mudah. Ada banyak sekali kejadian dan rintangan yang membuat dirinya harus jatuh bangun menata hidup di dunia musik. Perjalanan karir dari seorang Mikis Theodorakis memang menarik untuk dibahas. Tekatnya yang sangat kuat untuk menjalani hidup sebagai seorang komposer kini telah membuahkan hasil yang sangat baik. Hingga saat ini karya – karya milik Mikis Theodorakis masih terkenal.

Perjalanan Karir Komposer Yunani Mikis Theodorakis
Blog Informasi Lirik Musik

Perjalanan Karir Komposer Yunani Mikis Theodorakis

Perjalanan Karir Komposer Yunani Mikis Theodorakis – Sosok Mikis Theodorakis di Yunani memang sudah tidak asing. Mikis Theodorakis merupakan seorang komposer serta penulis lirik lagu yang sangat populer di Yunani. Tidak hanya terkenal di Yunani saja melainkan terkenal di beberapa negara lain. Kepopuleran yang didapatkan Mikis Theodorakis tentu tidak didapatkan dengan sangat mudah. Ada sebuah perjuangan yang dilakukan Mikis Theodorakis untuk bisa memberikan karya terbaik di dunia musik. Tidak banyak yang tahu perjalanan karir dari seorang Mikis Theodorakis. Sebagian orang hanya mengenal bahwa Mikis Theodorakis merupakan seorang komposer yang sangat terkenal di Yunani. Diantara banyaknya seorang komposer dan seorang penulis lirik lagu di Yunani, sosok Mikis Theodorakis menjadi salah satu sosok yang terkenal. Kepopuleran sosok Mikis Theodorakis tidak lepas dari kemampuannya dalam dunia musik.

Perjalanan karir seorang Mikis Theodorakis memang sangat menarik untuk disimak dan mampu memotivasi semua orang. Usia Mikis Theodorakis memang sudah tidak muda yakni 95 tahun. Usianya yang sudah cukup tua tersebut tidak lantas membuat Mikis Theodorakis berhenti dari dunia musik. Seperti yang kita tahu bahwa Mikis Theodorakis mempunyai tekat yang bulat untuk tetap membuat karya di sepanjang hidupnya. Mikis Theodorakis sendiri lahir pada tahun 1925 dan memulai menekuni dunia musik sejak tahun 1943. Sudah sangat lama Mikis Theodorakis menjadi seorang komposer dan juga penulis lirik lagu. Lamanya perjalanan karir Mikis Theodorakis membuat dirinya telah memiliki banyak karya. Kabarnya karya yang berhasil di buat oleh Mikis Theodorakis bisa mencapai 1000 karya. Jumlah tersebut tentunya bukan jumlah yang sedikit. Hidup Mikis Theodorakis telah dihabiskan hanya untuk membuat karya di dunia musik.

Perjalanan karir yang terbilang sangat luar biasa tersebut tidak dilalui dengan jalan yang mulus. Bagi Mikis Theodorakis menjadi seorang komposer dan juga penulis lirik bukanlah hal yang didapatkannya begitu saja. Mikis Theodorakis memiliki keinginan untuk berkarya di dunia musik sejak kecil. Sejak kecil Mikis Theodorakis menunjukan kemampuan yang luar biasa dibidang musik. Dirinya bahkan mengambil sekolah dengan bidang sesuai dengan hobinya tersebut. Mikis Theodorakis mengambil pelajaran mengenai dunia musik dan mulai mengembangkan dirinya untuk menjadi seorang komposer dan penulis lirik. Sejak kecil Mikis Theodorakis sudah mulai membuat lagunya sendiri. Lagu pertama yang dibuat oleh Mikis Theodorakis sejak kecil tersebut dibuat tanpa bantuan dari alat musik. Mikis Theodorakis terbilang sosok yang mempunyai rasa percaya yang cukup tinggi hal tersebut terbukti dengan konser pertamanya yang dibuat pada usia 17 tahun.

Perjalanan karir seorang Mikis Theodorakis dilalui dengan banyak kejadian yang cukup berat bagi dirinya. Walaupun melalui banyak rintangan dalam mengembangkan bakatnya di dunia musik tidak membuat Mikis Theodorakis berhenti begitu saja. Dibalik berbagai rintangan yang dilalui saat berkarya di dunia musik diam – diam Mikis Theodorakis tetap belajar untuk mengembangkan kemampuannya. Jerih payah yang selama ini dilakukan Mikis Theodorakis telah membuahkan hasil yang luar biasa. Mikis Theodorakis mampu menjadi seorang komposer serta sebagai penulis lirik lagu yang sangat terkenal di Yunani dan beberapa negara lainnya. Karya – karya yang dibuat oleh Mikis Theodorakis hingga saat ini masih terkenal walaupun sudah dirilis sejak lama. Karya terbaru dari Mikis Theodorakis selalu ditunggu banyak orang. Memiliki kemampuan yang luar biasa membuat perjalanan karir Mikis Theodorakis sekarang sudah mencapai puncak paling tinggi.

Musisi yang Pernah Bekerja Dengan Mikis Theodorakis
Blog Informasi Lirik Musik

Musisi yang Pernah Bekerja Dengan Mikis Theodorakis

Musisi yang Pernah Bekerja Dengan Mikis Theodorakis – Jika ada yang bertanya mengenai salah satu musisi atau komponis kenamaan dunia, pastinya nama Mikis Theodorokis terkenal sebagai salah satu musisi yang menonjol dan terkenal di bidang music klasik. Tidak hanya sampai di situ saja Thedorakis memiliki beberapa karya yang lagunya digunakan dalam berbagai film-film terkenal di Hollywood seperti Zorba the Greek dan Sorpico.

Dibalik karya musiknya yang luar biasa Theodorakis mengalami banyak kejadian yang tidak enak Pernah ditangkap dan disiksa di kota Tropolis karena ketahuan membantu para pengungsi yang berasal dari Yahudi. Bahkan Mikis Theodorokis tidak segan-segan mengadakan konser musik yang digunakan sebagai amal untuk membantu kehidupan di sekitarnya. Theodorakis tidak hanya pandai dan jenius di bidang music tapi juga sering berkiprah di dunia politik. Bahkan di satu kesempatan ia ditawari jabatan sebagai presiden Yunani karena kepandaiannya di bidang politik dan kemurah hatiannya kepada sesame.

Karena kejeniusannya di bidang musik klasik, ada beberapa musisi yang ikut bekerja sama dengan Theodorakis dalam menciptakan musik. Beberapa nama ikut berkolaborasi dengan Mikis Theodorakis dalam menciptaan musik klasik yang apik. Seperti saat ia berada di sebuah pembuangan ia masih tetap berusaha untuk emerdekaan demokrasi negaranya sendiri, Yunani. Mikis Theodorakis menggelar ribuan kali konser hingga keliling dunia. Orang-orang berprofesi sebagai musisi hebat ditemuinya seperti Olof Palme, Yasser Arafat, Francois Mitterand, Pablo Neruda, Salvador Allende, Gamal Abdel Nasser, Tito, serta Yigal Allon.

Ia berkolaborasi dengan Pablo Neruda yang merupakan pemilik perusahaan dalam menulis sebuah lagu yang berjudul oratorio ketika sedang berada di masa pembuangan. Kemudian Menulis sebuah lagu luar biasa yang berjudul sebuah Siklus Lagu Lianotragouda atau Delapan Belas Lagu Untuk Tanah Air yang Pahit. Diduga lagu ini sebagai ungkapan perasaan hati Mikis Theodorakis yang selalu merasakan kepahitan dalam hidup meski ia mencurahkan musiknya untuk membela tanah air tempat ia lahir dan dibesarkan. Demokrasi serta politik yang kurang baik kondisinya membuatnya menciptakan lagu tersebut dan berkolaborasi dengan Yanis Ritsos. Kemudian Ballades dikerjakannya bersama Manolis Anagnostakis.

Sebuah ilustrasi film berjudul The Trojan Women Theodorakis kerjakan bersama M. Cacoyannis, ada pula Stage of Siege ia kerjakan bersama Costa-Gavras kemudian ada Serpico oleh S. Lumet. Mikis Theodorakis sudah membuat karya besar berjumlah lebih dari seribu lagu dan berbagai siklus lagu yang melodinya dijadikan sebuah warisan music Yunani.

Lagu-lagunya selain dipengaruhi oleh tarian tradisional asal Kreta juga dipengaruhi langsung oleh berbagai puisi dari pengarang Yunani dan dunia yang terkenal. Jadi lagu buatan Mikis Theodorakis juga tidak lepas dari karya-karya seni jenis lain yang luar biasa. Selain dari rasa patriotism, nasionalisme, serta keprihatinannya akan tatanan negara di masa hidupnya.

Kiprah Dalam Dunia Politik Yang Cukup Kejam
Blog Informasi Musik

Kiprah Dalam Dunia Politik Yang Cukup Kejam

Kiprah Dalam Dunia Politik Yang Cukup Kejam – Dunia politik memang terkenal sangat kejam dan tidak bersahabat. Terjun ke dunia politik memang membutuhkan keberanian dan juga konsistensi tinggi. Komitmen yang tinggi dan juga kekuatan mental membuat terjun ke dunia politik tergolong tidak begitu mudah. Itulah sebabnya mengapa Mikis yang memutuskan untuk terjun ke dunia politik juga mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang ada. Keberadaan dari setiap permasalahan yang muncul membuat Mikis belajar terus untuk memperbaiki diri ketika berkiprah di dunia politik. Dunia politik yang memang sangat tidak bersahabat tentu saja membutuhkan mental yang kuat untuk bisa terus berkiprah dalam dunia politik.

Mikis Termasuk ke dalam salah satu politikus yang memiliki karakter serta pendirian yang cukup kuat. Berani mengawali perubahan dan juga melawan rezim yang berkuasa tentu menjadi salah satu kekuatan politik yang mampu mendobrak kekuatan rakyat. Mikis bahkan berani melawan rezim yang penuh dengan ketidak adilan. Mikis berhasil menumbangkan rezim penguasa yang tidak memiliki rasa keadilan serta kemanusiaan.Mikis menjadi pendorong untuk perubahan. Rezim penguasa yang tidak memiliki rasa keadilan berhasil ditumbangkan dengan baik. Mikis berhasil menumbangkan rezim penguasa serta berhasil melakukan perubahan serta perbaikan pada rezim penguasa. Keberaniannya dalam melawan penjajah yang tidak terkalahkan, membuat Mikis semakin populer dalam dunia politik yang memang sudah terkenal kejam.

Akibat dari keberaniannya yang tidak padang bulu, membuat Mikis harus melawan rezim yang berkuasa. Rezim penguasa berhasil digulingkan dengan memberikan pelajaran berharga agar tidak macam-macam dengan penduduk setempat. Selain dibutuhkan keberanian, ternyata dampak dari keberanian yang tidak pandang bulu tersebut membuat Mikis memiliki keselamatan jiwa terancam. Berkali-kali harus menghadapi aksi pemukulan, kemudian dilanjutkan dengan beberapa aksi kejam lainnya yang dirasakan oleh Mikis. Bahkan tidak jarang Mikis harus berakhir dengan proses penguburan hidup-hidup. Tentu saja dengan adanya penjajahan yang tidak segera pergi dari daerah setempat membuat Mikis terganggu dan harus segera menyelesaikan maksud dan tujuannya.

Beberapa kali mikis mengalami hukuman yang sangat tidak wajar diterima. Akan tetapi mikis tetap berusaha untuk tetap kuat dalam menghadapi berbagai konsekuensi yang harus dihadapinya dengan keberanian yang dimilikinya dalam memberikan perlawanan terhadap para rezim yang benar-benar tidak sesuai dengan yang seharusnya. Perlawanan demi perlawanan dilakukan oleh Mikis demi membebaskan rakyat yunani dari rezim yang tidak adil. Rezim tersebut dibuat sedemikian rupa tentu saja membuat rezim yang berkuasa saat itu menjadi harus waspada dengan kemampuan yang dimiliki oleh Mikis untuk melawan ketidak adilan. Dampaknya adalah keselamatan jiwanya menjadi ancaman karena rezim penguasa merasa terancam dengan keberadaan dan kiprah Mikis. Sebab Mikis memiliki pola pikir yang benar-benar kritis dalam menanggapi semua persoalan yang muncul.

Berawal Dari Musik Menuju ke Panggung Politik Yunani
Blog Informasi Lirik Musik

Berawal Dari Musik Menuju ke Panggung Politik Yunani

Berawal Dari Musik Menuju ke Panggung Politik Yunani – Mikis theodorakis merupakan seorang pemusik yang handal dan bertangan dingin. Karya musiknya dinikmati oleh semua kalangan yang ada di seluruh dunia. Tanpa adanya bakat yang dimiliki tidak mungkin rasanya jika Mikis menjadi salah satu komposer tingkat dunia. Meskipun sudah terkenal karena memiliki tangan dingin dalam menciptakan hasil karya musik, namun ternyata Mikis theodorakis tidak puas dalam satu bidang saja. Mencoba peruntungan dalam dunia politik dijalankannya hanya untuk menunjukkan kemampuannya dalam pikiran yang sangat demokratis serta memiliki wawasan yang cukup luas. Peruntungannya dalam dunia politik memang tidak secemerlang karirnya dalam bermusik.

Mikis memilih untuk melebarkan sayapnya dalam dunia politik. Di dalam dunia politik, karirnya cukup bagus. Berawal pada karirnya berpolitik pada tahun 1974 yakni pada saast runtuhnya rezim lama yang berkuasa, mulainya Mikis memberanikan diri untuk terjun ke dunia politik. Memilih terjun ke dalam dunia politik memang tidak mudah bagi Mikis. Akan tetapi ternyata Mikis berhasil menunjukkan bahwa kepiawaiannya dalam bermusik diimbangi dengan kemampuannya dalam bidang politik. Pada akhirnya membuat Mikis berhasil terjun ke dunia politik dan serius bekerja dalam dunia politik. Meskipun terbilang terlambat untuk memutuskan terjun ke dunia politik, namun pada akhirnya dunia politik mempercayainya. Dunia politik percaya pada kemampuannya dalam berpolitik.

Terjun sebagai anggota parlemen dari partai sayap kiri tentu saja menjadi salah satu kesulitan tersendiri perihal bagaimana untuk menyimbangkan diri dengan baik. Sikap dan pemikirannya yang kritis namun demokratis membuatnya berhasil menduduki sebagai anggota parlemen yang cukup aktif. Keaktifannya dalam dunia politik membuahkan hasil yang cukup bagus. Salah satunya adalah sempat ditawarkan untuk mengajukan diri sebagai presiden Yunani. Meskipun kesempatan yang digunakan tidak datang dua kali, namun sudah cukup bagi Mikis untuk terjun ke dunia politik, namun tetap bisa menghasilkan hasil karya seni yang cukup populer serta layak untuk dinikmati siapa saja. Banyak sekali partai politik yang menawarkan diri untuk mengusungnya menjadi salah satu kandidat presiden.

Berawal Dari Musik Menuju ke Panggung Politik Yunani

Meskipun terdengar menggiurkan, namun jelas bahwa Mikis hanya ingin fokus pada pendanaan saja. Kegemilangan karir bermusik kemudian berkarir dalam dunia politik di yunani memang tidaklah mudah. Dunia politik yang tergolong masih dianggap baru bisa dipahami sebagai salah satu tokoh dunia yang cukup terkenal. Oleh karena itu, Mikis merupakan salah satu komposer musik yang pada akhirnya memutuskan untuk berkarir dalam dunia politik yang ternyata membuahkan hasil yang cukup baik. Kiprahnya dalam dunia politik memang terbilang cukup bagus. Mikis yang sudah lama bergabung, sekarang mulai bergabung sebagai anggota parlemen yang memang cukup baru namun kepiawaiannya berhasil memberikan jawaban yang pasti mengenai karir berpolitiknya hingga mendapatkan penawaran untuk memimpin yunani sebagai presiden.